Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Christian Horner Puji Sikap Verstappen dan Leclerc

Prinsipal Red Bull Racing, Christian Horner, meyakini sikap saling menghormati antara Max Verstappen dan Charles Leclerc adalah murni, setelah menghabiskan sebagian besar karier junior mereka bersaing satu sama lain.

Max Verstappen, Red Bull Racing, Charles Leclerc, Ferrari

Verstappen dan Leclerc saling mengalahkan satu sama lain dalam empat balapan awal Formula 1 2022, dengan masing-masing mengantongi dua kemenangan.

Meski keduanya kerap bersaing ketat untuk memperebutkan posisi terdepan, tapi tak ada tensi tinggi di antara Verstappen serta Leclerc, karena rasa rispek yang sangat tinggi.

Baik Verstappen maupun Leclerc juga tak merugikan satu sama lain. Itu sangat kontras ketika pembalap asal Belanda itu bertarung sengit dengan Lewis Hamilton sepanjang musim lalu.

Horner menghindari berkata jika ada lebih banyak rasa hormat dalam pertarungan Verstappen-Leclerc ketimbang saat melawan Hamilton. Namun, sejarah yang dimiliki bersama pembalap Ferrari tersebut pada karier juniornya telah menghasilkan sikap menghargai.

“Saya pikir mereka sudah dewasa ketika saling bertarung di karting dan sebagainya, mereka juga sangat mengenal satu sama lain,” kata Horner.

“Mereka berasal dari generasi yang sama, dan ada rasa hormat yang tulus di antara mereka berdua.

“Ferrari punya mobil yang hebat, mereka punya pembalap yang hebat. Mereka hanya kurang beruntung di Imola.

“Tapi yang pasti mereka akan menjadi super kompetitif dalam waktu dua pekan (di Miami). Saya pikir akan seperti itu sepanjang musim.”

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, bertarung dengan Max Verstappen, Red Bull Racing RB18

Charles Leclerc, Ferrari F1-75, bertarung dengan Max Verstappen, Red Bull Racing RB18

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Max Verstappen dan Charles Leclerc bersaing di gokart sebelum Super Max lulus lebih dulu ke single-seater, lalu pindah ke Formula 3 pada 2014, yang dilanjutkan promosi mengejutkan ke F1 2015.

Leclerc akhirnya mendapat peluang menembus F1 pada 2018 bersama Alfa Romeo (saat itu masih bernama Sauber), setelah memenangi kejuaraan GP3 dan Formula 2.

Pembalap asal Monako itu teringat pertarungan ketat antara dirinya dan Verstappen sejak kategori junior. Inilah yang menyebabkan timbulnya persaingan antar kedua pembalap.

“Di karting saya ingat saya atau dia, dan itulah mengapa kami saling membenci pada satu titik, karena sangat sering pertarungan tidak berakhir dengan cara terbaik,” ujar Leclerc.

“Tapi itu adalah saat-saat yang terbaik. Saya pikir kami punya dua gaya mengemudi yang sangat berbeda. Terkadang yang satu akan menang, terkadang yang lain, tapi itu menyenangkan. Saya suka itu.

Leclerc merasa dirinya dan Verstappen sudah sangat matang sejak berkompetisi di karting. Kini, keduanya telah sukses mencapai impian untuk mencapai F1.

“Saat itu hanya mimpi, semuanya tampak mustahil,” ucapnya.

“Jadi sangat bagus sekarang untuk bertarung di Formula 1. Dan ada banyak rasa hormat satu sama lain. Jadi ya, itu pasti telah berubah.”

Baca Juga:

Be part of Motorsport community

Join the conversation

Video terkait

Artikel sebelumnya Red Bull Berpeluang Saingi Ferrari di Paruh Kedua F1 2022
Artikel berikutnya Gunther Steiner: Mick Schumacher Perlu Belajar Menyalip

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia