Fakta Menarik Carlos Sainz di F1 Era Turbo Hybrid

Carlos Sainz Jr memiliki statistik yang tidak dimiliki pembalap Formula 1 manapun selama era mesin turbo hybrid diberlakukan.

Fakta Menarik Carlos Sainz di F1 Era Turbo Hybrid

Kejuaraan Dunia Balap Mobil Formula 1 memasuki era baru pada 2014. Hal tersebut ditandai dengan penggunaan mesin 1,6-liter single turbo 6-silinder dengan batasan putaran mesin hanya 15.000 rpm dan maksimum aliran bahan bakar 100 kg/jam.

Karena ada beberapa komponen lain pada mesin seperti MGU-H, MGU-K, Energy Store (ES), dan lain-lain, keseluruhan dari mesin kini disebut power unit (PU).

Mercedes menguasai gelar konstruktor selama delapan musim terakhir F1 era mesin turbo hybrid diberlakukan. Adapun gelar pembalap baru musim 2021 ini mereka kecolongan dari Max Verstappen (Red Bull Racing).   

Baca Juga:

Namun, ada hal menarik lain di balik penggunaan mesin turbo hybrid ini. Sedikit yang tahu bila ternyata Carlos Sainz menjadi satu-satunya pembalap yang pernah membela empat tim berbeda selama era mesin turbo hybrid.

Pembalap senior sekelas Daniel Ricciardo tercatat baru membela tiga tim sepanjang era mesin turbo hybrid (Red Bull Racing, Renault, McLaren). Demikian pula Valtteri Bottas pada periode yang sama (Williams, Mercedes, Alfa Romeo).

Sementara itu, sepanjang berkarier di F1 sejak 2015, Carlos Sainz sudah membela empat tim berbeda. Menariknya, hasil terbaik diperoleh pada musim perdananya bersama Scuderia Ferrari pada F1 2021.

Scuderia Toro Rosso (2015-2017)

Max Verstappen, Toro Rosso, dan Carlos Sainz Jr., Toro Rosso

Max Verstappen, Toro Rosso, dan Carlos Sainz Jr., Toro Rosso

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Pada musim perdananya di F1 bersama Toro Rosso (berganti nama menjadi AlphaTauri sejak 2020) pada 2015, Sainz yang saat itu menjadi rekan setim Max Verstappen hanya mampu menorehkan poin di 10 dari total 21 balapan.

Perjalanan karier Sainz di Toro Rosso memang unik. Pada 2015 dan 2016, ia turun penuh. Namun pada 2017, ia hanya sampai balapan ke-16. Sedangkan di empat dari lima balapan terakhir, pembalap asal Spanyol itu sudah pindah ke Renault.

Sepanjang membela Toro Rosso, Sainz turun dalam 56 balapan dengan total hanya mengoleksi 112 poin (rata-rata 2,00 per balapan). Peringkat terbaiknya adalah 9 pada akhir musim F1 2017.

Renault (2017-2018)

Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team dan Nico Hulkenberg, Renault Sport F1 Team

Carlos Sainz Jr., Renault Sport F1 Team dan Nico Hulkenberg, Renault Sport F1 Team

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

Satu setengah musim bersama Renault, performa Sainz belum terlihat meyakinkan. Namun, rata-rata poinnya naik. Dari 25 kali membalap untuk Renault, Sainz mampu merebut 2,36 per balapan. Kendati begitu, peringkat akhirnya pada F1 musim 2018 hanyalah ke-10.  

McLaren (2019-2020)

Carlos Sainz Jr., McLaren merayakan kesuksesan finis kedua di GP Italia 2020 dengan membawa sampanye dan trofi ke podium.

Carlos Sainz Jr., McLaren merayakan kesuksesan finis kedua di GP Italia 2020 dengan membawa sampanye dan trofi ke podium.

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Di sinilah kematangan teknik dan mental Sainz mulai terlihat. Performanya mulai konsisten. Pada F1 2019, Sainz mampu 13 kali mencetak poin dari 21 balapan.

Jumlah itu sama dengan torehannya saat turun semusim penuh di Renault (2018). Bedanya, Sainz berhasil merebut satu podium saat finis P3 di GP Brasil 2019.

Pada 2020, Sainz terlihat makin baik. Ia mampu naik podium kedua di GP Italia. Selama dua musim di McLaren, Sainz selalu mengakhiri balapan di P6 klasemen akhir pembalap.

Scuderia Ferrari (2021-….)

Carlos Sainz Jr., Ferrari, mengangkat trofi hasil finis P3 di GP Abu Dhabi 2021, 12 Desember lalu.

Carlos Sainz Jr., Ferrari, mengangkat trofi hasil finis P3 di GP Abu Dhabi 2021, 12 Desember lalu.

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Konsistensi Carlos Sainz makin bagus. Dari 22 balapan, ia hanya dua kali tidak mampu merebut poin, tepatnya saat finis P11 masing-masing di Portugal dan Prancis.

Sainz juga berhasil merebut empat poidum dengan finis P2 di Monako dan masing-masing P3 di Hungaroring (Hungaria), Sochi (Rusia), dan Yas Marina (Abu Dhabi). Dengan torehan tersebut, Carlos Sainz mengakhiri F1 2021 di peringkat kelima.

Hebatnya lagi, Carlos Sainz langsung berhasil mengungguli rekan setimnya, Charles Leclerc, yang sudah lebih lama di Ferrari. Leclerc yang bergabung ke Maranello, Italia, pada 2019, hanya mampu berada di P7 klasemen akhir F1 2021.  

 

dibagikan
komentar
Nama-nama Besar yang Meninggalkan Lintasan Balap pada Akhir 2021
Artikel sebelumnya

Nama-nama Besar yang Meninggalkan Lintasan Balap pada Akhir 2021

Artikel berikutnya

Kesialan Bikin Charles Leclerc Kehilangan 40 Poin

Kesialan Bikin Charles Leclerc Kehilangan 40 Poin
Muat komentar