Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Lewis Hamilton Disebut Setara Ayrton Senna-Alain Prost

Bos DTM, Gerhard Berger, meyakini pengalaman dan ketenangan Lewis Hamilton telah menempatkan sang pembalap di antara Ayrton Senna dan Alain Prost.

Lewis Hamilton, Mercedes-AMG

Dalam putaran final Formula 1 2021 yang begitu menentukan di Grand Prix Abu Dhabi, Hamilton harus mengakui keunggulan rival utamanya, Max Verstappen, saat dilewati pada lap terakhir akhir musim lalu.

Terikat kontrak dengan Mercedes hingga 2023, Hamilton jelas masih berpeluang melampaui gelar juara Michael Schumacher. Bahkan, pria asal Inggris itu tengah memegang rekor pole position terbanyak (103) serta jumlah kemenangan (103).

Untuk menghadapi musim 2022, Hamilton menekankan bakal menjadi pembalap yang lebih agresif. Akan tetapi, Berger tidak yakin hal itu adalah langkah yang tepat, karena #44 dikenal memiliki gaya mengemudi smooth.

“Saya tidak tahu apakah dia akan agresif seperti Max, apakah ini akan berhasil ke arah yang benar,” kata Berger.

“Bagi saya, itu sangat pintar cara bagaimana dia terkadang memberi jalan, bukan untuk menabrak, tetapi mendapatkannya kembali dengan cara lain.

“Saya hanya bisa melihat dengan semua pengalaman yang dimiliki Lewis, dia sangat tenang. Dia menggunakan peluangnya sepanjang waktu. Kecuali di Silverstone, dia sempurna.”

Alain Prost, Ayrton Senna, McLaren

Alain Prost, Ayrton Senna, McLaren

Photo by: Sutton Images

Berger berhubungan baik dengan juara dunia tiga kali F1, Senna, selama kebersamaan mereka berdua di McLaren.

Pria asal Austria itu juga menghabiskan sebagian besar kariernya ketika melawan Prost, yang gaya mengemudinya kontras dibandingkan Senna.

Ditanya oleh Motorsport.com, apakah Hamilton lebih seperti Prost yang metodis daripada Senna, Berger mengatakan pembalap Mercedes ini berada di tengah-tengah.

Sedangkan agresivitas yang ditunjukkan Verstappen justru lebih mengingatkannya pada pendekatan Senna.

“Tetapi pada akhirnya, bagi saya, setelah 45 tahun saya berada di sini, Lewis dan Senna adalah dua yang terbaik yang pernah saya lihat,” ucap Berger.

“Tapi saya tetap menempatkan Senna sebagai nomor satu. Karena pesona Senna dan kepribadian Senna berada di level lain. Namun, di sisi olahraga, saya pikir Lewis sama bagusnya dengan Senna.”

Baca Juga:

Berger sendiri merasa Verstappen harus agresif saat menghadapi Hamilton untuk titel F1 2021, rivalnya punya mobil lebih baik.

Lebih lanjut, Berger penasaran untuk melihat apakah pendekatan sang pembalap Red Bull Racing akan berubah pada 2022.

“Tahun ini, jika mobilnya adalah mobil terbaik, mungkin dia akan menyesuaikan diri, atau dia akan melakukannya dengan cara yang berbeda, karena dia mungkin tidak perlu agresif,” tuturnya.

“Karena ketika Anda begitu agresif dan itu tidak berhasil, dan Anda saling menyenggol, atau Anda tersingkir dari balapan, itu menyakitkan.

“Kadang-kadang lebih baik (melakukan]) apa yang Lewis [lakukan] tahun lalu, untuk mengatakan,’Oke, bagi saya lebih buruk jika saya kehilangan beberapa poin balapan ini, karena saya akan mendapatkannya kembali dengan cara lain’.

“Ini semua tentang seberapa bagus paket Anda.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Esteban Ocon Klaim Alpine Kini Mampu Jadi Penantang
Artikel berikutnya Siapa Pembalap Nomor 1 Ferrari Mulai Terlihat

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia