Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Charles Leclerc Tabrakkan Mobil Ferrari Niki Lauda

Insiden kecelakaan dialami Charles Leclerc saat mengemudikan Ferrari 312B3 yang pernah dikendarai mendiang Niki Lauda, dalam event Grand Prix Historis Monako pada Minggu (15/5/2022).

Screenshot crash, Charles Leclerc, Ferrari 312 B3

Leclerc crash ketika sedang menempuh lap ketiga, sebagai bagian dari parade bersama mantan pembalap Ferrari dan enam kali pemenang Le Mans 24 Hours, Jacky Ickx.

Pemuncak klasemen sementara Formula 1 2022 itu kehilangan kendali saat menuju tikungan La Rascasse. Ferrari 312B3 yang dikemudikannya pun langsung menghantam pembatas.

Ketika melepaskan sayap belakang mobil, Leclerc memberi isyarat tangan untuk menunjukkan ada masalah dengan pedal mobil. Sempat melanjutkan, tapi berhenti di lurusan lantaran asap mengepul dari bagian belakang Ferrari 312B3.

“Saya kehilangan rem. Saya kehilangan rem! Saya mengerem, pedalnya keras, dan jatuh ke lantai (mobil),” tuturnya.

“Saya beruntung masih bisa mengerem saat itu, karena jika terjadi di tempat lain, itu tidak baik… (dan) masalahnya saya takut. Saya biasanya tiba di tikungan secara normal.”

Tak lama, Leclerc lalu meng-Tweet: “Ketika Anda berpikir Anda sudah memiliki semua nasib buruk dunia di Monako dan Anda kehilangan rem di tikungan La Rascasse dengan salah satu mobil ikonik bersejarah Formula 1 Ferrari.”

 

Ironisnya, Ferrari 312B3 adalah mobil yang memicu Ickx untuk hengkang dari Ferrari setelah GP Italia 1973, karena buruknya problem keandalan dan performa.

Penerusnya, Ferrari 312B3 1974, dikemudikan oleh Lauda serta Clay Regazzoni, berhasil menempati peringkat kedua klasemen konstruktor pada musim itu, tertinggal di belakang McLaren M23.

Airbox Ferrari 312B3 yang dikendarai Leclerc, dimiliki Methuselah Racing, berbasis di Cologne, Jerman dan dipimpin oleh Mario Linke.

Sasis mobil masuk dalam daftar entri untuk mengikuti perlombaan mobil grand prix dari 1973 hingga 1976, yang mana dikemudikan Claudia Hurtgen.

Mantan pembalap Abt Cupra Extreme E itu merupakan pengganti di Grand Prix Historis Monako, tapi berhasil menang jelang balapan dengan mobil Ferrari 246 Dino yang dijalankan Methuselah

Sayangnya, bendera merah merampas peluang Hurtgen pada 1993, sekaligus secara efektif mengakhiri karier single-seater, yang berpotensi membuatnya untuk mencapai F1.

Ferrari 312B3 yang ditabrakkan Leclerc berbeda dari 312B3, yang dikemudikan Jean Alesi dalam event tahun lalu, setelah dia disingkirkan oleh tiga kali pemenang Le Mans 24 Hours, Marco Werner.

Baca Juga:

Sebelum berpartisipasi dalam Grand Prix Historis Monako, Leclerc sempat mengemudikan Ferrari 312T4 1979, pada event untuk mengenang 40 tahun meninggalnya Gilles Villeneuve di Fiorano, Italia pekan lalu.

“Itu sangat istimewa. Mobilnya sangat berbeda saat itu,” tutur Leclerc.

“Begitu saya masuk ke mobil, saya benar-benar dapat merasakan bahwa (fitur) keselamatan yang kami miliki sekarang luar biasa. Dan untuk mengemudikan mobil dengan (fitur) keselamatan yang sedikit, Anda harus cukup kuat secara mental.

“Itu (pengalaman yang) bagus dan juga sangat menyenangkan (bisa mengemudikan) mobilnya. Rasanya keren.

“Bannya sama dengan mobil yang berada di museum, karena saya tidak tahu berapa tahun, jadi (terasa) seperti kayu!”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Miami dan Las Vegas Takkan Mampu Gantikan Monako
Artikel berikutnya Ingin 3 Race Director, FIA Buka Kans Michael Masi Kembali

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia