Formula 1
R
GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
60 hari
Selengkapnya:

Claire Williams Kenyang Dihina Selama Pimpin Williams

Claire Williams bicara panjang lebar tentang tahun-tahun "luar biasa sulit" sebagai kepala dalam tim F1 sebelum mengambil keputusan menjual kepemilikan Williams Racing.

Claire Williams Kenyang Dihina Selama Pimpin Williams

Sejak musim panas lalu, Tim Williams Racing tak lagi berada di tangan keluarga pendirinya, kecuali soal nama. Dorilton Capital, pemegang saham mayoritas yang baru, berjanji untuk melestarikannya.

Lebih dari enam musim, Claire Williams memimpin tim usai mengambil alih peran sang ayah, Frank, sebelum terpaksa melepas kepemilikan karena minim sumber daya untuk memastikan keberlanjutan struktur.

Tak lama setelah penjualan, Claire Williams mundur dan tidak lagi terlibat dalam manajemen tim. Selama berbulan-bulan sebelumnya, perempuan 44 tahun itu kadang menuai kritik pedas.

Bagaimanapun, hal tersebut selalu diabaikannya demi bisa berkonsentrasi pada tugas. Dalam wawancara dengan media Inggris, The Spectator, Claire Williams kembali mengenang periode yang berat itu.

"Tiga tahun terakhir, mandat saya sangat sulit. Tapi ada kondisi yang menjelaskan mengapa kami berakhir di sana ketika saya menjabat," tutur Claire.

"Mereka (pengkritik) lupa ketika saya mengambil alih (pada 2013), saya mewarisi tim yang finis di posisi sembilan, delapan dan sembilan (Formula 1)."

Baca Juga:

"Saya memimpin tim selama sembilan bulan dan berhasil membawanya kembali ke posisi tiga kejuaraan, dua musim berturut-turut. Dua kali di tempat kelima."

Menurut Claire Williams, itu tidak terlalu buruk untuk sebuah tim yang selalu jadi underdog, yang punya staf dan sumber daya lebih sedikit dibandingkan banyak tim F1. Tanggung jawab membuatnya ada di garis depan.

Kemudian perlahan muncul keraguan terhadapnya setelah keputusan atau strategi yang diambil tidak bekerja dengan baik. Claire Williams berusaha tidak ambil pusing dengan memikirkannya.

"Kami menerima banyak dukungan selama tahun-tahun pertama kejatuhan kami. Lalu saya pikir orang-orang mulai berubah, terutama terhadap saya. Mungkin karena saya adalah bosnya," tutur Claire.

"Namun Anda membuat beberapa keputusan karena berpikir itu yang terbaik walau kerap tidak berjalan sesuai harapan dan hal tersebut yang saya alami. Saya benar-benar dibanjiri kritik karena itu."

"Ternyata, saya dapat banyak hinaan di media sosial. Namun saya tidak bisa melihat semuanya karena itu hanya akan menyerap banyak energi dan saya harus fokus pada tim.

"Apa yang paling sering muncul: 'Oh, itu karena dia perempuan.' Ada juga, 'Dia ada di sana karena dia putri Frank, keluarkan dia.' Masih banyak lagi hinaan lain," ia mengungkapkan.

George Russell, Williams

George Russell, Williams

Foto oleh: GP Racing

Tetapi Claire Williams tak pernah peduli dengan apa yang orang pikirkan atau tulis tentangnya. Sebab perempuan kelahiran Windsor, Inggris itu bilang para pengkritik tidak tahu apa-apa. Mereka tidak pernah berada di posisinya.

"Saya putri dari ayah saya dan hal tersebut memang salah satu alasan saya berada di sana. Karena kami tim keluarga, saya bersyukur untuk itu. Orang-orang di Williams ingin generasi berikutnya yang mengurus," kata Claire.

"Keluarga terlibat di dalam tim. Itulah intinya. Jadi, mereka yang mengkritik saya melanjutkan pekerjaan ayah saya, benar-benar tidak paham arti pentingnya keluarga dan generasi penerus," ia menegaskan.

Claire Williams telah mencoba segalanya untuk menyelamatkan tim. Keinginan itulah yang akhirnya mengarah pada keputusan untuk menjual Williams Racing.

"Saya pikir saya akan mampu membawa tim maju jika saya punya lebih banyak waktu dan uang. Namun kami tidak memiliki kemewahan sponsor besar atau pabrikan yang memberi 100 juta pounds untuk tim setiap tahun," kata Claire.

dibagikan
komentar
Courtois Lap Tercepat, Enzo Fittipaldi Menang Ronde Pertama F1 Virtual 2021

Artikel sebelumnya

Courtois Lap Tercepat, Enzo Fittipaldi Menang Ronde Pertama F1 Virtual 2021

Artikel berikutnya

Latifi Pasang Target Serius pada F1 2021

Latifi Pasang Target Serius pada F1 2021
Muat komentar