Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Ferrari Tak Upgrade Performa F1-75 di Imola karena Sprint Race

Ferrari tidak melakukan pembaruan saat Formula 1 menyelenggarakan Grand Prix Emilia Romagna, 24 April mendatang.

Charles Leclerc, Ferrari F1-75

Tim Kuda Jingkrak baru mau menerapkan upgrade ketika balapan bergulir di Eropa. Imola jadi tuan rumah pertama di Benua Biru.

Namun, F1 berencana menggelar sprint race di sana. Ini artinya hanya ada latihan bebas selama satu jam pada Jumat, sebelum kualifikasi untuk sesi spesial itu.

Jadi waktu untuk menguji dan mengevaluasi perangkat baru yang dipasang, sangat mepet. Mereka akan tidak maksimal mengatur setelan untuk balapan.

Bos Ferrari, Mattia Binotto, sudah mengisyaratkan kalau perombakan tidak bisa dijalankan terburu-buru. Porpoising parah yang dialami Charles Leclerc dan Carlos Sainz di GP Australia menjadi pekerjaan rumah besar bagi skuad Maranello.

Jadi sirkuit dengan karakter seperti Sirkuit Albert Park merupakan tempat ideal untuk mendongkrak kinerja tim.

“Saya kira itu akan jadi akhir pekan yang sulit dari sisi melakukan pembaruan dan mencoba mengevaluasi mereka pada latihan Jumat, karena Anda perlu fokus kepada diri sendiri untuk kualifikasi pada sore hari,” ia mengungkapkan kepada Motorsport.com.

“Jika kami akan melihat diri sendiri, tidak akan ada upgrade besar di Imola karena kami yakin itu bukan tempat yang tepat. Namun, kami akan mencoba memitigasi isu yang dimiliki sejauh ini. Saya memikirkan porpoising dan pantulan yang berimbas pada performa di akhir pekan.

“Jadi kami mencoba bekerja pada poin spesifik itu. Tapi, untuk peningkatan dan lain-lain, biarkan saya katakan yang signifikan. Itu akan terjadi nanti musim ini.”

Baca Juga:

Binotto mengaku sangat terkejut dengan kemenangan Charles Leclerc di Australia. Itu adalah podium tertinggi keduanya musim ini. Pembalap Monako itu terbantu oleh Max Verstappen yang berhenti di tengah jalan.

“Saya tentu kaget. Saya kira kami bekerja keras dan menempatkan prioritas pada 2022. Saya tahu tim sangat hebat dan kami bisa mengembangkan diri dibanding musim lalu,” ia menjelaskan.

“Saya harap punya mobil kompetitif di awal musim…tapi tentu saja, saya tidak menduga start musim bagus. Saya kira tidak adil berpikir seperti itu.

“Tapi, saya masih yakin bahwa perbedaan antara kami dan yang lain bisa jadi sangat kecil. Saya kira dalam balapan sebelumnya sudah membuktikan itu dan akan jadi pertarungan hebat untuk balapan berikutnya.”

Charles Leclerc, Ferrari F1-75

Charles Leclerc, Ferrari F1-75

Photo by: Mark Sutton / Motorsport Images

Binotto menyebut penentu keberhasilan Ferrari bertengger di puncak klasemen pembalap dan konstruktor adalah manajemen ban dan mobil seimbang. Ia menampik anggapan mereka memilih downforce lebih tinggi.

“Saya kira memiliki mobil dengan keseimbangan bagus adalah elemen kunci dari sisi manajemen ban, dan para pembalap mengelola dengan baik. Saya kira Charles melakukan pekerjaan bagus,” ungkapnya.

“Saya kira tingkat downforce bukan elemen karena jika saya lihat kecepatan di trek lurus, kalau saya lihat kompetitor langsung, saya kira pada akhirnya, mereka berjalan dengan level downforce tinggi dibanding apa yang mereka miliki, contohnya, di Jeddah, dan mereka jauh lebih dekat pada kami.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Hamilton Bakal Membangkang terhadap Larangan Pakai Perhiasan
Artikel berikutnya Carlos Sainz Siap Perbarui Kontrak Ferrari Jelang Race di Imola

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia