Dokter FIA Sebut Kecelakaan Verstappen Bisa Berakibat Fatal

FIA Medical Rescue Coordinator, Dr. Ian Roberts, mengatakan kecelakaan yang dialami Max Verstappen di Grand Prix Inggris bisa berakibat fatal.

Dokter FIA Sebut Kecelakaan Verstappen Bisa Berakibat Fatal

Verstappen mengalami kecelakaan mengerikan pada lap pertama dalam balapan di Silverstone, Minggu (18/7/2021). Ia menghantam tyre barrier dan impak mencapai 51G.

Insiden itu diawali dari persaingan ketat dengan pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, di Tikungan 9 atau Tikungan Copse yang merupakan salah satu tikungan paling kencang.

Untuk melakukan manuver di tikungan tersebut tidak boleh sembarangan, setiap pembalap harus memiliki perhitungan matang serta yakin rivalnya memberikan ruang.

Insiden antara Verstappen dan Hamilton terjadi karena pembalap Red Bull Racing tidak memiliki ruang yang cukup untuk melewati tikungan tersebut.

Seperti diketahui, Hamilton yang masuk dari sisi dalam sedikit melebar sehingga ban depan kirinya menyentuh ban belakang kanan mobil Verstappen.

Seketika ban mobil Verstappen pecah dan itu membuat pembalap asal Belanda tersebut kehilangan kendali dan menghantam tyre barrier dengan sangat keras.

Dr. Ian Roberts dengan sigap datang ke lokasi dan langsung mengecek kondisi Verstappen usai kejadian tersebut.

Dirinya mengaku terkesan karena tidak ada cedera serius yang dialami andalan Red Bull itu usai mengalami kecelakaan mengerikan.

“Dia sedikit kesal, dan dia bisa keluar kokpit tanpa bantuan siapa pun. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Roberts seperti dilansir Speedweek.

“Saat kami melewati tikungan itu, awalnya terllihat mobil seperti terguling. Untungnya itu tidak terjadi. Tapi tetap saja dia menghantam tyre barrier dengan sangat keras.”

Baca Juga:

Alan van der Merwe, Medical Car Driver, FIA, dan Dr Ian Roberts, Medical Delegate, FIA

Alan van der Merwe, Medical Car Driver, FIA, dan Dr Ian Roberts, Medical Delegate, FIA

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Dr. Ian Roberts merupakan salah satu orang paling berjasa di Formula 1. Ia pernah menyelamatkan nyawa Romain Grosjean ketika mengalami kecelakaan mengerikan di Grand Prix Bahrain.

Sebagai seseorang yang melakukan pertolongan pertama dalam hal medis, Roberts harus memastikan kondisi Verstappen baik-baik saja sebelum dilakukan tindakan berikutnya.

“Kami memeriksanya secepat mungkin saat dia masih berada di kokpit, tapi dia ingin keluar dan melihat apa yang terjadi dengannya,” ujarnya.

“Kami hanya ingin dia sedikit lebih tenang karena dia ingin sesegera mungkin keluar dari mobilnya dan kami ingin tahu terlebih dahulu bagaimana keadaannya.

“Kemudian, kami membawanya ke Medical Center dan akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.”

Ketika ditanya tentang kemungkinan adanya gegar otak, Roberts menjelaskan: “Selalu ada risiko menuju arah sana, jadi kami selalu memastikan itu tidak terjadi saat pemeriksaan awal.

“Kami selalu mencoba mengesampingkan hal itu terlebih dahulu, meski tidak terlihat seperti itu pada pandangan pandangan pertama. Namun kami selalu memeriksa dengan detail.”

Mobil Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, dibawa ke garasi dengan truk

Mobil Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, dibawa ke garasi dengan truk

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

dibagikan
komentar
F1, FIA dan Mercedes Kutuk Rasisme terhadap Hamilton

Artikel sebelumnya

F1, FIA dan Mercedes Kutuk Rasisme terhadap Hamilton

Artikel berikutnya

Leclerc: Verstappen-Hamilton Murni Insiden Balap

Leclerc: Verstappen-Hamilton Murni Insiden Balap
Muat komentar