Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 F1 GP Arab Saudi

Christian Horner Minta F1 Perhatikan DRS di Jeddah

Team Principal Red Bull, Christian Horner, menilai Formula 1 harus melihat lagi penempatan zona DRS untuk menghindari permainan kucing dan tikus saat Grand Prix Arab Saudi.

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, Max Verstappen, Red Bull Racing RB18, battle for the lead

Pada 10 lap terakhir perlombaan di Sirkuit Jeddah Corniche diwarnai duel ketat antara Max Verstappen dengan Charles Leclerc. Balapan akhirnya dimenangi sang juara dunia bertahan, sekaligus menandai kemenangan pertama musim ini.

Menyadari kekuatan DRS di trek Jeddah yang panjang, Leclerc dengan sengaja mulai mengurangi throttle jauh sebelum tikungan terakhir, memaksa Verstappen untuk melakukan overshoot di zona DRS.

Dengan manuver itu berarti Leclerc akan mendapatkan keuntungan DRS pada start/finis berikutnya di lurusan, juga memungkinkan dia untuk merebut kembali keunggulan sebagai pemimpin lomba.

Tetapi, Verstappen cepat menangkap taktik Leclerc. Pada percobaan berikutnya, pembalap Belanda itu mengunci bannya, mencoba untuk tetap berada di belakang rivalnya di depan tikungan hairpin terakhir.

Memasuki empat lap tersisa, Verstappen akhirnya melewati Leclerc serta keluar sebagai pemenang GP Arab Saudi.

“Itu berhasil satu kali sekali dan kemudian untuk kedua kalinya, dia (Verstappen) paham (apa yang terjadi). Jadi, dia mengerem sangat awal dan kemudian ada sedikit kekacauan, tapi saya kira itu menyenangkan,” kata Leclerc.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB18, Charles Leclerc, Ferrari F1-75

Max Verstappen, Red Bull Racing RB18, Charles Leclerc, Ferrari F1-75

Photo by: Zak Mauger / Motorsport Images

Meski pertarungan kedua pembalap menghibur, muncul pertanyaan apakah pembalap yang sengaja berusaha menghindar dan menyalip satu sama lain merupakan jenis balapan yang harus didorong oleh F1.

Ketika ditanya oleh Motorsport.com apakah permainan DRS yang dimainkan menjadi agak konyol, Horner mengakui bahwa kejuaraan harus melihat ke mana zona yang ditarik untuk menghindari permainan kucing dan tikus.

“DRS sangat kuat sehingga Anda bisa melihat ada permainan kucing dan tikus yang terjadi di antara pembalap, yang mana mereka benar-benar mengerem ke titik mereka benar-benar berakselerasi ke tikungan,” ucapnya.

“Menurut saya, mungkin kita harus melihat di mana zona deteksi DRS itu untuk tahun-tahun mendatang. Anda pasti ingin menghindari situasi itu.”

Horner lalu mengatakan, persaingan di Sirkuit Jeddah Corniche sesungguhnya mengonfirmasi regulasi 2022 telah mencapai sasaran. Bahkan saat beberapa pembalap menyarankan bahwa menyalip tidak mungkin dilakukan tanpa DRS.

“Saya pikir hal yang sangat menggembirakan tentang peraturan ini adalah dalam dua balapan terakhir kami telah melihat Charles dan Max saling menyalip sekitar 10 kali, yang belum pernah kami lihat di musim-musim sebelumnya,” ujarnya.

“Ini adalah balapan yang hebat, balapan fantastis lainnya di antara kedua tim. Dari dua contoh itu, Anda harus memberikan tanda centang besar di kotak untuk kemampuan mengikuti dengan cermat dan wheel-to-wheel. Ini luar biasa.”

Putaran ketiga Formula 1 musim 2022 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Albert Park, Melbourne dalam gelaran Grand Prix Australia pada 8-10 April, bulan depan.

Baca Juga:

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Wolff Konfirmasi Prinsipal Tim Tak Pernah Paksa Pembalap Turun di Jeddah
Artikel berikutnya Toto Wolff Klaim Problem Mercedes W13 Terjadi Secara Menyeluruh

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia