GALERI: Triple crown, gelar tersulit untuk pembalap mobil

dibagikan
komentar
GALERI: Triple crown, gelar tersulit untuk pembalap mobil
Oleh: Fabien Gaillard
18 Jun 2018 18.25

Triple Crown adalah suatu gelar tidak resmi dalam dunia balap. Tercatat, hingga saat ini hanya ada satu pembalap di dunia yang mampu meraih gelar ini. Mari kita simak para pembalap yang hampir dan juga meraih gelar tersebut.

Titel ini bukan merupakan gelar resmi dalam dunia olahraga balap, cara untuk mendapatkannya adalah dengan meraih kemenangan di GP Monako, LeMans 24 Jam dan Indianapolis 500, dan juga ada variasi lain yang signifikan, di mana kemenangan pada GP Monako diganti dengan gelar Juara Dunia Formula 1.

Pada galeri ini, kita akan membahas pembalap yang setidaknya pernah meraih dua kemenangan dari tiga balapan tersebut. Dengan kemenangan di Indianapolis 500, tentu saja membuat Alonso bisa masuk dalam kategori ini dan hanya bisa diraih oleh pembalap tertentu. Graham Hill menjadi satu-satunya pembalap di dunia yang berhasil meraih gelar ini.

Slider
List

Tazio Nuvolari

Tazio Nuvolari
1/13

Foto oleh: LAT Images

Tazio Nuvolari (helm putih) adalah contoh khusus, karena ia telah membalap jauh sebelum kejuaraan dunia F1 dimulai. Nuvolari merupakan salah satu legenda dunia balap dalam periode antara Perang Dunia pertama dan kedua. Nuvolari meraih kemenangan bersama Alfa Romeo di GP Monako 1932 dan juga di LeMans 1933.

Maurice Trintignant

Maurice Trintignant
2/13

Foto oleh: LAT Images

Maurice Trintignat memulai debut balapnya pada musim pertama Formula 1 di tahun 1950. Pembalap Perancis ini meraih dua kemenangan di Monaco, 1955 bersama Ferrari dan 1958 bersama Cooper. Ia juga merengkuh trofi LeMans pada 1954.

Mike Hawthorn

Mike Hawthorn
3/13

Foto oleh: LAT Images

Pembalap asal Inggris ini meraih gelar Juara Dunia F1 pada musim 1958 dengan menggunakan Ferrari Dino, kemudian memenangkan LeMans 1955 bersama Jaguar.

Phil Hill

Phil Hill
4/13

Foto oleh: LAT Images

Bersama Ferrari, Phil Hill meraih Juara Dunia F1 1966. Setelah pesaing utama dan juga rekan setimnya, Wolfgang on Trips tewas dalam kecelakaan di Monza. Hill juga memenangkan LeMans pada tahun 1958. Walaupun berkebangsaan Amerika, ia tidak pernah berpartisipasi dalam balapan Indy 500.

A.J. Foyt

A.J. Foyt
5/13

Foto oleh: IndyCar Series

Foyt merupakan salah satu legenda balap Amerika. Ia berpartisipiasi selama 35 tahun berturut-turut di Indianapolis 500 (1958 hingga 1993) dan berhasil meraih empat kemenangan (1961, 1964, 1967 dan 1977). Foyt juga menjuarai LeMans 1967 bersama Dan Gurney.

Bruce McLaren

Bruce McLaren
6/13

Foto oleh: LAT Images

Bruce Mclaren meraih kemenangan di F1 Monako pada 1962 bersama tim Cooper, kemudian memutuskan untuk membentuk timnya sendiri pada 1963. Mclaren berhasil meraih trofi juara LeMans 24 jam 1966 bersama kompatriotnya, Chris Amon mengendarai Ford GT40.

Jim Clark

Jim Clark
7/13

Salah satu pembalap legendaris di Formula 1, ia meraih Juara Dunia 1963 dan 1965 bersama Lotus. Pada 1965 ia juga berhasil finis pertama di Indy 500. Namun sayangnya Clark gagal melengkapi titel "Triple Crown", setelah hanya bisa meraih posisi ketiga di LeMans 24 Jam 1960.

Graham Hill

Graham Hill
8/13

Hanya Graham Hill yang mampu meraih gelar "Tripe Crown". Selain menjuarai GP Monako sebanyak lima kali dan dua kali Juara Dunia Formula 1 pada 1962 dan 1968, pembalap asal Inggris finis di posisi pertama dalam debutnya di Indianapolis 500 1966. Ia juga berhasil melengkapi trofi juaranya dalam partisipasi terakhirnya di LeMans 24 Jam pada 1972 bersama Matra.

Jochen Rindt

Jochen Rindt
9/13

Foto oleh: Sutton Images

Mengemudikan Lotus 72C, ia menjalani musim 1970 dengan baik. Namun sebelum meraih gelar juara dunia, ia wafat setelah mengalami kecelakaan di GP Italia. Di tahun itu ia juga memenangi GP Monako. Sepanjang karirnya, ia juga tercatat dua kali ikut serta dalam Indy 500, dengan raihan terbaiknya pada posisi ke-24 di 1967.

Mario Andretti

Mario Andretti
10/13

Foto oleh: IndyCar Series

Juara dunia Formula 1 1978, Mario Andretti berpartisipasi pada Indianapolis 500 dari 1965 hingga 1994, kecuali pada 1979. Namun ia hanya dapat merengkuh trofi kemenangan pada 1969.

Emerson Fittipaldi

Emerson Fittipaldi
11/13

Foto oleh: IndyCar Series

Menjadi pembalap Brasil pertama yang meraih Juara Dunia F1 pada musim 1972 dan 1974, kemudian melanjutkan karirnya di Amerika Serikat. Fittipaldi berhasil meraih titel juara Indy 500 pada 1989 dan 1993, setelah berpartisipasi dari tahun 1984 hingga 1995.

Jacques Villeneuve

Jacques Villeneuve
12/13

Foto oleh: IndyCar Series

Jacques Villeneuve memulai karirnya di Eropa sebelum kembali ke Amerika Utara untuk berkompetisi di Formula Atlantic dan kemudian di CART. Dalam kejuaraan ini, pada 1995 ia memenangi Indianapolis 500 meskipun mendapatkan penalti dua lap karena menyalip Pace Car.

Juan Pablo Montoya

Juan Pablo Montoya
13/13

Sama seperti Villeneuve, Juan Pablo Montoya mengukir sejarah pertamanya di Atlantik pada ajang CART. Ia meraih kemenangan pertamanya di Indianapolis 500 pada 2000. Setelah tampil kembali di IndyCar, Montoya kembali merengkuh trofi kemenangan di sini pada tahun 2015. Posisi terbaik ia saat di Formula 1 adalah dua kali meraih posisi ketiga dalam klasemen akhir pembalap pada 2002-2003, dimana Montoya juga meraih kemenangan di GP Monako 2003 bersama Williams-BMW.

Artikel Formula 1 berikutnya
Red Bull siap beralih ke mesin Honda, tinggalkan Renault

Artikel sebelumnya

Red Bull siap beralih ke mesin Honda, tinggalkan Renault

Next article

Montezemolo: Marchionne "cemburu" dengan kejayaan Ferrari

Montezemolo: Marchionne "cemburu" dengan kejayaan Ferrari