Fernando Alonso Lebih Komplet daripada Lewis Hamilton

Mantan pembalap Formula 1 Jenson Button membandingkan dua mantan rekan setimnya yang hingga kini masih turun.

Fernando Alonso Lebih Komplet daripada Lewis Hamilton

Jenson Button, juara dunia F1 2009, tahu benar karakter dan teknik Fernando Alonso dan Lewis Hamilton karena pernah menjadi rekan setim keduanya. Hal tersebut diungkapkan Button dalam saluran YouTube Nico Rosberg, mantan juara dunia F1 lainnya (2016).

Button, mantan pembalap asal Inggris yang kini 41 tahun, menjadi rekan setim Hamilton di Vodavone McLaren Mercedes dalam 58 Grand Prix pada 2010 sampai 2012. Sedangkan bersama Alonso, Button turun bersama dalam 39 lomba pada 2015-2016 di McLaren Honda.

“Menurut saya, Lewis lebih cepat saat saat melibas banyak lap (balapan),” kata Button meskipun mengakui dari sisi statistik Hamilton yang kini berseragam Mercedes-AMG Petronas F1 jauh di atas  Alonso, andalan Alpine F1.

Seperti diketahui, Hamilton dengan persentase kemenangan 35,46% (100 menang dalam 282 Grand Prix), pembalap asal Inggris itu sudah mengoleksi tujuh gelar juara dunia (2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2020).

Sementara, persentase kemenangan Alonso (9,76%), juara dunia 2005 dan 2006, jauh di bawah Hamilton. Pembalap asal Spanyol itu baru mengoleksi 32 kemenangan dalam 328 Grand Prix.

Juara dunia Jenson Button (McLaren), Fernando Alonso (Ferrari), Michael Schumacher (Mercedes), dan Lewis Hamilton (McLaren), berpose sebelum jumpa pers F1 GP Bahrain 2010.

Juara dunia Jenson Button (McLaren), Fernando Alonso (Ferrari), Michael Schumacher (Mercedes), dan Lewis Hamilton (McLaren), berpose sebelum jumpa pers F1 GP Bahrain 2010.

Foto oleh: Andrew Ferraro / Motorsport Images

“Saya bisa menilai mereka karena sama-sama pernah menjadi rekan setim keduanya. Menurut saya, Fernando pembalap yang paling komplet. Ia selalu berhasil mencari cara untuk lebih cepat daripada Anda,” ucap Button.

“Lewis tipe pembalap tanpa basa basi, rekan setim yang sangat cepat. Di sesi latihan bebas, ia tidak cepat. Mungkin 0,3 sampai 0,4 lebih lambat dan saya lihat ia tidak sengaja melakukan itu. Tetapi di kualifikasi, ia selalu mampu membalikkan keadaan.”   

Terkait sikap keduanya di luar trek, Button menyebut daya saing Alonso memang sangat tinggi. Lebih tinggi dibanding Hamilton.

“Fernando lebih banyak bermain (di luar trek). Meskipun, ada saat dalam karier ketika saya tertinggal, sebagian besar masalah tak lain soal-soal mempertahankan kecepatan, informasi soal set-up, dan hal-hal semacam itu,” ucap Button.

Button menyebut, ia dan Fernando Alonso saling memahami dan menghormati satu dengan yang lain. Jika mobil tidak cepat, biasanya Buttonlah yang mampu menuai hasil lebih baik daripada Alonso.

Baca Juga:

“Bila Alonso yang di belakang, ia pasti akan selalu bilang ada masalah dengan mobil dan pergi begitu saja,” kata Button.

Jenson Button mengakui menikmati kebersamaannya dengan Fernando Alonso. Button menyebut Alonso benar-benar pembalap berbakat.

“Ia mampu turun di Le Mans, Reli Dakar, hingga 24 Hourd of Daytona. Ajang-ajang itu sangat berat dan Alonso mampu tampil kuat di semuanya,” kata Button, pemenang 15 GP dan 50 podium dalam 306 start F1 antara 2000 sampai 2017.

Sepanjang dua musim berduet dengan Alonso, Button unggul satu tingkat pada klasemen akhir F1 2015 meskipun kemudian ia kalah. Total, dari 39 balapan, Alonso mengungguli Button dari posisi start (25 berbanding 14) dan hasil finis (18 berbanding 16).

Sementara, dalam 58 balapan melawan Hamilton, Button kalah 18-40 di kualifikasi dan 26-32 saat balapan. “Rasanya jauh lebih memuaskan saat Anda mampu mengalahkan pembalap terbaik,” kata Button.

Fernando Alonso, Alpine A521, Lewis Hamilton, Mercedes W12, saat bersaing di lomba F1 GP Hungaria 2021.

Fernando Alonso, Alpine A521, Lewis Hamilton, Mercedes W12, saat bersaing di lomba F1 GP Hungaria 2021.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Bos COTA Klaim Bump Bukan Masalah bagi Mobil F1
Artikel sebelumnya

Bos COTA Klaim Bump Bukan Masalah bagi Mobil F1

Artikel berikutnya

Formula 1 Tidak Akan Gelar Sprint Race di Setiap Grand Prix

Formula 1 Tidak Akan Gelar Sprint Race di Setiap Grand Prix
Muat komentar