Empat Pilar yang Bikin Mercedes Berkomitmen pada F1

Mercedes menegaskan komitmen besar terhadap Formula 1. Ini seolah merupakan bantahan terhadap spekulasi bahwa tim tersebut akan menarik diri dari ajang tersebut.

Empat Pilar yang Bikin Mercedes Berkomitmen pada F1

Beberapa faktor memicu tanda tanya. Perubahan komposisi pemegang saham Mercedes-AMG Petronas setelah sepertiganya diakuisisi INEOS, dinilai akan berpengaruh pada keputusan tim.

Selain itu, perdebatan tentang apakah F1 cocok dengan masa depan produsen mobil jalanan di tengah perubahan yang dilakukan para pabrikan otomotif.

Dalam diskusi tentang apakah akan berkomitmen atau tidak kepada F1 untuk periode Perjanjian Concorde baru sejak 2021, bos Mercedes, Ola Kallenius, menegaskan bahwa keputusan didasarkan pada alasan rasional. Bukannya emosi menikmati balapan.

Ia menjelaskan bahwa ada empat pilar kunci yang mesti dipenuhi olahraga untuk meyakinkan Mercedes, bahwa F1 merupakan tempat yang tepat.

“Saya tahu ada spekulasi di media, tapi kami tidak pernah serius mundur karena ini merupakan bagian kuat dari warisan kami,” ujarnya, ketika ditanya Motorsport.com tentang masa depan perusahaan di F1.

“Kami punya merek yang lahir dari trek balapan. Tapi kami bertanya kepada diri sendiri di dewan direksi, pilar apa yang membuat Formula 1, melebihi hubungan emosional dalam olahraga? Bagaimana Anda melihat ini dari sudut pandang rasional? Kami datang dengan empat pilar yang perlu Anda jawab dalam pandangan kami dengan sebuah ya.”

Empat area kunci adalah pertunjukan, lingkungan, keuangan dan keuntungan masa depan. Berikut penjelasan Kallenius tentang alasan elemen tersebut sangat penting.

Baca Juga:

Pertunjukan

Ketika F1 kadang menampilkan balapan yang membosankan, tapi musim lalu menunjukkan bahwa lebih banyak tontonan menarik.

Liberty Media mendorong peningkatan eksposur media sosial dan dukungan Esports, untuk menjaring lebih banyak para penonton muda. Sesuatu yang disukai Mercedes.

Kallenius menjelaskan, “Nomor satu adalah bagaimana show-nya, apakah bagus? Dan bagaimana dengan basis penggemar?”

“Apa yang kami lihat secara khusus beberapa tahun terakhir, lewat media sosial, adalah ledakan dalam jangkauan. Dan berita terbaik adalah para penggemar muda berdatangan, jadi antara 15-30 tahun lewat Esports, lewat media sosial dan melalui pertunjukan yang hebat.

“Saya tak tahu tontonan olahraga motor lebih baik daripada Formula 1. Itu pertanyaan nomor satu. Jawabannya ya.”

Lingkungan

Pergantian ke mesin hybrid turbo merupakan langkah memenuhi kebutuhan lingkungan dari pabrikan mobil. Itu meningkatkan upaya lingkungan secara signifikan dalam dua tahun terakhir.

F1 juga berkomitmen menjadi karbon netral pada 2030, olahraga menatap masa depan di mana balapan grand prix sebagai arena pertempuran teknologi bahan bakar berkelanjutan.

Meski penggunaan hybrid berkelanjutan mungkin tidak secara langsung sejalan dengan pabrikan yang fokus pada masa depan serba listrik, Kallenius mengatakan F1 melakukan hal yang tepat.

“Kami membuat komitmen sangat jelas untuk Daimler dan Mercedes menuju netral CO2 di masa depan, dengan ‘Ambisi 2039’ untuk mobil penumpang,” katanya terkait target netral CO2 perusahaannya.

“Kami ingin mencapai posisi netral CO2 dalam tiga siklus hidup produk dalam 20 tahun. Harus ada juga jalur kredibel menuju olahraga motor berkelanjutan.

“Saya juga bicara kepada Greg Maffei (presiden Liberty) tentang ini pada FOM, yang sangat setuju dengan itu. Dan kami mengeluarkan manifesto untuk tim awal tahun ini, tentang bagaimana kami akan membawa tim Mercedes F1 menuju netralitas CO2.

“Teknologi adalah bagian penting dari itu. Ini adalah formula hybrid yang sudah ada hari ini dan saya bisa melihat bagian kelistrikannya meningkat. Saya dapat melihat itu jadi tempat pengujian untuk mengurangi karbon atau bahan bakar tanpa karbon, di mana akan memainkan peranan dalam dunia menjadi karbon netral.

“Jadi pilar kedua, dapatkah Anda secara kredibel membuat olahraga lebih berkelanjutan? Iya, saya yakin. Dan kami pasti berkomitmen untuk itu.”

Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11, di pit lane

Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11, di pit lane

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Keuangan

Biaya F1 meningkat secara dramatis selama beberapa tahun terakhir, dengan tim-tim sukses mengeluarkan ratusan juta pounds setiap tahun dalam upayanya untuk menang.

Akselerasi pengeluaran yang tidak berkelanjutan dan berisiko membuat pabrikan mobil sukses menarik diri dari F1 kalau mereka tidak bisa menjelaskan penggunaan dana kepada direksi perusahaan.

Pembebanan batas anggaran dari 2021, yang terkait dengan perubahan cara pembiayaan olahraga agar lebih adil bagi setiap orang, adalah faktor-faktor yang membuat Mercedes bertahan di F1.

“Hal ketiga (bagi kami) adalah keberlanjutan finansial,” Kallenius menambahkan. “Pembatasan biaya sangat membantu. Kami merupakan seorang advokat untuk itu. Hal itu membuat rencana ekonomi lebih baik, jadi saya kira kami telah mencentang kotak itu juga,” ucapnya.

Keuntungan masa depan

Perubahan biaya F1 juga harus dilakukan mungkin mengubah model bisnis tim sepenuhnya. Jika dulu, para pemilik seolah ‘membakar’ uang, sekarang ada kesempatan membuat keuangan lebih atraktif dan mencetak profit.

“Yang keempat adalah apakah itu harus selalu jadi pusat biaya, atau bisa jadi waralaba olahraga, seperti klub sepak bola atau klub sepak bola Amerika di Amerika Serikat?” Kallenius mengutarakan. “Dan kami bisa melihat sekarang bahwa orang-orang mulai melihat ini sebagai olahraga waralaba.

“Mendapat mitra hebat dan kuat, serta profesional, yang tahu olahraga profesional, seperti INEOS, dalam gambar menunjukkan itu. Faktanya seseorang seperti Jim (Ratcliffe, CEO INEOS) membuat keputusan bergabung dengan kami, saya kira menguatkan pilar keempat kami.

“Dan dengan keempat pilar itu, bagi saya, keputusan jelas. Kami bergabung.”

dibagikan
komentar

Video terkait

McLaren Harap Ricciardo Bisa Nyetel dengan Norris

Artikel sebelumnya

McLaren Harap Ricciardo Bisa Nyetel dengan Norris

Artikel berikutnya

Daniel Ricciardo Sosok yang Bisa Bersaing dengan Pembalap Terbaik

Daniel Ricciardo Sosok yang Bisa Bersaing dengan Pembalap Terbaik
Muat komentar