Enam Balapan Tersisa, Peluang Max Verstappen-Lewis Hamilton Sama

Menjelang enam balapan terakhir, Max Vestappen memimpin klasemen dengan unggul enam poin atas Lewis Hamilton. Namun, kans juara mereka relatif imbang.

Enam Balapan Tersisa, Peluang Max Verstappen-Lewis Hamilton Sama

Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 tinggal menyisakan enam putaran. Dari 16 balapan yang sudah digelar, Max Verstappen (Red Bull Racing Honda) sudah tujuh kali menang berbanding lima raihan Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1).

Kedua rekan setim mereka, Sergio Perez (Red Bull) dan Valtteri Bottas (Mercedes) masing-masing juga sudah memenangi satu balapan.

Lalu, bagaimana peluang dalam enam balapan terakhir F1 2021 yang dkan dimulai di Circuit of The Americas (COTA) di Austin, Texas, Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan (22-24/10/2021) nanti?   

Baca Juga:

“Lewis Hamilton sudah lima kali menang di Austin. Jadi, kami kira COTA nanti akan menjadi miliknya lagi,” ujar Christian Horner, Prinsipal Tim Red Bull Racing, mengacu torehan juara dunia F1 tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020) itu di COTA.  

“Saya kira kami memiliki peluang cukup bagus di Meksiko dan Brasil. Kami sangat kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Sementara untuk tiga balapan terakhir, kami masih tanda tanya besar.”

Circuit of the Americas (GP Amerika Serikat, 22-24 Oktober)

Valtteri Bottas, Mercedes AMG W10, Sebastian Vettel, Ferrari SF90, Max Verstappen, Red Bull Racing RB15, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W10, Charles Leclerc, Ferrari SF90, Alexander Albon, Red Bull RB15, dan para pembalap lain setelah start F1 GP Amerika Serikat 2019 yang akhirnya dimenangi Bottas.

Valtteri Bottas, Mercedes AMG W10, Sebastian Vettel, Ferrari SF90, Max Verstappen, Red Bull Racing RB15, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W10, Charles Leclerc, Ferrari SF90, Alexander Albon, Red Bull RB15, dan para pembalap lain setelah start F1 GP Amerika Serikat 2019 yang akhirnya dimenangi Bottas.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Dari 41 GP AS yang sudah digelar, delapan terakhir digelar di COTA antara 2012 sampai 2019. Red Bull Racing hanya sekali menang lewat Sebastian Vettel pada 2013. Sementara, Hamilton sudah lima kali menang di COTA (2012, 2014, 2015, 2016, 2017).

Para pembalap Mercedes selalu merebut pole position dalam enam balapan terakhir di COTA. Tetapi, Max Verstappen  juga cukup kompetitif di COTA dalam beberapa tahun belakangan. Ia finis P3 pada 2019, P2 di 2018, dan P4 pada 2017.

Beberapa area cepat di COTA diyakini cocok dengan karakter sasis Red Bull RB16B. Pada kualifikasi GP AS 2019, Verstappen yang berada di grid ketiga hanya tertinggal 0,067 detik dari Bottas yang berebut pole.

Autodromo Hermanos Rodriguez (GP Meksiko, 5-7 November)

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W10, melibas sebuah tikungan Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez pada F1 GP Meksiko 2019.

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W10, melibas sebuah tikungan Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez pada F1 GP Meksiko 2019.

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Verstappen menang di trek ini pada 2017 dan 2018. Pada 2019, Verstappen seharusnya merebut pole GP Meksiko. Tetapi, ia mendapat penalti tiga grid karena mengabaikan bendera kuning akibat kecelakaan hebat yang dialami Bottas di kualifikasi.

Verstappen akhirnya finis P6 pada GP Meksiko 2019 yang dimenangi Hamilton. Hamilton sebelumnya juga mampu menguasai F1 di Autodromo Hermanos Rodriguez itu pada 2016.

Autodromo Jose Carlos Pace (GP Brasil, 12-14 November)

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15, memimpin atas Lando Norris, McLaren MCL34 pada lomba F1 GP Brasil 2019.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15, memimpin atas Lando Norris, McLaren MCL34 pada lomba F1 GP Brasil 2019.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Setelah debut di F1 pada 2005, Red Bull mampu memenangi GP Brasil pada 2009 lewat Mark Webber yang menjadi awal hat-trick mereka di Interlagos (diikuti Vettel dan Webber lagi).

Total, Red Bull lima kali memenangi GP Brasil di Interlagos, dengan dua terakhir dibuat Verstappen pada 2018 dan 2019. Bandingkan dengan Mercedes yang empat kali menang dan dua di antaranya lewat Hamilton (2016, 2018).   

Sprint Race juga bakal kali ketiga digelar di Interlagos setelah Silverstone (Inggris) dan Monza (Italia). Itu berarti ada poin ekstra yang bisa direbut para pembalap.

Sirkuit Internasional Losail (GP Qatar, 19-21 November)

Ini akan menjadi kali pertama F1 menyambangi Qatar di sirkuit yang selama ini – sejak 2004 – selalu menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Balap Motor. Sulit untuk mengetahui apakah trek ini cocok dengan Red Bull RB16B atau Mercedes F1 W12.

Pirelli akan memasok tiga jenis kompon terkuat untuk GP Qatar nanti. Sepanjang musim ini berjalan, Mercedes cenderiung lebih kuat dengan keras (hard) dibanding lunak (soft).

Sirkuit Jeddah Corniche (GP Arab Saudi, 3-5 Desember)

Sirkuit baru. Informasi terakhir menyebut Jeddah Corniche Circuit akan memiliki karakter cepat. Namun, memprediksi siapa yang akan diuntungkan di atas trek jalan raya ini rasanya mustahil.  

Sirkuit Yas Marina (GP Abu Dhabi, 10-12 Desember)

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16, melesat di Sirkuit Yas Marina pada F1 GP Abu Dhabi 2019.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16, melesat di Sirkuit Yas Marina pada F1 GP Abu Dhabi 2019.

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Dari 12 kali gelaran GP Abu Dhabi, Mercedes memang dominan dengan enam kemenangan (beruntun antara 2014-2019). Lewis Hamilton empat kali menang (2014, 2016, 2018, 2019). Namun, Max Verstappen berhasil naik podium utama tahun lalu.

Persaingan saat ini juga berbeda. Red Bull – yang empat kali menang di Yas Marina (2009, 2010, 2013, 2020) – tahun ini lebih kompetitif dengan RB16B. Layout sirkuit juga sedikit diubah. Jadi, akan menarik menyaksikan duel terakhir Verstappen-Hamilton di Abu Dhabi nanti.

dibagikan
komentar
Bos Williams Terkesan dengan Performa Brilian Mick Schumacher
Artikel sebelumnya

Bos Williams Terkesan dengan Performa Brilian Mick Schumacher

Artikel berikutnya

Langkah Colton Herta ke Formula 1 Terganjal Poin Super License

Langkah Colton Herta ke Formula 1 Terganjal Poin Super License
Muat komentar