Luca di Montezemolo Beri Saran soal Pemimpin yang Diperlukan Ferrari

Menjadi insinyur andal bukan jaminan bisa menangani tim Formula 1 sekaliber Ferrari. Peringatan itu disampaikan Luca di Montezemolo kepada Prinsipal Mattia Binotto.

Luca di Montezemolo Beri Saran soal Pemimpin yang Diperlukan Ferrari

Si Kuda Jingkrak memulai musim dengan sangat baik. Dalam lima putaran awal, mereka menempatkan pembalapnya di podium pada empat kesempatan.

Charles Leclerc mempersembahkan dua kemenangan dan dua runner-up, sedangkan Carlos Sainz membukukan satu posisi kedua dan dua peringkat ketiga.

Seharusnya, mereka bisa memanfaatkan keunggulan tersebut untuk memaksimalkan kans merebut titel ketika juara bertahan Mercedes terpuruk oleh masalah porpoising. Namun, mereka membuang peluang emas itu karena problem keandalan F1-75 muncul dan mengeksekusi strategi dengan salah.

Di saat mereka mengalami kemunduran, justru Red Bull Racing memperlihatkan lonjakan performa. Skuad Austria mengambil alih kepemimpinan klasemen dan mungkin saja dalam F1 GP Singapura, Max Verstappen merebut gelar kedua beruntun.

Alarm di markas Maranello tersebut rupanya didengar oleh mantan presiden Ferrari, Luca di Montezemolo. Ia mengomentari situasi skuad tersebut yang dapat hukuman karena kesalahan berturut-turut.

Baca Juga:

“Di era saya, kami juga membuat kesalahan, seperti Mercedes atau Red Bull. Namun, Ferrari lebih jadi perhatian media. Ferrari tidak pernah dimaafkan karena itu Ferrari,” tuturnya kepada L’Equipe.

Pria Italia itu tak memungkiri kagum pada kecakapan Binotto tapi di sisi lain, meragukan kapasitasnya sebagai pemimpin pantas untuk Ferrari.

“Binotto sangat pintar untuk melindungi timnya. Dia menerima semua kritik. Dia tameng tim. Namum, Anda harus mengerti kesalahan dan kemudian mengoreksi mereka,” ucapnya.

“Binotto adalah direktur teknik yang luar biasa tapi mengelola Ferrari adalah cerita berbeda.”

Ketika ditanya apakah Ferrari perlu direktur baru, di Montezemolo memilih jawaban aman. Ia memberi saran terkait sosok yang dibutuhkan untuk menahkodai tim balap.

“Siapa saya yang mengatakan seperti itu? Ferrari seperti bendera Italia, itu monumen nasional. Sebelum memboyong Jean Todt ke Maranello pada 1993, saya memikirkan opsi itu untuk jangka waktu panjang dan media banyak membicarakannya,” tuturnya.

“Jika saya mencari bos baru, saya akan melihat dari luar Formula 1. Formula 1 sesuatu yang sangat spesial. Anda bisa jadi manajer bagus atau ahli pemasaran yang bagus, tapi itu tidak menjamin sukses di kelas premier.

“Anda harus ada di sana siang dan malam dan sangat politis untuk mendukung tim Anda . Anda harus kuat dan menjaga tim bersama-sama."

Carlos Sainz, Ferrari F1-75

Carlos Sainz, Ferrari F1-75

Foto oleh: Alessio Morgese

Ferrari akan berusaha menjegal upaya Red Bull mengunci titel di F1 GP Singapura. Pertarungan seru mereka dapat Anda saksikan dari dekat di Marina Bay. Dapatkan tiketnya di Motorsport TicketTersedia diskon 10 persen dengan memasukkan kode promo SINGAPORE10.

Beli tiket F1 atau balapan lain melalui Motorsport Ticket.

dibagikan
komentar
Alasan Mengapa F1 GP Singapura Termasuk Ekstrem
Artikel sebelumnya

Alasan Mengapa F1 GP Singapura Termasuk Ekstrem

Artikel berikutnya

Jean Todt: Ada yang Kurang dari Charles Leclerc

Jean Todt: Ada yang Kurang dari Charles Leclerc