FIA: Jangan Harap Ajang Balap 2021 Bisa Digelar secara Normal

Presiden FIA, Jean Todt, mengungkapkan bahwa sebagian besar ajang balap internasional masih belum bisa kembali digelar secara normal.

FIA: Jangan Harap Ajang Balap 2021 Bisa Digelar secara Normal

Pandemi Covid-19 membuat kalender balap Formula 1 musim 2020 berubah total. Sempat ditunda sampai pertengahan tahun, F1 pada akhirnya sukses menyelenggarakan 17 balapan.

Sebagian besar balapan digelar di Eropa. Sampai tiga ajang terakhir musim 2020 bergeser ke Timur Tengah, tepatnya dua ajang di Bahrain dan satu di Uni Emirat Arab.

Dan pada musim 2021, Formula 1 merencanakan akan menggelar 23 balapan, terbanyak dalam sejarah ajang balap jet darat tersebut.

Akan tetapi, menurut Jean Todt, kalender balap Formula 1 masih bisa berubah kapan saja. Selain itu, balapan juga diprediksi masih akan tetap digelar dengan protokol kesehatan.

Baca Juga:

Itu mengingat munculnya mutasi baru Covid-19 di Britania Raya. Oleh karena itu, jangan terlalu berharap bahwa ajang balap internasional akan digelar secara normal di tahun 2021.

"Sangat disayangkan bahwa ini (pandemi) belum berakhir," tutur Jean Todt.

"Ini tidak seperti musim-musim biasanya, di mana pada saat berakhir, kami akan memulai lagi dari awal. Virusnya masih ada, lockdown dan pembatasan aktivitas juga masih diterapkan.

"Jadi, saya saja merasa jika krisis Covid-19 berakhir, kehidupan tentunya akan berbeda. Mungkin sampai pertengahan tahun, jangan harap kami menggelar balapan dengan normal," tambahnya.

Fasilitas perlindungan Covid-19 sirkuit

Fasilitas perlindungan Covid-19 sirkuit

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir sudah merusak beberapa kalender ajang balap internasional.

Balapan pembuka musim 2021 Formula E yang sejatinya digelar di Santiago, Chile, dibatalkan. Padahal, Formula E baru saja mendapatkan status sebagai Kejuaraan Dunia di gelaran ketujuhnya.

Ajang Kejuaraan Reli Dunia (WRC) harus menerima nasib bahwa seri kedua mereka, Reli Swedia, mengumumkan pembatalannya.

Penyebabnya kasus Covid-19 yang malah meningkat, bukan menurun, di negeri Skandinavia itu.

dibagikan
komentar
Gasly: Tsunoda Seorang Pembalap Unik dan Menyenangkan

Artikel sebelumnya

Gasly: Tsunoda Seorang Pembalap Unik dan Menyenangkan

Artikel berikutnya

Carlin Sebut Tsunoda Bisa seperti Verstappen dan Norris

Carlin Sebut Tsunoda Bisa seperti Verstappen dan Norris
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tag jean todt , fia , formula 1 , CoViD-19
Penulis Frankie Mao