Ferrari SF21 Bisa Cepat di Meksiko, Ini Alasannya

Dengan posisi sirkuit yang terletak di dataran tinggi, Scuderia Ferrari percaya mereka mampu kompetitif pada Formula 1 Grand Prix Meksiko.

Ferrari SF21 Bisa Cepat di Meksiko, Ini Alasannya

Prinsipal Tim Ferrari Mattia Binotto mengindikasikan Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, tuan rumah GP Meksiko, akhir pekan nanti (5-7/11/2021), akan sesuai dengan karakter sasis Ferrari SF21. Namun, tim asal Maranello, Italia, itu belum berani bicara kemenangan.

Dalam 17 balapan yang sudah digelar, Ferrari sepertinya mampu konsisten di posisi ketiga di belakang Mercedes dan Red Bull Racing. Jadi, jika Lewis Hamilton dan Max Verstappen terlibat insiden atau bermasalah, harapannya Ferrari bakal diuntungkan.

Lihat saja yang terjadi di GP Hungaria saat Esteban Ocon (Alpine F1) menenangi balapan. Atau, keberhasilan McLaren finis 1-2 di Monza, Italia, lewat Daniel Ricciardo dan Lando Norris.

Para teknisi di Maranello mengklaim telah berhasil mengembangkan sistem hybrid baru yang sudah dipasang pada power unit (PU) keempat Ferrari 065/6. Binotto pun mengaku senang dengan progres Ferrari dalam beberapa balapan terakhir.

Carlos Sainz Jr, Ferrari SF21

Carlos Sainz Jr, Ferrari SF21

Photo by: Charles Coates / Motorsport Images

“Itu memberikan kami kepercayaan diri untuk menghadapi lomba-lomba berikutnya, khususnya di Meksiko, saat semua mobil memerlukan downforce maksimum. Di trek yang tidak begitu membutuhkan power besar itu, gap dengan Mercedes akan mengecil,” ucap Binotto.

“Bisa saya bilang, trek di Meksiko nanti akan lebih bersahabat buat kami daripada di Austin,” ujar Binotto mengacu hasil finis P4 Charles Leclerc dan P7 Carlos Sainz Jr di Circuit of The Americas (COTA), tuan rumah Grand Prix Amerika Serikat, akhir pekan lalu.

Binotto juga mengklaim PU Ferrari 065/6 kini jauh lebih efisien. Kini, Ferrari SF21 memiliki power lebih besar untuk melibas lintasan lurus, sejak awal sampai akhir.

“Di Austin lalu, meskipun turun dengan downforce maksimum, kami hampir menyamai kecepatan mobil-mobil tim lain. Kalau melihat data musim lalu, ini jelas lompatan besar,” kata pria Italia kelahiran Lausanne, Swiss, 51 tahun lalu itu.

“Memang masih ada gap dengan mesin terbaik. Tetapi kini kami yakin gap itu tidak lagi terlalu besar,” tutur Binotto yang menjadi Prinsipal Tim Ferrari sejak awal Januari 2019.

Baca Juga:

Autodromo Hermanos Rodriguez terletak lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut (dpl) yang otomatis membuat oksigen lebih tipis dibanding trek-trek lainnya. Itulah mengapa butuh penyesuaian set-up pada mobil agar sesuai dengan karakter sirkuit.

Tipisnya kadar oksigen bisa membuat tenaga mesin turun drastis. Konsekuensinya, exhaust turbine akan bekerja keras hampir mencapai limit 125.000 revolutions per minute (rpm) untuk menghasilkan energi tambahan ke MGU-H.

Ferrari memang memiliki Internal Combustion Engine (ICE) dengan power yang tidak sebesar Mercedes dan Honda (milik Red Bull). Tetapi, Energy Recovery System (ERS) yang baru diyakini mampu membuat perbedaan besar. Inilah yang membuat Ferrari percaya diri.

Saat ini, Mercedes dikenal sebagai pionir turbo terkecil dibanding yang dipakai Honda. Di sirkuit lain, turbo ini sangat andal. Tetapi di trek dengan posisi geografis tinggi, sistem ini sering kedodoran.

Detail ventilasi udara panas di atas penutup mesin (bonnet) dan diffuser belakang Ferrari SF21.

Detail ventilasi udara panas di atas penutup mesin (bonnet) dan diffuser belakang Ferrari SF21.

Foto oleh: Giorgio Piola

Autodromo Hermanos Rodriguez juga dikenal butuh sistem pendinginan dan pengereman mumpuni. Meskipun membutuhkan downforce besar, efisiensi aerodinamika tetap tidak bisa diabaikan.

Salah satu solusi untuk mengatasi problem ini adalah memasang ventilasi pembuang udara panas berukuran besar pada penutup mesin (bonnet) dan saluran pendingin rem (brake intake) yang lebih besar.

Ferrari SF21 merupakan salah satu mobil di F1 yang memerlukan aliran udara segar untuk mempertahankan keandalan (realibility) komponen-komponen mekanisnya.

Jadi, akan menarik bagaimana Ferrari turun di lima balapan terakhir tanpa didampingi Mattia Binotto yang harus tinggal di Maranello, Italia, untuk mengawasi pengembangan sasis untuk F1 2022.      

Mattia Binotto, Prinsipal Tim Ferrari (tengah), berbincang dengan Jos Verstappen, ayah dari pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen.

Mattia Binotto, Prinsipal Tim Ferrari (tengah), berbincang dengan Jos Verstappen, ayah dari pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Tiket Pre-sale F1 GP Miami Terjual Habis dalam 40 Menit
Artikel sebelumnya

Tiket Pre-sale F1 GP Miami Terjual Habis dalam 40 Menit

Artikel berikutnya

Hasil Survei Indikasikan Formula 1 Bermasa Depan Cerah

Hasil Survei Indikasikan Formula 1 Bermasa Depan Cerah
Muat komentar