F1 GP Jepang Dibatalkan, Honda Kecewa

Dibatalkannya Formula 1 Grand Prix Jepang membuat Honda selaku pemasok mesin sangat kecewa. Mereka pun mengungkapkan alasannya.

F1 GP Jepang Dibatalkan, Honda Kecewa

Kekecewaan Honda terkait dibatalkannya F1 GP Jepang 2021 di Sirkuit Suzuka, yang sebelumnya dijadwalkan digelar pada 10 Oktober, memang bisa dimaklumi.

Pasalnya, Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 ini akan menjadi musim terakhir pabrikan asal Jepang itu turun sebagai pemasok mesin.

“Honda sangat kecewa dengan pembatalan GP Jepang ini karena 2021 akan menjadi musim terakhir kami dalam proyek Formula 1. Kami sebelumnya sudah membayangkan bakal banyak penggemar yang menyaksikan,” demikian pernyataan resmi Honda.

“Musim 2021 kini mulai memasuki puncaknya dan kami pasti akan melakukan yang terbaik. Kami akan mengerjakan segalanya untuk mencapai target, memenangi gelar saat proyek Honda Formula 1 berakhir. Kami berharap fans akan terus mendukung.”

Honda memang pantas kecewa karena ini kali kedua beruntun GP Jepang dibatalkan karena penyebab yang sama, pandemi Covid-19 yang kembali merebak.

Honda tercatat empat periode turun di F1. Pada periode pertama, 1964-1968, mereka turun sebagai tim pabrikan dan gagal total.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Setelah mundur dari F1 pada akhir musim 1968, Honda kembali lagi hanya sebagai pemasok mesin mulai 1983 sampai 1992. Saat itu, mereka memasok mesin untuk tim Williams (1983-1987), Lotus (1987-1988), McLaren (1988-1992), dan Tyrell (1991).

Di era kedua inilah Honda meraih kejayaan di Formula 1. Mereka ikut merasakan gelar juara dunia konstruktor pada 1986, 1987, 1988, 1989, 1990, dan 1991.

Gelar juara dunia pembalap juga mereka rebut lewat Nelson Piquet (1987), Alain Prost (1990), dan tiga kali melalui Ayrton Senna (1988, 1990, 1991).

Periode ketiga Honda terjadi pada 2000 sampai 2008. Mereka juga sempat turun sebagai tim pabrikan dengan nama Lucky Strike BAR Honda pada 2006 sampai 2008.

Pada era keempatnya yang dimulai pada 2015, Honda memasok mesin untuk McLaren (2015-2017), Scuderia Toro Rosso yang kemudian menjadi AlphaTauri sejak 2021 (2018 – sekarang) dan Red Bull Racing (sejak 2019).

Sampai seri ke-11 F1 2021, GP Hungaria pada 1 Agustus lalu, Honda total sudah turun dalam 480 Grand Prix dengan 84 kemenangan, 85 pole position, 73 fastest lap, dan 210 podium sepanjang 31 musim.

Bila melihat torehan Honda tersebut, memang wajar jika mereka kecewa tidak bisa tampil di depan pendukungnya sendiri saat akan mengakhiri kiprah di Formula 1.

Baca Juga:

    

Dengan dibatalkannya GP Jepang, otoritas Formula 1 diyakini bakal sulit untuk tetap menggelar 23 balapan pada musim ini sesuai rencana.

Sebelum Jepang, sejumlah balapan F1 musim ini juga sudah dibatalkan akibat dampak Covid-19, yakni Kanada, Singapura, dan Australia. GP Kanada sebelumnya digantikan GP Turki.

Namun, GP Turki yang sedianya digelar 14 Mei lalu ditunda akibat larangan perjalanan dari Pemerintah Inggris. Akibatnya, GP Prancis dimajukan sepekan dan GP Styria akhirnya dipilih menggantikan GP Kanada.

GP Turki sendiri akhirnya digelar pada 3 Oktober untuk menggantikan GP Singapura yang juga dibatalkan. Saat Formula 1 masih mencari pengganti GP Singapura, GP Jepang juga menyusul dibatalkan.

“Formula 1 kini sedang mempelajari secara detail revisi kalender musim ini. Kami akan mengumumkan hasilnya dalam beberapa pekan ke depan,” demikian pernyataan resmi Formula 1.

 

 

dibagikan
komentar
Fernando Alonso Anggap Kritik sebagai Anugerah

Artikel sebelumnya

Fernando Alonso Anggap Kritik sebagai Anugerah

Artikel berikutnya

Rahasia Beberapa Pembalap F1 yang Jarang Terungkap

Rahasia Beberapa Pembalap F1 yang Jarang Terungkap
Muat komentar