Fernando Alonso Kagumi Transformasi Filosofi Honda

Transformasi Honda dari pemasok power unit F1 yang tak punya ambisi apa pun menjadi produsen mesin jempolan, membuat Fernando Alonso kagum.

Fernando Alonso Kagumi Transformasi Filosofi Honda

Honda berhasil mewujudkan separuh targetnya pada tahun terakhir berkiprah di Formula 1. Mereka membantu Max Verstappen mengangkat trofi juara dunia dan meruntuhkan dominasi pembalap Mercedes, Lewis Hamilton.

Sayangnya, Red Bull Racing gagal mengawinkan gelar. Predikat juara konstruktor tetap dalam genggaman Mercedes selama delapan tahun beruntun.

Kendati demikian, dalam berbagai kesempatan, mereka mampu menyulitkan skuad pabrikan Jerman yang merajai era tubro hibrida. Terbukti, Verstappen mengoleksi 10 kemenangan musim ini, lebih banyak dua dari Hamilton.

Pencapaian Red Bull yang ditopang oleh mesin Honda, membuat banyak pihak tercengang sekaligus kagum. Salah satunya adalah Alonso.

Baca Juga:

Di masa lalu, pembalap Spanyol tersebut memperkuat McLaren yang ditenagai power unit Honda. Ketika itu, Alonso yang berstatus sebagai juara dunia F1 dua kali, tak berkutik karena terlalu banyak problem teknis.

Sepanjang 2015-2017, ia menutup musim pada P17, P10 dan P15. Rapornya sedikit membaik saat McLaren ganti pemasok mesin, Renault. Alonso mengakhiri petualangan di F1 setelah menginjak peringkat ke-11.

“Ketika mereka meninggalkan McLaren, saya kira mereka tidak dalam posisi mendambakan gelar,” ujarnya.

Fernando Alonso, Alpine F1, peringkat ketiga

Fernando Alonso, Alpine F1, peringkat ketiga

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Pembalap 40 tahun tersebut melihat perubahan drastis dari komposisi serta dimensi. Mereka juga mengusung filosofi baru.

“Saya kira mereka bekerja dengan sangat bagus, mereka menunjuk orang-orang yang tepat dan saya sangat gembira dengan sukses mereka. Sepertinya mereka mengubah arah. Mereka memperkenalkan filosofi baru dan menjalankan pekerjaan.

“Saya orang pertama yang mengucapkan selamat kepada mereka. Saya sedih kalau mereka angkat kaki sekarang. Saya harap mereka kembali.”

Rapor Red Bull bertolak belakang dengan Alpine. Tim yang sebelumnya bernama Renaul itu hanya bersaing untuk papan tengah.

Mereka mengakhiri musim pada posisi kelima di klasemen konstruktor. Sedangkan, Alonso hanya ada di peringkat kesepuluh dengan 81 poin.

Fernando Alonso, Alpine A521

Fernando Alonso, Alpine A521

Photo by: Alpine

Alonso berharap perubahan drastis dari sisi mobil dan budget cap akan berdampak positif bagi Alpine di F1 musim depan. Pabrikan asal Prancis itu sedang menggarap power unit baru agar tak ketinggalan persaingan menuju gelar juara.

“Yang paling penting adalah memahami kalau mobil ini kencang sejak tes pertama. Saya tahu bahwa Renault mengerjakan proyek mesin baru selama beberapa bulan. Kita lihat jika tahun depan bisa mendekati lawan-lawan,” ia menjelaskan.

“Kami perlu menutup gap yang dimiliki dengan power unit. Kami juga sudah menutup gap aerodinamika, tapi dengan perubahan regulasi musim depan, sulit membuat prediksi. Saat ini, hanya ada harapan, tapi saya mengerti bahwa harapan itu sama untuk semuanya.

“Batas anggaran seharusnya membantu, karena sekarang kurang lebih sama untuk semua orang. Itu tergantung bagaimana kami membuat mobil bagus. Jika tak berhasil, kami harus belajar dari keaslahan, tapi kami tak boleh bersembunyi di belakang anggaran lebih kecil atau penggunaan dua terowongan angina. Hal ini tak lagi eksis. Sekarang semua tergantung kami.”

dibagikan
komentar
Lucas di Grassi Sodorkan Solusi untuk Pelanggaran Track Limit
Artikel sebelumnya

Lucas di Grassi Sodorkan Solusi untuk Pelanggaran Track Limit

Artikel berikutnya

Juara Dunia F1 Dua Kali Puji Empat Pembalap

Juara Dunia F1 Dua Kali Puji Empat Pembalap
Muat komentar