Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Daniel Ricciardo Minta Intervensi kepada Race Control Dikurangi

Daniel Ricciardo menyoroti besarnya tekanan yang didapat race control Formula 1. Sudah saatnya, semua yang berhubungan memberi sedikit kelonggaran.

Lewis Hamilton, Mercedes W12, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Federasi Otomotif Internasional (FIA) menggelar investigasi penuh terkait lap terakhir Grand Prix Abu Dhabi, ketika Max Verstappen menyalip Lewis Hamilton.

Sontak kecaman diarahkan kepada direktur balap F1, Michael Masi, yang memutuskan balapan harus dilanjutkan meski hanya sisa satu putaran. Ia terkesan sangat memaksakan situasi.

Efeknya berbuntut panjang. Masi terancam kehilangan jabatannya saat restrukturisasi terjadi. Pro dan kontra terus terjadi.

Baca Juga:

Pilot Aston Martin, Sebastian Vettel, berharap Masi dipertahankan. Hanya saja, regulasi perlu dipertegas sehingga tidak ambigu dan tak ada inkonsistensi keputusan.

Ricciardo juga memberi dukungan kepada Masi. Berdasarkan pengamatannya, memang ada tekanan lebih besar untuk race control.

“Olahraga secara umum punya lebih banyak eksposur sekarang, yang mana sangat bagus untuk beberapa elemen, tapi juga mungkin menempatkan orang lain di bawah tekanan yang mungkin tidak biasa didapatkannya,” ujarnya.

Michael Masi, Race Director, berjalan di trek dengan kolega FIA

Michael Masi, Race Director, berjalan di trek dengan kolega FIA

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

“Sulit melihat ke belakang dan berpikir apakah direktur balap atau steward terlalu banyak di media. Itu cukup unik dan wilayah tak diketahui.

“Saya tidak tahu apakah kata-kata tidak adil atau apa, tapi saya kira sudah ada sedikit riak dalam situasi ini. Jadi saya kira, disorot beberapa hal mungkin terlalu berlebihan, dan kemudian menempatkan tekanan pada situasi berikutnya.

“Saya hanya merasa sedikit lebih intens dan saya merasa semua orang perlu mundur. Kami semua diberi peran dan apa pun, dan sepertinya orang di sana dengan alasan tertentu. Biarkan orang-orang itu melakukannya."

Beberapa waktu terakhir, beredar rekaman komunikasi antara Masi dengan petinggi Red Bull dan Mercedes seputar akhir balapan. Hal itu menimbulkan kemarahan lagi dari pecinta F1.

Menurutnya, Masi menghadapi banyak intervensi sehingga tidak bisa mengambil keputusan tegas. Mungkin jika ia dibiarkan bebas maka bisa saja hasilnya lebih bagus.

Rekan setim McLaren, Lando Norris, menekankan perlunya konsistensi aturan. Di sisi lain, perlu mempertimbangkan kesalahan manusia yang hanya 1 persen.

“Jelas sekali kalau kami semua menginginkan konsistensi dan saat ada yang tidak konsisten, seperti akhir pekan itu, maka orang akan kesal atau frustrasi,” pilot Inggris menjelaskan.

“Kami ingin konsistensi. Anda melihat kami membuat kesalahan sebagai pembalap dan tentu saja lebih mudah untuk orang-orang menyadarinya. Itu tidak mudah dan manusiawi melakukan kesalahan.

“Saya mendukung Michael. Banyak hal lain yang sangat bagus dilakukan musim lalu atau dalam beberapa musim terakhir, kami bekerja dengannya.

“Ini hanya melempangkan beberapa hal kecil yang mana berdampak besar tentu saja. Bukan sesuatu yang kami inginkan. Formula 1 perlu dijaga dengan filosofi sangat tinggi dan kesuksesan. Itu masih sesuatu yang sedang dibicarakan dan banyak hal sedang berlangsung dan berubah. Kita lihat saja nanti.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation

Video terkait

Artikel sebelumnya Daniel Ricciardo Tak Terganggu Kontrak Lando Norris
Artikel berikutnya Daniel Ricciardo Tak Menyesal Tinggalkan Red Bull

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia