Ferrari Mata-matai Sainz Sebelum Merekrutnya

Beragam cara dilakukan Ferrari untuk mendapatkan tanda tangan Carlos Sainz Jr. Mereka bahkan memata-matai komunikasi radio pembalap tersebut dengan McLaren.

Ferrari Mata-matai Sainz Sebelum Merekrutnya

Bursa pembalap memanas akhir musim lalu.Ferrari berpisah dengan Sebastian Vettel sehingga mereka harus cari pengganti. Beberapa nama masuk ke bursa, yang paling kuat adalah Sainz.

Setelah mengetahui adanya kontak tersebut, McLaren segera merekrut Daniel Ricciardo dari Renault.

Dalam podcast The Grid, Desember, prinsipal Ferrari, Mattia Binotto, menjelaskan tentang upaya untuk mengetahui karakter sebelum merekrut pilot Spanyol.

“Sebelum memberikan penawaran kepadanya, kami mendengar semua komunikasi radio hanya melihat bagaimana caranya berkomunikasi,” ujarnya.

“Anda bisa melihat dari caranya berkomunikasi, banyak mengatakan bagaimana Anda caranya melakukan pendekatan terhadap tugas, sangat presisi, saya kira.

Binotto menjelaskan bahwa putra pereli Carlos Sainz tersebut seorang pekerja keras dan suka belajar. Itu kualitas penting selain kecepatan dan konsistensi.

“Dia pekerja keras, punya metode, dia kuat. Saya kira mereka semua komponen itu sangat penting bagi kami,” ucapnya.

“Dalam balapan, dia cepat, dia mempertahankan diri, dia menyerang, tapi selalu membawa mobil ke garis finis dengan cara konsisten sehingga saya kira dia pembalap bagus untuk membangun musim yang bagus sebagai konstruktor.

Baca Juga:

“Kemudian, kami membuat analisis dari kecepatannya, saya yakin dia cepat. Saya kira dia mencoba musim ini menjadi sangat cepat kalau Anda bandingkan dengan Lando Norris, yang tahun sebelumnya mencoba jadi pembalap tercepat.”

Pembalap 26 tahun tersebut mengakhiri musim 2020 di peringkat keenam bersama McLarem, sama seperti tahun sebelumnya. Prestasi terbaiknya adalah runner-up GP Italia di Monza.

Carlos Sainz Jr tidak akan berada di bawah bayang-bayang Charles Leclerc karena Ferrari akan memperlakukan kedua pembalapnya dengan setara.

Persaingan terbuka secara internal membuat mereka bisa lebih maju. Usia yang tak terpaut jauh, bisa menjadikan Sainz dan Leclerz sebagai teman sekaligus lawan. Dinamika dalam tim pun pastinya akan terasa berbeda.

Sainz sudah menjalani tugas-tugasnya di Ferrari. Ia menyambangi Maranello beberapa hari lalu untuk mencoba mobil dengan simulator, yang akan disusul dengan tes nyata di trek dekat markas besar tim Kuda Jingkrak.

Sementara Charles Leclerc, belum bergabung karena masih menjalani isolasi mandiri usai terpapar Covid-19.

 

 

dibagikan
komentar
FIA Jatuhkan Denda Lebih Sedikit pada F1 2020

Artikel sebelumnya

FIA Jatuhkan Denda Lebih Sedikit pada F1 2020

Artikel berikutnya

Terpapar Covid-19, Perez Sempat Merasa Tak Berguna

Terpapar Covid-19, Perez Sempat Merasa Tak Berguna
Muat komentar