F1 Bubble Abu Dhabi, Ketatnya Standar Protokol Covid-19

Otoritas Kejuaraan Dunia Formula 1 akan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan pada lomba terakhir F1 2020, GP Abu Dhabi, akhir pekan ini. Ketatnya protokol Covid-19 bisa membuat Lewis Hamilton kembali absen.

F1 Bubble Abu Dhabi, Ketatnya Standar Protokol Covid-19

Aturan ketat yang diterapkan Pemerintah Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk mencegah penyebaran Covid-19 bisa menjadi masalah bagi Lewis Hamilton untuk turun di putaran terakhir (17) Kejuaraan Dunia Formula 1 2020, Jumat sampai Minggu (11-13/12/2020).

Juara dunia F1 tujuh kali itu terpapar Covid-19 pada Senin (30/11/2020) pekan lalu, seusai memenangi GP Bahrain, sehingga absen pada GP Sakhir, Minggu (6/12/2020) malam lalu.

Namun, aturan ketat Pemerintah Abu Dhabi dan otoritas F1 membuat pembalap Tim Mercedes-AMG Petronas kampiun F1 2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, dan 2020 tersebut terancam tidak bisa turun di balapan terakhir. Bahkan meskipun hasil tesnya nanti negatif.

Untuk kali pertama dalam sejarah, hampir semua peserta F1 – kecuali pembalap dan para bos tim yang terbang dengan jet pribadi – diterbangkan dari Bahrain ke Abu Dhabi dengan 10 pesawat sewaan khusus dengan pengawasan dan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Demi mencegah penyebaran Covid-19, Pemerintah Abu Dhabi bahkan sudah menutup jalan masuk dari Dubai. Beberapa kendaraan untuk keperluan F1 memang masih diizinkan lewat. Namun, itu pun setelah negosiasi berbulan-bulan dengan otoritas F1 dan pihak berwenang setempat.

George Russell, Mercedes-AMG F1

George Russell, Mercedes-AMG F1

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Cara Masuk ke Abu Dhabi

Area di sekitar Sirkuit Yas Marinas dan sejumlah hotel yang berbatasan langsung dengan trek sudah ditutup. Akses masuk untuk personel F1 hanya diizinkan sampai Senin (7/12/2020).

Setelah itu, tidak ada yang boleh meninggalkan area yang kemudian disebut “biosfer” tersebut. Jika mendesak atau bersikukuh pergi, mereka baru boleh masuk kembali ke “biosfer” pada Selasa (8/12/2020). Itu pun setelah menunggu hasil tes Covid-19.

Pengecualian diberikan kepada kendaraan dan personel yang mendapatkan akreditasi dari pemerintah. Proses persiapan ini sejatinya dimulai di Bahrain, saat semua peserta F1 wajib mengikuti tes Covid-19 begitu tiba di bandara.

Baca Juga:

Lalu, mereka harus mengisolasi diri di hotel sampai menerima kabar dari Pemerintah Bahrain lewat program aplikasi di telepon seluler Jika negatif, mereka baru boleh keluar hotel.

Selama sekitar dua pekan di Bahrain – untuk GP Bahrain dan GP Sakhir – semua personel F1 dites beberapa hari sekali. Ini berkat kerja sama antara Pemerintah Bahrain dengan Federasi Automobil Internasional (FIA) selaku penanggung jawab F1.

Jadi, untuk bisa masuk ke Abu Dhabi, peserta F1 harus sudah tinggal di Bahrain minimal satu minggu. Mereka yang tidak datang ke GP Bahrain seperti Prinsipal Tim Ferrari, Mattia Binotto, harus ada di lomba kedua Bahrain (GP Sakhir) agar terjamin bisa masuk Abu Dhabi untuk lomba terakhir.

Opsi alternatif untuk datang ke Abu Dhabi adalah wajib karantina selama 48 jam bagi mereka yang datang langsung dari Eropa. Tidak dirinci apakah perlakuan yang sama juga akan diterapkan untuk mereka yang terbang dari Asia, Afrika, atau Amerika.   

Sebuah Boeing 787 Dreamliner dan Airbus A380 milik maskapai Abu Dhabi, Etihad, terbang di atas grid Sirkuit Yas Marina sebelum gelaran GP Abu Dhabi 2019.

Sebuah Boeing 787 Dreamliner dan Airbus A380 milik maskapai Abu Dhabi, Etihad, terbang di atas grid Sirkuit Yas Marina sebelum gelaran GP Abu Dhabi 2019.

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Bagaimana Logistik GP Abu Dhabi Didatangkan?

Divisi transportasi F1 telah menggandeng sponsor GP Abu Dhabi, Etihad, untuk menyediakan 10 pesawat untuk disewakan. Sembilan Airbus A320/321 dan satu Boeing 777 akan terbang dari Bahrain setiap jam dimulai pukul 10 pagi untuk mengankut 1.248 orang berikut perlengkapan mereka.

Karean harus menjaga jarak, otomatis tidak semua kursi pesawat bisa diisi. Anggota tim dan staf juga ditempatkan tersendiri.

Bila tim-tim kadang menggunakan pesawat sewaan, khususnya untuk lomba-lomba berurutan, di GP Abu Dhabi 2020 inilah untuk kali pertama semua penghuni paddock – termasuk pembalap, tim, FIA, televisi F1, sampai jurnalis independen – harus menggunakan pesawat sewaan khusus.       

Pesawat jet pribadi diberi sedikit kelonggaran. Namun, mereka tetap harus datang pada Senin. Setiap penumpangnya juga harus membawa hasil negatif tes di Bahrain untuk bisa terbang ke Abu Dhabi.

Seluruh area terminal 3 Bandara Internasional Abu Dhabi ditutup pada Senin untuk menampung kedatangan rombongan F1 dari Bahrain. Meski sudah membawa surat keterangan negatif Covid-19, semua yang datang di Bandara Abu Dhabi tetap harus menjalani tes lagi.

Denah area “biosfer” F1 untuk gelaran GP Abu Dhabi 2020, akhir pekan ini.

Denah area “biosfer” F1 untuk gelaran GP Abu Dhabi 2020, akhir pekan ini.

Foto oleh: FIA

Biosfer F1 di Abu Dhabi

Staf tim akan dibawa ke sejumlah hotel dekat sirkuit, masuk ke “biosfer” dan tidak bisa meninggalkannya sampai lomba selesai. Mereka lalu harus isolasi diri di kamar sepanjang Senin malam untuk menunggu hasil tes.

Enam hotel akan dipakai untuk semua peserta F1. Salah satunya hotel ikonik dengan bentuk kepala paus, Hotel W, yang ada di tengah sirkuit.

Hotel ketujuh telah dipesan secara eksklusif untuk staf hotel-hotel lain dan staf sirkuit serta penyelenggara dari Abu Dhabi. Jadi, staf lokal tidak akan bisa pulang ke rumah.

Para staf lokal ini juga harus dikarantina di hotel tersebut selama 14 hari sebelum kedatangan rombongan F1.

Hotel W selama ini sangat jarang dipakai untuk F1 meskipun lokasinya hanya beberapa meter dari paddock. Adanya sejumlah kelab malam dan bar eksklusif di hotel ini membuat tempat ini banyak dipesan para tamu VIP. Namun, tahun ini Hotel W dipesan otoritas F1.

Beberapa hotel lain di seberang jalan dari sirkuit juga dibuatkan semacam komplek sehingga benar-benar tertutup dari luar. Para staf tim maupun F1 hanya perlu berjalan kaki dari hotel mereka ke paddock lewat jalan yang juga tertutup.

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, terancam tidak bisa masuk Abu Dhabi karena protokol Covid-19 yang sangat ketat.

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1, terancam tidak bisa masuk Abu Dhabi karena protokol Covid-19 yang sangat ketat.

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

Bagaimana Cara Hamilton Masuk Abu Dhabi?

Situasi yang dihadapi Lewis Hamilton cukup rumit. Bukan saja karena masih menghuni karantina di Bahrain, pembalap Inggris itu juga harus berhadapan dengan aturan masuk Abu Dhabi yang sangat, sangat ketat.

Bila hasil tesnya negatif pekan ini tetapi tidak mampu terbang ke Abu Dhabi pada Senin dengan jet pribadi, Lewis Hamilton hanya bisa masuk Abu Dhabi pada akhir pekan. Itu pun jika Pemerintah Abu Dhabi memberikan perlakuan khusus kepadanya. 

dibagikan
komentar
Sainz Berharap Racing Point Tersandung

Artikel sebelumnya

Sainz Berharap Racing Point Tersandung

Artikel berikutnya

Masa Depan Sergio Perez Jadi Bukti F1 Tak Perlu Pembalap Terbaik

Masa Depan Sergio Perez Jadi Bukti F1 Tak Perlu Pembalap Terbaik
Muat komentar