Charles Leclerc Harus Ganti Mesin

Pembalap andalan Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, tidak hanya gagal merebut poin di Formula 1 Grand Prix Hungaria tetapi juga harus mengganti mesin akibat kecelakaan.

Charles Leclerc Harus Ganti Mesin

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Mungkin pepatah itu tepat diberikan atas nasib yang dialami Charles Leclerc di GP Hungaria, seri ke-11 Kejuaraan Dunia Formula 1 2021, akhir pekan lalu.

Hanya beberapa saat setelah start, Minggu (1/8/2021), bagian kanan Ferrari SF21 milik Leclerc dihantam oleh Aston Martin AMR21 andalan Lance Stroll yang terlambat melakukan pengereman.

Setelah itu, mobil Stroll masuk lintasan rumput area run-off sebelum Tikungan 1. Sejak saat itu, pembalap Kanada tersebut hanya menjadi penonton GP Hungaria yang akhirnya dimenangi Esteban Ocon (Alpine-Renault) tersebut.

Leclerc sempat berhasil masuk Tikungan 2. Namun, setelah itu pembalap muda Monaco tersebut menepikan mobilnya dan berhenti total. Dari foto-foto yang beredar terlihat sidepod kanan Ferrari SF21 rusak parah sehingga radiator terlihat jelas.

Pada Selasa (3/8/2021) petang, Scuderia Ferrari pun mengeluarkan pengumuman setelah melakukan pemeriksaan terhadap mesin mobil Leclerc di markas mereka, Maranello, Italia.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan mesin tidak lagi dapat diperbaiki. Jika mengacu regulasi pembatasan anggaran (budget cap), kondisi ini tidak hanya memunculkan konsekuensi finansial serius bagi kami,” demikian pernyataan resmi Ferrari.

“Charles Leclerc juga akan terancam penalti karena bukan tidak mungkin kami mengeluarkan mesin baru lagi di luar kuota.”

Tidak dijelaskan bagian mana dari power unit (PU) Ferrari 065/6 milik Leclerc yang diganti. PU sendiri terdiri atas beberapa komponen, yakni internal combustion engine (ICE), turbo charger (TC), motor generator unit heat (MGU-H), motor generator unit kinetic (MGU-K), energy store (ES), control electronics (CE), dan exhaust system (EX).

Baca Juga:

Untuk Kejuaraan Dunia Formula 1 2021, regulasi menyebutkan setiap pembalap hanya bisa memakai masing-masing tiga ICE, TC, MGU-H, dan MGU-K; dua ES dan CE; serta delapan EX.

Sebelum GP Hungaria, Leclerc diketahui sudah memakai masing-masing dua untuk ICE, TC, MGU-H, MGU-K, dan CE. Ia baru sekali mengganti ES dan empat kali EX.

Di Hungaroring lalu, rekan setim Leclerc, Carlos Sainz Jr, sudah mengganti mesin dengan yang ketiga atau terakhir. Padahal, masih ada 12 balapan lagi setelah Hungaria.

Selain Sainz, ada empat pembalap lain yang sudah menggunakan jatah mesin terakhir (ketiga), yakni George Russell (Williams-Mercedes), Sebastian Vettel (Aston Martin-Mercedes), Esteban Ocon (Alpine-Renault), dan Max Verstappen (Red Bull Racing-Honda).

Kasus mesin Leclerc ini jelas berimplikasi serius pada keuangan tim. Karena itulah Prinsipal Tim Ferrari Mattia Binotto mengusulkan adanya aturan yang lebih fair tentang kerusakan yang ditanggung tim jika mengalami kecelakaan.

Jika sebelumnya bos Red Bull, Christian Horner, menginginkan kerusakan akibat kecelakaan seharusnya tidak masuk budget cap, usulan Binotto lebih ekstrem.

Pria Italia itu meminta tim dari pembalap yang terbukti menyebabkan kecelakaan, harus mengganti biaya kerusakan maupun perbaikan skuad yang menjadi korban. Binotto sendiri menilai usulan Horner bukan jalan terbaik untuk mengatasi problem ini.

“Menurut saya, meminta kompensasi dari tim lain tidak akan terlalu rumit. Jika tim tahu bahwa pembalap mereka dapat dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan, mereka mungkin lebih bijaksana saat berlomba di trek,” ujar Binotto.

 

dibagikan
komentar
Valtteri Bottas Yakin Insiden GP Hungaria Tak Pengaruhi Kontrak

Artikel sebelumnya

Valtteri Bottas Yakin Insiden GP Hungaria Tak Pengaruhi Kontrak

Artikel berikutnya

Theo Pourchaire Bakal Debut Tes F1 bersama Alfa Romeo

Theo Pourchaire Bakal Debut Tes F1 bersama Alfa Romeo
Muat komentar