Alonso: Kami Rindu Raungan Mesin V10

Fernando Alonso diberikan kesempatan mengendarai Renault R25, sebuah mobil yang membawanya menjadi juara dunia Formula 1 pada 2005. Selain kenangan akan gelar, ia juga merindukan raungan dari mesin V10.

Alonso: Kami Rindu Raungan Mesin V10

Pada saat ini, F1 mengadopsi mesin V6 turbo hybrid yang dianggap ramah lingkungan. Tapi, suara yang dihasilkan tak segarang mesin-mesin pendahulunya. Banyak yang mengatakan bahwa itu menghilangkan jati diri ajang balap jet darat.

Seperti diketahui, pada era 90-an, mobil F1 menggunakan mesin dengan 12 silinder atau lebih. Itu membuat suara yang dihasilkan cukup keras sehingga membuat bergetar semua benda jika berada didekatnya.

Memasuki era 2000-an, F1 mengubah regulasi dengan menetapkan penggunaan mesin V10 bagi seluruh tim. Perubahan ini dilakukan karena gas buang dari mesin berkapasitas 12 silinder terlalu besar.

Penggunaan mesin V10 dihentikan pada 2005, dan ditahun berikutnya, F1 menerapkan mesin V8 berkapasitas 2,4 liter.

Semakin berkurangnya jumlah silinder pada mesin mobil F1, hal tersebut juga berdampak pada menurunnya tingkat kebisingan. Namun, banyak yang tidak menyukai hal tersebut karena dinilai mobil menjadi kurang garang.

Ketika Max Verstappen, Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton melakukan konferensi pers, Alonso diberi kesempatan untuk kembali menggeber tunggangan lamanya.

Bahkan ketiganya sempat menghentikan koferensi pers ketika mesin V10 mulai digeber oleh Alonso dan menghasilkan suara yang menggelegar.

“Coba dengar, Fernando sedang latihan,” ujar Verstappen. Sontak, Bottas langsung menimpali ucapan tersebut, “Tak diragukan lagi, Alonso, si pembalap muda.”

Baca Juga:

Meski mengusung mesin V10, namun R25 tak lebih cepat daripada mobil-mobil F1 yang ada saat ini dengan mesin V6. Itu disebabkan mobil lebih berat sekitar 150 kilogram. Renault R25 juga hanya menghasilkan tenaga 920 hp, berbeda dengan saat ini yang menghasilkan 1000 hp.

Bagaimanapun, raungan dari mesin V10 dirindukan para pecinta F1. Mengingat hal tersebut juga membuat balapan semakin menarik.

“Kami merindukan suara tak tertandingi dari mesin Naturally Aspirated (NA) V10. Tidak hanya fan, itu juga berlaku bagi orang-orang di paddock, termasuk kami para pembalap,” kata Alonso.

“Kami merindukan mobil Formula 1 ini. Ini merupakan mobil yang sangat kami cintai saat masih remaja dan membuat kami kagum saat berada di depan televisi.”

Jika dilihat dari video yang di bagikan oleh Formula 1 dalam berbagai platform media sosial, semua orang di paddock berdiri di pit wall untuk melihat Alonso beraksi dengan Renault R25.

“Pertunjukkan ini menjadi sesuatu yang sangat spesial. Tentu saja saya menyadari bukan hanya mekanik Renault yang berada di pit wall. Saya rasa itu menunjukkan semangat di olahraga ini,” ujar Alonso.

“Ketika kami menempatkan mobil dari era yang berbeda di trek dan antusiasme itu langsung berkobar. Itu menyatukan kami, dan menurut saya itu bagus.”

Teknologi yang belum berkembang pesat pada saat itu juga membuat mobil terasa lebih kasar saat dipacu dalam kecepatan tinggi.

“Mobil ini masih terasa sangat cepat. Anda bisa merasakan setiap guncangan, setiap getaran pada kemudi,” kata Alonso.

“Mobil terasa lebih gesit daripada yang ada saat ini karena jauh lebih ringan. Saya keliar dengan senyuman lebar, Anda tidak bisa melihat karena tertutup helm. Tapi percayalah saya benar-benar senang.”

Fernando Alonso, Renault F1 Team mengendarai Renault R25

Fernando Alonso, Renault F1 Team mengendarai Renault R25

Foto oleh: Renault Sport

dibagikan
komentar
Pole Verstappen Bukti F1 Masih Kompetitif

Artikel sebelumnya

Pole Verstappen Bukti F1 Masih Kompetitif

Artikel berikutnya

Ocon Anggap Renault Tanpa Beban Hadapi GP Abu Dhabi

Ocon Anggap Renault Tanpa Beban Hadapi GP Abu Dhabi
Muat komentar