Ferrari Menduga Mercedes Bawa Perubahan Besar di Bahrain
Prinsipal Ferrari, Mattia Binotto, merasa Mercedes akan membawa perubahan besar pada tes pramusim kedua Formula 1 di Bahrain.

Ferrari menyelesaikan tes di Sirkuit Catalunya dengan penuh kepuasan, mencatatkan lap lebih banyak dibandingkan tim lainnya.
Charles Leclerec dan Carlos Sainz juga menunjukkan kinerja yang bagus sepanjang tes, membuat mereka diwaspadai Lewis Hamilton serta George Russell, yang mengatakan F1-75 punya potensi besar tahun ini.
Hamilton mengatakan keputusan Ferrari untuk tak melakukan pengembangan pada sepanjang 2021, untuk fokus pada 2022, membuat mereka bisa unggul di awal musim ini.
Namun, Binotto menduga Mercedes akan membawa banyak perangkat baru untuk mobil terbaru W13 pada tes kedua di Bahrain.
Menurutnya, itu akan membawa Mercedes bakal jauh lebih kuat, yang memungkinkan Ferrari memiliki alasan untuk khawatir dengan rivalnya, dibandingkan kekhawatiran pembalap Mercedes kepada timnya.
“Saya cukup yakin Mercedes akan berada dua atau tiga bulan di depan kami pada saat kami berada di Bahrain,” kata Binotto ketika ditanya tentang komentar Hamilton.
“Jadi, saya pikir saat ini sangat sulit untuk menilai kinerja dan daya saing relatif antara setiap tim.
“Tetapi, yang terpenting bagi kami adalah mengumpulkan data sebanyak mungkin di sini, dan saya pikir kami puas dengan jumlah lap yang kami lakukan, mengumpulkan data, dan itu akan dianalisis kembali di Maranello.
“Saya mendengar ada desas-desus bahwa pesaing kami akan membawa pembaruan dan peningkatan besar. Jadi, saya lebih mengkhawatirkan diri sendiri, dibandingkan kekhawatiran Hamilton pada kami.”
Tahun lalu, Ferrari membawa peningkatan besar di Grand Prix Inggris untuk mobil 2021, dan itu menjadi yang terakhir karena mereka mengalihkan sumber daya ke F1-75.
Diharapkan skuad Kuda Jingkrak kembali bersaing di barisan depan, serta memperjuangkan kemenangan yang tak mereka dapatkan sejak kali terakhir di GP Singapura 2019.
Peningkatan yang diperlihatkan tim Maranello juga membangkitkan semangat semua orang di dalam tim setelah memiliki musim terburuk di Formula 1 dalam 40 tahun terakhir.
“Banyak penggemar memiliki harapan tinggi pada kami sebagai sebuah tim, dan kami juga bagian dari penggemar, jadi kami memiliki harapan yang tinggi,” ujar Binotto.
“Tapi, saya pikir sejauh ini mobil itu bekerja dengan baik, atau berperilaku tanpa masalah besar. Itu benar-benar tes yang sejauh ini telah dilakukan dengan benar.
“Apakah itu akan cukup baik? Anda tahu, kami tidak boleh lupa bahwa tahun lalu dan di akhir musim, kami setidaknya satu detik per-putaran menjadi yang terbaik, jadi orang-orang itu pasti mampu menjadi sangat kuat.
“Kami percaya bahwa bagi kami, akan bagus untuk kembali tampil kompetitif pada 2022. Tetapi, masih sangat dini untuk menilai.”

Charles Leclerc, Ferrari F1-75
Foto oleh: Alessio Morgese
FIA Uraikan Kode Etik untuk Pembalap Rusia dan Belarus
Imbas Invasi Rusia ke Ukraina, Haas F1 Depak Nikita Mazepin
Subscribe and access Motorsport.com with your ad-blocker.
From Formula 1 to MotoGP we report straight from the paddock because we love our sport, just like you. In order to keep delivering our expert journalism, our website uses advertising. Still, we want to give you the opportunity to enjoy an ad-free and tracker-free website and to continue using your adblocker.