Tim-tim F1 Tak Punya Alternatif soal Penalti Grid Penggantian Mesin

Beberapa bos tim Formula 1 mengaku tidak bisa memikirkan alternatif sistem penalti grid saat ini, lantaran menggunakan lebih dari tiga mesin per musim.

Tim-tim F1 Tak Punya Alternatif soal Penalti Grid Penggantian Mesin

Penalti grid sekali lagi menjadi topik pembicaraan pada F1 2021. Dua penantang gelar juara, Lewis Hamilton dan Max Verstappen, telah memakai power unit keempat. Akibatnya, mereka harus turun sejumlah posisi start saat balapan.

Banyak pengamat mengkhawatirkan bahwa perubahan lain, termasuk penalti yang dijatuhkan kepada Hamilton atau Verstappen dalam lima balapan terakhir musim ini bisa memiliki dampak yang menentukan pada perebutan gelar.

Kendati demikian, Team Principal Mercedes, Toto Wolff, berpendapat akan sulit untuk memiliki sistem yang hanya menghukum tim dan bukan sang pembalap.

“Menurut saya, sistem penalti pada power unit cukup kuat,” ucap pria asal Austria itu menjawab pertanyaan Motorsport.com soal apakah sudah waktunya untuk meninjau kembali konsep penalti grid.

“Karena yang perlu kami hindari adalah kami sedang membangun power unit dengan cara mereka berperforma puncak hanya untuk beberapa balapan.

“Dan jika Anda mengubah regulasi, dan Anda mengatakan oke, tidak ada penalti grid untuk pembalap, tetapi hanya poin konstruktor, itu masih berarti bahwa tim, jika Anda bersaing untuk kejuaraan pembalap, hanya akan membuang mesin ke mobil.

“Saya kira jika kami menemukan solusi yang baik, pasti itu layak untuk dilihat. Ini (sebenarnya) membingungkan bagi penggemar baru, di luar tanggung jawab pembalap, penalti mesin menempatkannya di grid belakang, atau turun 10 atau lima posisi. Dan itu jelas tidak bagus, tapi saya tidak punya solusi.”

Power unit Honda di mobil Red Bull Racing Formula 1 Team

Power unit Honda di mobil Red Bull Racing Formula 1 Team

Foto oleh: Giorgio Piola

Pernyataan senada turut dilontarkan bos McLaren, Andreas Seidl, yang malah memperingatkan bahwa menaikkan batas hanya akan mendorong pabrikan untuk mendorong batas lebih jauh.

“Saya jelas mengerti tidak ideal memiliki semua penalti ini,” ucapnya ketika disinggung tentang penalti grid oleh Motorsport.com.

“Tapi sejujurnya, saya tidak benar-benar melihat solusi langsung untuk itu karena misalnya jika Anda memutuskan, mari kita beralih ke empat mesin, bukan tiga. Kita akan berakhir dengan lima mesin, karena kita hanya akan menghidupkan mesin.”

“Pada akhirnya, itu hanya menunjukkan semua tim pabrikan saling menekan begitu keras sehingga kami semua mendorong teknologi yang kami gunakan hingga batas mutlak atau lebih dan itulah yang berakhir dengan isu atau masalah. Jadi kami hanya perlu menerimanya saat ini, dan melanjutkan.”

Sementara itu, Christian Horner selaku Team Principal Red Bull Racing, menilai bahwa batas saat ini terlalu rendah.

“Saya tidak pernah menjadi penggemar dua mesin atau tiga mesin,” tuturnya.

“Bagi saya, Anda akhirnya menggunakan empat cukup banyak dalam satu musim. Jadi itu adalah sesuatu yang perlu kita perhatikan di masa depan.

“Maksud saya, ada pembicaraan tentang turun ke dua mesin, yang saya pikir akan menjadi kesalahan. Jadi, itu perlu keseimbangan yang masuk akal.”

Baca Juga:
dibagikan
komentar
Bos F1 Terkejut Lewis Hamilton Bukan Pembalap Terpopuler
Artikel sebelumnya

Bos F1 Terkejut Lewis Hamilton Bukan Pembalap Terpopuler

Artikel berikutnya

Horner Klaim Sergio Perez Bangkit berkat Perbaikan Set-Up RB16B

Horner Klaim Sergio Perez Bangkit berkat Perbaikan Set-Up RB16B
Muat komentar