Fans kecewa FIA wajibkan Halo di F1 2018

Keputusan FIA mewajibkan Halo pada musim 2018 mendatang mendapat hujatan dari banyak penggemar dan juga pengamat Formula 1.

Meski diyakini hanya mendapat dukungan dari satu tim pada pertemuan Grup Strategi, FIA bersikukuh mewajibkan pelindung kokpit Halo pada musim 2018 mendatang karena alasan keselamatan.

Tak pelak langkah tersebut mendapat kecaman dan hujatan dari publik F1, baik fans maupun pengamat.

Berdasarkan hasil polling yang dilakukan Motorsport.com Indonesia, 63 persen responden tidak setuju dengan keputusan FIA mewajibkan pelindung kokpit Halo.

Banyak yang berpendapat bahwa perangkat Halo akan merusak tampilan mobil F1, yang pada musim ini sudah mendapat pujian karena penampilannya yang agresif menyusul perubahan regulasi. 

Melalui akun Twitter resminya, komentator F1, Martin Brundle, bahkan menyebut Halo sebagai perangkat yang "sangat buruk".

"Bukan pekan yang terbaik, dan sekarang saya melihat 'halo' sudah disetujui untuk musim 2018, juga dibarengi penambahan berat. Sangat buruk," tulisnya.

 

Fans lebih pilih Shield ketimbang Halo

Meski mendapat tanggapan negatif soal Halo, FIA merasa sudah tidak bisa menunda pelaksanaan pengenalan perangkat pellndung kokpit – terutama setelah kesan buruk perangkat Shield pada gelaran GP Inggris yang saat itu diuji coba oleh pembalap Ferrari, Sebastian Vettel.

Namun, jika kembali melihat hasil polling yang dilakukan Motorsport.com, jumlah responden yang memilih Shield masih terhitung lebih banyak dibandingkan jumlah responden yang setuju dengan pemasangan Halo.

Dengan kaca tembus pandang, yang meliputi area kokpit mobil, perangkat Shield dinilai memiliki estetis yang lebih bagus dibandingkan perangkat Halo.

Sebastian Vettel, Ferrari SF70H, cockpit shield
Sebastian Vettel, Ferrari SF70H, dengan pelindung kokpit Shield

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tipe artikel Breaking news