Eks Bos Sauber Ungkap Konflik Internal Alfa Romeo

Pilihan pembalap untuk Formula 1 2022 ternyata jadi biang kisruh internal dalam Alfa Romeo. Presiden Sauber, Pascal Picci, pun menyerah dan memilih pergi.

Eks Bos Sauber Ungkap Konflik Internal Alfa Romeo

Frederic Vasseur menjadi prinsipal Sauber F1 sejak 2017. Dalam perjalanannya tim berganti nama jadi Alfa Romeo. Berselisih pendapat dengan koleganya di sana bukan hal baru.

Sebelum pindah ke Sauber, ia pernah jadi bagian Renault hingga terlibat konflik dengan Managing Director Cyril Abiteboul. Hal itu yang mendorongnya pindah kapal.

Baru-baru ini, ia berbeda pendapat dengan Picci. Pangkal perkaranya adalah perbedaan terkait komposisi pembalap musim depan.

Pria Italia tersebut kecewa karena Antonio Giovinazzi didepak, padahal pembalap tersebut merupakan penghubung yang mendekatkan antara Alfa Romeo dengan Ferrari. Guanyu Zhou didatangkan untuk mengisi slot kosong. Kursi yang ditinggalkan Kimi Raikkonen bakal ditempati Valtteri Bottas, yang kini memperkuat Mercedes.

Setelah bertengkar dengan sang principal tim, Picci lantas mendeklarasikan pengunduran diri sebelum GP Meksiko.

“Itu kenapa saya meninggalkan Alfa Romeo. Ya, saya membanting pintu! Saya mundur dari jabatan sebagai presiden beberapa hari sebelum GP Meksiko,” ujarnya kepada Motorsport.com.

“Saya tidak mau dihubungkan dengan manajemen Vasseur ke depannya.”

Baca Juga:

Jelas bahwa dia tak sudi kembali ke Alfa Romeo kalau Vasseur dan antek-anteknya yang berkuasa. Misi makin dekat dengan Ferrari, yang dibangun sejak Sergio Marchionne, pun gagal.

“Perbedaan utama dengan Vasseur adalah pilihan pembalap. Itu satu poin yang membuat ikatan saya dan manajemen sekarang rusak,” Picci menuturkan.

“Saya sedih karena Antonio tidak lagi di sini dan saya senang Zhou tiba. Saya kenal dia dan keluarganya sejak lama karena kami ingin merekrutnya untuk akademi pembalap Sauber. Saya juga tahu bahwa ini bernilai secara komersial.”

Dari pernyataan tersebut, sepertinya ia tak keberatan kalau Zhou didatangkan asal Giovinazzi tetap bertahan.

Kepergian pria 63 tahun tersebut membuat banyak pihak terkejut. Pasalnya, ia merupakan figur penting dalam sejarah Sauber.

Picci juga yang menyelamatkan tim tersebut dari kebangkrutan pada 2016 dengan mencarikan investor baru, Longbow Finance. Ia pun ditunjuk memimpin Sauber Holding.

Keputusan meletakkan jabatan sudah dipertimbangkan masak-masak. Picci sadar pengunduran dirinya tak akan mengganggu irama dalam tim.

“Saya tidak mau bicara secara detail, tapi saya bisa katakana bahwa saya tenang untuk masa depan tim karena pemilik antusias dan sangat tertarik dengan olahraga ini, di mana prioritasnya adalah melindungi staf yang bekerja memperbaiki tim,” ucapnya.

“Pengunduran diri saya seharusnya tidak menyebabkan problem untuk staf Sauber. Saya yakin itu.”

Terkait posisi pemilik, Finn Rausing, Picci menjelaskan, “Dia merepresentasikan pemegang saham dan orang yang bisa dipercaya, di mana menempatkan seluruh gairah dan energi terhadap tim. Finn tetap bisa diandalkan dalam kepemilikan. Saya harap yang terbaik untuk tim.”

Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing

Antonio Giovinazzi, Alfa Romeo Racing

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Picci mengungkapkan titik balik soal pandangannya tentang F1, yang menyebabkan dia menyerah. Itu adalah peristiwa di GP Belgia.

“Apa yang terjadi di Spa Francorchamps masih merupakan luka menganga. Fakta bahwa kami punya tiga lap tanpa safety car yang membuat Williams dapat mencetak poin dan menutup kans Alfa Romeo mendapatkan lagi peringkatnya dalam klasemen.

“Itu adalah titik balik penting bagi kami. Itu alas an saya meninggalkan Formula 1 dan menjual property,” Picci menandaskan.

dibagikan
komentar
Daniel Ricciardo: Max Verstappen Kian Matang, namun Tetap Agresif
Artikel sebelumnya

Daniel Ricciardo: Max Verstappen Kian Matang, namun Tetap Agresif

Artikel berikutnya

Pirelli Andalkan Hasil Simulasi F1 Tentukan Ban GP Arab Saudi

Pirelli Andalkan Hasil Simulasi F1 Tentukan Ban GP Arab Saudi
Muat komentar