Esteban Ocon Jelaskan Sulitnya Adaptasi di F1

Setelah absen sebagai pembalap utama di Kejuaraan Dunia Formula 1 2019, Esteban Ocon kembali turun penuh di F1 pada 2020.

Esteban Ocon Jelaskan Sulitnya Adaptasi di F1

Menjelang merebut gelar GP3 Series pada 2015, Esteban Ocon, direkrut masuk program pembalap muda Mercedes F1. Pada Februari 2016, Ocon disiapkan untuk menjadi pembalap cadangan Renault Sport F1 Team pada musim 2016.

Namun begitu, di paruh kedua F1 2016, tepatnya sejak lomba ke-13, Ocon menggantikan Rio Haryanto di Manor Racing MRT.

Sekira bulan November 2016, Force India resmi mengontrak Ocon untuk F1 2017, sebagai bagian dari kontrak panjang dengan Mercedes sebagai pemasok mesin, dengan menjadi tandem Sergio Perez.

Pada F1 2019, Ocon menjadi pembalap cadangan Mercedes karena posisinya di Racing Poin – nama baru tim Force India – digantikan Lance Stroll. Pada 2020, Esteban Ocon kembali ke F1 bersama Renault. Dengan begitu, ia praktis hanya setahun tidak turun di F1.

Namun begitu, pembalap Prancis, 24 tahun, tersebut mengaku sulit beradaptasi dengan karakteristik mobil F1 Renaut, R.S.20. Di F1 2020 lalu, Ocon kalah segala-galanya dari Daniel Ricciardo, rekan setimnya.

Di kualifikasi, Ocon kalah 2-15 dari Ricciardo. Sementara, saat lomba, Ocon hanya empat kali menang berbanding 13 milik Ricciardo. Kendati mampu naik podium kedua di GP Sakhir, Ocon finis di P12 klasemen akhir sedangkan Ricciardo kelima.

Ocon mengaku sepanjang musim 2020 lalu waktunya habis untuk beradaptasi dengan mobil Renault. Ocon menyebut perkembangannya mulai terlihat di sejumlah lomba menjelang akhir musim. Tidak hanya lebih cepat, Ocon juga lebih konsisten.

Baca Juga:

“Dibanding awal musim, saya merasa lebih berpengalaman dan lebih baik ada akhir musim,” kata Ocon menjelaskan.

“Awalnya, saya mencoba menyesuaikan gaya balap. Di F1, Anda bisa belajar lebih banyak bila dekat dengan para teknisi dan berusaha mengenal betul mobil. Semua itu akan memberi Anda keyakinan dan mampu mengendalikan mobil dengan bagus.” 

Esteban Ocon menyebut pada akhir musim F1 2020 ia merasa jauh lebih baik di atas Renault R.S.20. “Mobil sangat kuat di Bahrain. Saya kira, perkembangan sudah ke arah yang tepat,” ucap Ocon soal hasil finis keduanya di GP Sakhir.

Ocon mengungkapkan, saat dirinya mulai turun untuk Renault, ia tahu ada tantangan berat karena harus mempelajari kembali mobil dari nol. Itu karena Ocon sebelumnya turun bersama Force India yang menggunakan mesin Mercedes.

“Secara umum, Renault jelas tidak sama dengan Mercedes yang pernah saya uji atau mobil Force India yang pernah saya andalkan buat lomba. Mereka tidak sama karena karakternya memang berbeda,” tutur Ocon.

“Cara Anda saat melibas tikungan takkan sama. Demikian pula teknik Anda saat masuk atau keluar tikungan, tidak sama. Sebelumnya, saya kira sama saja cara mengendarai Renault dengan yang saya lakukan di Force India.”

Esteban Ocon pun menegaskan bahwa semua mobil di grid F1 berbeda. Satu hal yang ia pelajari di Renault – yang akan berganti nama menjadi Alpine pada 2021 – adalah mencari set-up mobil secepat mungkin sekaligus mempelajari karakternya semusim penuh.

Di Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 nanti, Esteban Ocon akan didampingi Fernando Alonso, juara dunia F1 2005 dan 2006 yang kembali setelah dua tahun absen. Keduanya akan turun dengan bendera Alpine F1 Team.

dibagikan
komentar
Terpapar Covid-19, Perez Sempat Merasa Tak Berguna

Artikel sebelumnya

Terpapar Covid-19, Perez Sempat Merasa Tak Berguna

Artikel berikutnya

Ferrari Gelar Tes untuk Sainz dan Leclerc Pekan Depan

Ferrari Gelar Tes untuk Sainz dan Leclerc Pekan Depan
Muat komentar