Charles Leclerc Masuk Top 10 Persentase Pole per Grand Prix

Dengan menjadi yang tercepat pada kualifikasi GP Singapura lalu, Charles Leclerc menembus 10 besar persentase pole position per Grand Prix di Kejuaraan Dunia Formula 1.

Charles Leclerc Masuk Top 10 Persentase Pole per Grand Prix

Pole position yang direbut pembalap Scuderia Ferrari itu pada Grand Prix Singapura lalu menjadi start terdepan ke-18 sepanjang kariernya di F1 sejak 2018. Dari jumlah itu separuhnya alias sembilan, dibuat pada musim 2022 ini.

Seluruh 18 pole position yang torehan Leclerc itu dibuatnya bersama Ferrari yang diperkuatnya sejak 2019 (7 pada 2019, 2 2021, 9 2022).

Leclerc memang harus puas finis di posisi kedua pada balapan malam hari di sirkuit jalan raya Marina Bay pada Minggu (2/10/2022) lalu. Namun dengan menjadi yang tercepat di kualifikasi, Leclerc masuk 10 besar daftar pembalap dengan persentase pole per GP di F1.

Dengan sudah mencetak 18 pole dari 97 Grand Prix yang sudah diikuti, persentase pole per GP Leclerc saat ini mencapai 18,56%. Ia kini berada di posisi kesembilan pembalap dengan persentase pole per GP tertinggi di F1.

Namun, posisi kesembilan Leclerc ini berlaku jika seluruh delapan pembalap Amerika Serikat yang pada era 1950-an hanya turun di Indianapolis 500 – saat itu menjadi salah satu putaran Kejuaraan Dunia F1 – tidak dihitung dalam peringkat.

Baca Juga:

Dengan persentase 18,56%, Leclerc menggeser juara dunia F1 1996 Damon Hill ke peringkat ke-10. Hill yang turun dalam 115 Grand Prix dalam tujuh musim (antara 1992 sampai 1999) memiliki persentase pole per GP 17,39% setelah mencatat 20 kali start terdepan.

Usai GP Singapura 2022, hanya ada delapan nama di atas Leclerc yang memiliki persentase pole per GP lebih baik daripada pembalap asal Monako tersebut.

Di posisi kedelapan persentase pole per GP ada nama Sebastian Vettel. Juara dunia 2010, 2011 2012, dan 2013 mampu mencetak 57 pole dalam 17 musim (294 Grand Prix) untuk mencatat persentase pole per GP sebesar 19,45%.

Peringkat ketujuh ditempati Michael Schumacher yang merebut 68 pole dalam 307 GP antara 1991-2006 dan 2010 sampai 2012. Juara dunia tujuh kali (1994, 1995, 2000-2004) itu memiliki persentase pole per GP sebesar 22,15%.

Charles Leclerc, Ferrari F1-75

Charles Leclerc, Ferrari F1-75

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Stirling Moss berada di posisi keenam daftar persentase pole per GP dengan 24,24% (16 pole dari 66 GP). Selama 11 musim terlibat di F1 antara 1951 sampai 1961, torehan terbaik Moss adalah runner-up empat tahun beruntun pada 1955, 1956, 1957, dan 1958.

Posisi kelima ditempati Lewis Hamilton. Juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020) yang kini membela Mercedes itu memiliki persentase pole per GP 33,77% setelah mampu merebut 103 pole (rekor terbanyak di F1) dalam 305 Grand Prix sejak debut pada 2007.

Salah satu legenda F1, Ayrton Senna, berada di peringkat keempat persentase pole per GP dengan 40,7% usai merebut 65 pole dalam 161 Grand Prix. Pole terakhir dibuat juara dunia 1988, 1990, dan 1991 itu pada kualifikasi GP San Marino 1994 di Imola.

Sehari kemudian, legenda asal Brasil itu mengalami kecelakaan hebat di Tikungan Tamburello yang membuatnya meninggal dunia.

Peringkat ketiga sampai pertama persentase pole per GP masing-masing ditempati juara dunia 1952 dan 1953 Alberto Ascari dengan 45,75% (14 pole/32 GP), kampiun F1 1963 dan 1965 Jim Clark dengan 45,83% (33/72), dan jawara F1 lima kali (1951, 1954-1957) Juan Manuel Fangio dengan 56,86% (29/51).

 

dibagikan
komentar
Apa Saja Sanksi untuk Tim F1 Pelanggar Budget Cap
Artikel sebelumnya

Apa Saja Sanksi untuk Tim F1 Pelanggar Budget Cap

Artikel berikutnya

Red Bull Paling Sering Ambil Keuntungan dari Pole Charles Leclerc

Red Bull Paling Sering Ambil Keuntungan dari Pole Charles Leclerc