Dalam Enam Bulan Honda Mampu Ciptakan Senjata Terakhir Red Bull

Oktober 2021, Honda memicu kejutan ketika mengumumkan bila musim 2021 akan menjadi periode terakhir mereka di F1. Dan, pabrikan Jepang ingin pergi secara terhormat. Itu coba diwujudkan lewat power unit-nya.

Dalam Enam Bulan Honda Mampu Ciptakan Senjata Terakhir Red Bull

Kinerja mesin Honda pada awal Formula 1 (F1) 2021, Grand Prix (GP) Bahrain, sangat mengesankan. Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, tampil dominan dengan RB16B yang ditunjang power unit RA621H dan hanya berjarak 0,7 detik dari kemenangan.

Bukan tak mungkin kolaborasi Honda, Red Bull dan Verstappen akan bisa menghasilkan sesuatu yang sudah didamba lama, merebut gelar kejuaraan dunia ajang jet darat dari okupasi Mercedes.

Tahun lalu, Honda merilis power unit (mesin) mumpuni, dengan output tenaga yang ditingkatkan, mengantar mereka finis di belakang Mercedes. Namun Departemen Teknis Honda meyakini mesin itu telah mencapai batasnya.

Walau telah memutuskan bakal pergi pada akhir 2021, tim pimpinan F1 Honda berhasil meyakinkan Presiden Honda, Takahiro Hachigo untuk mengimplementasikan rencana pembangunan struktur power unit F1 baru mereka.

Tadinya itu ditargetkan untuk 2022. Tetapi akhirnya diwujudkan sebagai persembahan final. Tentu ini adalah langkah yang berani, namun sangat mungkin memberikan kado perpisahan terindah yang pernah dibayangkan.

Baca Juga:

Para teknisi Honda berada di bawah tekanan ekstrem sebab mereka tidak punya banyak waktu. Tenggat yang tersedia hanya enam bulan untuk menyiapkan mesin anyar.

Kepada Lawrence Barretto dari Formula1.com, Kepala Riset & Pengembangan F1 Honda, Yasuaki Asaki, mengakui tim menghabiskan beberapa tahun terakhir melihat mesin lama guna mengetahui batasnya. Namun baru awal Oktober mereka baru bekerja.

Dengan skala waktu persiapan yang sangat singkat, wajar bila Red Bull mempunyai beberapa pertanyaan. Tetapi Honda meyakinkan bahwa tindakan seperti itu diperlukan jika ingin menantang Mercedes musim 2021.

"Kami menjelaskan bahwa dengan PU (power unit) sebelumnya kami tidak bakal sanggup mengalahkan Mercedes dan kami membutuhkan PU baru untuk menang. Karenanya, kami mulai mengerjakannya (meski dengan waktu singkat)," kata Asaki.

"Dengan bantuan Honda Motor, kami mendapatkan masukan tentang metode produksi. Ini memungkinkan kami membuat suku cadang tertentu tiga kali lebih cepat dari biasanya dan menyelesaikan unit yang dibutuhkan untuk balapan pertama."

Bahwa Honda telah berhasil melakukannya, menguji mesin di Bahrain tepat waktu dan bekerja dengan andal adalah bukti dari tekad yang kuat para pekerja mereka untuk bisa memutus dominasi Mercedes musim ini.

Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, menggeber mobil RB16B yang didukung power unit Honda, dalam F1 GP Bahrain 2021.

Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, menggeber mobil RB16B yang didukung power unit Honda, dalam F1 GP Bahrain 2021.

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

"Mengubah struktur PU hanya dalam waktu enam bulan hingga tes dan putaran pertama merupakan hal yang sangat menantang untuk dilakukan. Namun berkat kerja semua orang, kami mampu menyelesaikannya dengan baik," ujar Asaki.

Terdengar simpel: Untuk mengalahkan Mercedes, Honda perlu menghasilkan lebih banyak tenaga. Demi mencapai itu, Honda melakukan upaya terbaiknya, termasuk merombak power unit mereka.

Berbicara setelah GP Bahrain, Direktur Teknik Honda F1, Toyoharu Tanabe, menjelaskan tentang perubahan spesifik yang telah dilakukan pada mesin Honda, dan alasan mengapa mereka sangat ingin membantu Red Bull.

Honda mengubah tata letak camshaft, membuatnya compact sekaligus mengubah sudut katup. Ini memungkinkan Honda mengembangkan ruang bakar dalam upaya meningkatkan efisiensi pembakaran dan menurunkan pusat gravitasi mesin pembakaran internal (ICE).

"Posisi camsaft (noken as) lebih rendah, dan kami juga menurunkan ketinggian mesin. Ini menjadikannya power unit yang lebih compact," Tanabe menjelaskan kepada Motorsport.com.

"Hasilnya, saat mesin dipasang ke sasis, derajat aliran udara di dalam mobil meningkat. Dengan kata lain, ini berkontribusi besar pada aerodinamika,"

Body mobil F1 Red Bull Racing untuk 2021 yang memakai mesin Honda RA621H, RB16B, tengah dibongkar teknisi mereka.

Body mobil F1 Red Bull Racing untuk 2021 yang memakai mesin Honda RA621H, RB16B, tengah dibongkar teknisi mereka.

Foto oleh: Uncredited

"Kami mengubah bore pitch dengan mengurangi jarak antara satu lubang dengan lubang lainnya. Jadi kami membuat mesin itu sendiri lebih pendek dan kecil. Ini pertama kalinya kami melangkah jauh mengubah struktur PU," Asaki menambahkan.

Honda sadar hanya memiliki satu kesempatan lagi untuk mengalahkan Mercedes sebelum meninggalkan F1, jadi mereka melakukan segalanya demi mewujudkan hal tersebut.

Berdasarkan simulasi dan data Honda, jika telah punya mesin sesuai ekspektasi, mereka percaya bahwa mengalahkan power unit paling dominan di era turbo hybrid mungkin dilakukan.

"Tujuan kami adalah mengalahkan Mercedes. Tahun lalu saat kami mengira makin dekat dengan mereka, Mercedes berprogres lebih lanjut. Jadi, melihat lagi apa yang telah kami pelajari, saya yakin kami mampu bersaing dengan mereka," ucap Asaki.

Berdasarkan kinerja di F1 GP Bahrain, yang digelar di trek yang peka dengan power, Honda jelas telah membuat kemajuan signifikan. Untuk kali pertama di era hybrid, Red Bull benar-benar kompetitif dalam satu putaran di kualifikasi.

Max Verstappen berhasil merebut pole position dengan keunggulan hampir 0,4 detik dari juara bertahan dan pembalap andalan Mercedes, Lewis Hamilton. Meski saat race pabrikan Jerman kembali berjaya, itu bukan karena masalah power unit.

Selain mesin Honda, Red Bull berharap banyak kepada dua pembalapnya, Max Verstappen dan Sergio Perez untuk bisa memaksimalkan RB16B menghadapi Mercedes.

Selain mesin Honda, Red Bull berharap banyak kepada dua pembalapnya, Max Verstappen dan Sergio Perez untuk bisa memaksimalkan RB16B menghadapi Mercedes.

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

Honda memang masih belum mampu mengungguli Mercedes. Namun F1 musim ini baru jalan satu putaran, ada 22 balapan lagi. Secara keseluruhan Bahrain memberikan sinyal yang sangat positif dan semua pihak menyadari progres Honda, termasuk Mercedes.

"Honda sudah melakukan pekerjaan fantastis dengan membuat power unit yang kompetitif. Honda tidak memiliki tekanan. Melihat performa seperti ini, mereka bisa menutup perjalanan di F1 dengan sangat baik,” tutur Prinsipal Merceds, Toto Wolff.

"Honda pabrikan besar. Mereka mampu melakukan apa saja untuk membuat mesin yang tidak hanya bertenaga besar tetapi juga memliki daya tahan bagus hingga pada akhir tahun nanti. Situasi ini menjadi motivasi yang bagus buat kami."

Terlepas dari apa pun hasil akhirnya musim ini, Honda bisa berbangga karena mampu memproduksi mesin yang kini menjadi pesaing sejati Mercedes dengan kecepatan murni.

Jika mereka dapat terus memaksimalkan potensi mesin dan Red Bull memanfaatkan sisi sasis serta pembalapnya, Verstappen dan Sergio Perez mengekspos paket dengan baik, 2021 bisa menjadi perpisahan hebat bagi salah satu produsen mesin terbaik F1.

"Intinya, kami sudah melakukan yang terbaik, menciptakan sesuatu agar bisa mereka gunakan untuk bersaing di musim ini. Honda senang bisa membantu Red Bull bersaing dalam memperebutkan gelar juara," ujar General Manager F1 Honda, Masashi Yamamoto.

dibagikan
komentar
Gasly Sebut AlphaTauri Bisa Bersaing dengan Ferrari dan McLaren

Artikel sebelumnya

Gasly Sebut AlphaTauri Bisa Bersaing dengan Ferrari dan McLaren

Artikel berikutnya

Mercedes Geser Posisi James Allison

Mercedes Geser Posisi James Allison
Muat komentar