Charles Leclerc Nilai Kans Gelar Masih Ada meskipun Sulit

Gap Charles Leclerc dengan pemimpin klasemen Max Verstappen (Oracle Red Bull Racing) makin besar seusai GP Kanada. Namun pembalap Scuderia Ferrari itu tahu apa yang harus dilakukan.

Charles Leclerc Nilai Kans Gelar Masih Ada meskipun Sulit

Charles Leclerc tampil impresif pada awal musim Kejuaraan Dunia Formula 1 2022. Seusai memenangi putaran ketiga GP Australia, pembalap asal Monako tersebut kokoh di puncak dan bahkan unggul hingga 46 poin atas Verstappen yang saat ini di P6.

Namun setelah balapan di Melbourne, keunggulan Leclerc terkikis, sebagian besar disebabkan masalah teknis pada Ferrari F1-75. Puncaknya, Verstappen menggesernya dari P1 setelah GP Spanyol, balapan keenam pada 22 Mei lalu.

Problem teknis maupun kesalahan strategi dari tim membuat Leclerc makin terpuruk. Posisinya di klasemen turun ke P3 setelah putaran kedelapan, GP Azerbaijan.

Setelah balapan di sirkuit jalan raya Baku itu, Red Bull menempatkan Verstappen dan Sergio Perez di posisi 1-2 klasemen. Menjelang balapan ke-10 di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir pekan ini (1-3/7/2022), Leclerc tertinggal 49 poin dari Verstappen.

Leclerc juga hanya mampu sekali finis podium (P2 GP Miami) dan dua kali tidak mampu finis dalam lima balapan terakhir. GP Inggris pun menjadi lampu kuning bagi Leclerc.

Pun begitu, Leclerc terlihat percaya diri menghadapi GP Inggris nanti. Salah satu alasannya adalah torehan pembalap berusia 24 tahun itu di Silverstone yang cukup mentereng.

Baca Juga:

Sejak membela Ferrari tiga tahun lalu (sebelumnya menjalani musim perdana di F1 bersama Alfa Romeo), Leclerc mampu finis di podium ketiga pada 2019 dan 2020 serta mampu naik podium kedua pada GP Inggris 2021 lalu.  

“Saya menyukai Inggris, sirkuit ini serta sejulah tikungan cepat yang ada di sini. Jadi, saya sudah tak sabar ingin segera menjalani akhir pekan di sini,” ucap Leclerc.

“Kami datang ke Silverstone dengan mobil yang lebih kompetitif dibanding 2021 lalu. Saya berharap kami menjalani akhir pekan yang bersih di Silverstone. Pasalnya, saya selalu mengalami masalah di setiap akhir pekan setelah balapan di Miami.”

Leclerc berharap mampu menemukan kembali performa terbaik dan kemenangan. Dari sembilan balapan yang sudah digelar musim ini, Leclerc dan Ferrari memang baru dua kali menang: GP Bahrain dan GP Australia.

Adapun tujuh lainnya dikuasai oleh para pembalap Red Bull Racing dengan komposisi Verstappen enam kali menang dan satu lainnya Perez.

“Saya rasa GP Inggris dan tiga balapan berikutnya (Austria, Prancis, dan Hungaria) akan sangat penting bagi kami jika mengacu persaingan perburuan gelar. Merebut empat hasil bagus sebelum libur musim panas (paruh musim) tentu akan sangat bagus,” katanya.

Pemenang empat Grand Prix tersebut juga tahu harus fokus pada diri sendiri di setoap balapan. Leclerc juga sangat percaya Ferrari memiliki performa untuk bisa menandingi Red Bull Racing.

“Jika kami memiliki akhir pekan bersih saya yakin hasil bagus akan mengikuti. Sebagai tim, kami sudah melakukan pekerjaan bagus pada awal musim. Jadi, saya kira kami tidak perlu mengubah banyak,” tutur Leclerc.

“Tetapi kami memang masih harus lebih baik dari sisi kestabilan. Saya percaya tim mampu menemukan solusi secepat mungkin bila menemui masalah.

“Kami tahu waktu untuk melakukan itu. Untuk menuju ke sana, kami harus fokus pada diri sendiri. Saya optimistis kami memiliki orang-orang dan mobil yang mampu memenangi balapan dan kejuaraan dunia ini, karena memang itu tujuan kami.

“Tentu situasi yang kami hadapi makin sulit di empat atau lima balapan terakhir lalu. Namun, bukan berarti mustahil (merebut gelar) karena saya masih percaya (mampu juara) sebesar seperti sebelum lima balapan terakhir itu.”

dibagikan
komentar
Alex Albon Ungkap Konsep Baru Williams Tiru Red Bull
Artikel sebelumnya

Alex Albon Ungkap Konsep Baru Williams Tiru Red Bull

Artikel berikutnya

Max Verstappen: Nelson Piquet Bukan Seorang Rasis

Max Verstappen: Nelson Piquet Bukan Seorang Rasis