Faktor Psikologis Tak Pengaruhi Duel Lewis Hamilton-Max Verstappen

David Coulthard mengamati serius soal persaingan keras antara Lewis Hamilton dan Max Verstappen di Formula 1 2021.

Faktor Psikologis Tak Pengaruhi Duel Lewis Hamilton-Max Verstappen

Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1) berhasil merebut kemenangan F1 ke-100 dengan menjadi yang terbaik di Grand Prix Rusia, akhir pekan lalu.

Dengan podium utama kelima musim ini, Hamilton berhasil menggeser Max Verstappen (Red Bull Racing Honda) di puncak klasemen.

Namun, juara dunia tujuh kali (2008, 2014, 2015, 2017-2020) itu hanya unggul dua poin atas pembalap asal Belanda tersebut. Pasalnya, Verstappen yang start dari posisi paling belakang di Sirkuit Sochi Autodrom, secara luar biasa mampu finis di P2.

Sebagai mantan pembalap top di Formula 1, David Coulthard pun mengaku sangat menikmati duel sengit antara Lewis Hamilton dan Max Verstappen. Pria Skotlandia, 50 tahun, itu pun memiliki analisis sendiri mengenai duel ini.

Lewis Hamilton, Mercedes W12, berduel sengit melawan Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, pada lomba F1 GP Italia 2021 lalu sebelum terjadinya kecelakaan.

Lewis Hamilton, Mercedes W12, berduel sengit melawan Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, pada lomba F1 GP Italia 2021 lalu sebelum terjadinya kecelakaan.

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

“Anda tidak perlu terkejut terkait sengitnya duel dua pembalap terbaik ini dalam bersaing memperebutkan gelar. Saya yakin persaingan ini akan berlanjut sampau akhir musim di Abu Dhabi,” tutur pembalap yang aktif di F1 antara 1994 sampai 2008 tersebut.

Terkait faktor psikologis bakal memengaruhi duel keduanya, pemenang 13 Grand Prix, 62 podium, 12 pole position, dan 18 fastest lap dalam 246 start itu mengakui tidak melihatnya.

“Saya yakin Verstappen takkan mampu memengaruhi pikiran Hamilton. Lagi pula, keduanya didukung tim yang sangat kuat dan mereka tahu mampu memenangi balapan kapan pun. Hal itu meningkatkan kepercayaan diri mereka,” katanya.

Runner-up F1 2001 dan peringkat ketiga 1995, 1997, 1998, dan 2000 itu lalu membandingkan kondisi duel antara Hamilton-Verstappen dengan saat dirinya masih di lintasan, terutama di era pertengahan 1990-an sampai awal 2000-an.

Para presenter TV khusus balap Formula 1: Steve Roberts, Billy Monger, dan David Coulthard.

Para presenter TV khusus balap Formula 1: Steve Roberts, Billy Monger, dan David Coulthard.

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

“Saya merasakan tekanan berat saat itu. Tetapi, saya melihat kedua pembalap ini tidak sama sekali. Mereka melawan yang terbaik namun membuat kesalahan jauh lebih sedikit daripada yang kami lakukan dulu,” ucap Coulthard.

Mantan pembalap Williams, McLaren, dan Red Bull Racing tersebut juga mengamati kehidupan pribadi kedua pembalap yang bertolak belakang.

“Seusai balapan di Monza, Hamilton langsung terbang ke New York karena ingin menyaksikan peragaan busana Met Gala. Sementara, Verstappen memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya di Monako,” ujar Coulthard.

“Kepribadian keduanya juga bertolak belakang. Verstappen lebih banyak diam sedangkan Hamilton lebih terbuka. Namun, saat di lintasan, tidak ada yang lain di kepala mereka selain memburu kemenangan.”

Baca Juga:

Terkait peran pembalap kedua di Mercedes dan Red Bull Racing, Coulthard menyebut Valtteri Bottas dan Sergio Perez harus mampu lebih cepat dibanding sebelumnya.

“Saya agak heran melihat Bottas tidak begitu cepat di Sochi, trek yang biasanya dia mampu cepat. Saya jarang melihatnya di depan,” kata Coulthard tentang pembalap yang finis P5 di Sochi walaupun juga start dari posisi buncit karena mengganti mesin.

“Saya tidak yakin para pembalap kedua ini akan ikut menentukan gelar tahun ini. Faktanya, ini saatnya publik melihat juara dunia baru.”

Formula 1 2021 tinggal menyisakan tujuh balapan dan Bottas berada di P3 klasemen dengan gap hingga 93,5 dari Max Verstappen. Sementara, Sergio Perez yang baru musim ini memperkuat Red Bull, berada di peringkat kelima dengan 120 poin atau tertinggal 126,5 dari Lewis Hamilton.

 

 

dibagikan
komentar
Raihan Apik di Sochi Dongkrak Kepercayaan Diri Alfa Romeo
Artikel sebelumnya

Raihan Apik di Sochi Dongkrak Kepercayaan Diri Alfa Romeo

Artikel berikutnya

Hakkinen Puji Keberanian Red Bull Ganti Mesin Max Verstappen di Sochi

Hakkinen Puji Keberanian Red Bull Ganti Mesin Max Verstappen di Sochi
Muat komentar