De Meo Ingin Alonso Berperan sebagai Pemimpin Alpine F1

Grup Renault memberi kepercayaan lebih besar kepada Fernando Alonso. CEO Luca De Meo berharap pembalap veteran itu jadi ‘ayah’ Alpine F1 musim depan.

De Meo Ingin Alonso Berperan sebagai Pemimpin Alpine F1

Jika menyangkut Renault, tampakanya pembalap Spanyol itu tak bisa pindah ke lain hati. Ia bergabung pertama kali dengan tim pabrikan Prancis sejak 2003, lalu mempersembahkan titel juara dunia Formula 1 2005-2006.

Sempat pindah ke McLaren, empat tahun kemudian, tapi memutuskan kembali setelah melewati musim yang mengecewakan.

Memperkuat Renault musim 2008-2009, ia lalu pindah ke Ferrari, Honda dan McLaren, sebelum memutuskan keluar dari balap jet darat dan pindah ke balapan lain.

Namun, pada 2021, Alonso menghapus kerinduan terhadap F1 dan ditampung Alpine, yang merupakan nama baru dari tim Renault. Prosesnya kembali tidak mudah karena sempat mengalami kecelakaan sepeda yang membuatnya harus menjalani operasi rahang.

Pria 40 tahun itu juga kesulitan memahami Alpine A521. Butuh lima balapan hingga ia menemukan cara memacu mobil barunya.

Terlepas dari berbagai kendala, Alonso mengakhiri ‘debut’ keduanya dengan peringkat ke-10 dan membawa pulang satu podium dari GP Qatar. Manuver ketika menahan Lewis Hamilton di GP Hungaria, mencuri atensi pecinta F1.

Ia pun menjadi favorit kelima dalam polling tahunan bos-bos Formula 1. De Meo sangat terkesan dengan kepribadian Alonso sehingga memintanya menjadi pemimpin dan menularkan pengaruh positif.

“Saya ingat pertama kali punya kesempatan bicara dengan Fernando, ketika musim panas 2020. Saya hanya bilang kepadanya, ‘Saya gembira Anda bersama saya, mengikuti tradisi di mana Anda kembali pulang ke rumah, tapi satu-satunya yang saya minta, Anda menjadi sedikit ‘godfather’ untuk tim. Anda berpengalaman, menuntut, Anda harus jadi seseorang yang mengangkat kami.’,” tutur De Meo kepada Marca.

Baca Juga:

“Sejujurnya, itu yang sedang dia lakukan, bahkan mungkin lebih baik daripada yang bisa saya bayangkan. Saya sangat gembira dengan apa yang saya lakukan.

“Dia tidak pernah gembira karena dia ingin melakukan pekerjaannya dengan baik. Itu caranya, tapi kami sangat gembira. Juga dengan hubungan yang dia bangun dengan keseluruhan tim, teknisi, insinyur, mekanik dan Esteban Ocon.”

Kehadiran Alonso bukan hanya berpengaruh ke dalam tapi juga ke luar tim. Pamor pembalap tersebut belum luntur meski menghilang dari peredaran F1.

“Dia merupakan pilot paling terkenal, satu yang punya follower terbanyak. Dia punya dampak pada beberapa negara,” ujarnya.

“Fernando berada di level lain. Dia merupakan salah satu legenda olahraga ini, dia dikenal di seluruh dunia. Ini efek positif, tapi dalam F1, kami tidak melakukannya untuk marketing, tapi untuk menang.”

Fernando Alonso, Esteban Ocon, Alpine

Fernando Alonso, Esteban Ocon, Alpine

Fotoğraf: Alpine

Awal musim, Alpine melakukan evaluasi dan restrukturisasi dalam tim. Cyril Abiteboul didepak dari kursi prinsipal tim dan diganti Laurent Rossi. Marcin Budkowski memimpin departemen teknik, Davide Brivio berperan sebagai direktur balap.

Budkowski dan Brivio sama sekali tidak menyentuh tanggung jawab sebagai prinsipal tim. Mereka masih harus melapor kepada Rossi. Jadi Alpine tak punya prinsipal skuad.

“Selalu ada perubahan karena ini adalah tim yang mengalami perubahan tahun lalu, tapi di F1, kontrak bisa jangka panjang,” De Meo mengungkapkan.

“Sebelumnya, kami dapat mengaktivasi penandatanganan, untuk satu atau dua tahun, dan kami kesulitan memilik kru bertalenta. Jadi jangan kaget, jika ada perubahan.

“Orang-orang saya tahu itu, mereka tahu kalau tidak bekerja dengan baik, saya selalu melihat, sampai saya menemukan 11 staf terbaik.”

dibagikan
komentar
Kimi Raikkonen Ungkap Sahabatnya di Formula 1
Artikel sebelumnya

Kimi Raikkonen Ungkap Sahabatnya di Formula 1

Artikel berikutnya

Charles Leclerc Berharap Ferrari Lanjutkan Momentum pada 2022

Charles Leclerc Berharap Ferrari Lanjutkan Momentum pada 2022
Muat komentar