F1 enggan tinggalkan TV berbayar - Liberty

Kepala komersial Formula 1, Sean Bratches, mengaku ingin tetap mempertahankan konten F1 di televisi berbayar. Tetapi ia juga tidak menutup kemungkinan untuk menawarkan paket yang bisa dinikmati secara gratis.

Imbas perpindahan dari saluran Free to Air ke saluran berbayar, jumlah penonton F1 terus mengalami penurunan. Formula 1 juga mengalami dilemma di antara pilihan menerima pendapatan yang lebih banyak dari perusahaan televisi, atau meningkatkan ketertarikan publik awam.

Ketika ditanya oleh Motorsport.com bagaimana F1 akan menyeimbangkan tawaran uang dari televisi berbayar dengan jumlah audiens yang lebih sedikit, Bratches berkata: "Saya pikir, ini dinamika yang selalu dihadapi banyak olahraga. Mereka kerap menerima kenyataan bahwa uang pendapatan mereka banyak yang berasal dari tawaran televisi berbayar.

"Tapi hal itu tidak berlaku di semua kawasan, setiap pasar berbeda-beda. Aday kawasan di mana penetrasi saluran televisi berbayar cukup tinggi. Jadi keuntungan ekonomi dari kawasan tersebut lebih mudah didapat.

"Ada juga pasar di mana penetrasi saluran televisi berbayar cukup rendah dibandingkan saluran Free to Air – membuat proses perpindahan ke televisi berbayar menjadi lebih sulit. Di kawasan itu lah yang juga sedang kami garap."

Ia menambahkan: "Saya pikir peluang untuk membuat sebuah paket Free to Air itu tetap terbuka. Paket itu akan kami gunakan untuk menggenjot eksposur F1 ke populasi yang lebih luas.

"Pendapatan yang kami terima dari paket berbayar memang sulit untuk ditolak, tetapi di saat yang sama, kami juga ingin membangun F1 sebagai merek yang dapat menarik banyak sponsor untuk berinvestasi dengan visi dan keyakinan kami.

"Saya pikir kombinasi keduanya menjadi langkah yang tepat. Kami akan mengambil keputusan per tiap kawasan."

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tipe artikel Breaking news