Ferrari Usulkan Tim Penyebab Kecelakaan Ganti Ongkos Perbaikan

Prinsipal Tim Ferrari Mattia Binotto menyodorkan usulan radikal terkait banyaknya kecelakaan yang terjadi di Kejuaraan Dunia Formula 1 musim ini.

Ferrari Usulkan Tim Penyebab Kecelakaan Ganti Ongkos Perbaikan

Binotto menilai sudah saatnya bos-bos seluruh tim Formula 1 saat ini berdiskusi tentang kerusakan pada mobil akibat kecelakaan. Pria asal Italia tersebut ingin aturan di F1 saat ini lebih fair, apalagi kini tim-tim harus mengikuti regulasi batasan anggaran (budget cap).

Binotto pun mencoba mengusulkan ide radikal: tim dari pembalap yang terbukti menjadi penyebab kecelakaan harus mengganti biaya kerusakan maupun perbaikan dari tim yang menjadi korban.

Ferrari menjadi salah satu tim yang sangat rugi besar pada balapan terakhir, GP Hungaria, akhir pekan lalu (30 Juli – 1 Agustus). Pada kualifikasi kedua (Q2) Sabtu (31/7/2021), Carlos Sainz Jr mengalami kecelakaan di tikungan terakhir (14) Sirkuit Hungaroring karena angin kencang.

Ferrari SF21 miliknya pun menghantam dinding pengaman dari ban (tyre barrier) hingga sayap depannya hancur. Tidak mampu mencatat waktu lap bagus, Sainz pun tersingkir di Q2 dan hanya start dari grid ke-15 lomba GP Hungaria, Minggu (1/8/2021).

Saat awal balapan, Charles Leclerc tertabrak Aston Martin AMR21 milik Lance Stroll. Akibat hantaman di Tikungan 2 itu, sidepod Ferrari SF21 milik Leclerc mengalami kerusakan parah yang memaksanya mundur dari lomba.

Kerusakan itu mau tidak mau bakal menyedot anggaran Ferrari untuk perbaikan. Hal yang sama dilakukan Red Bull Racing saat mobil Max Verstappen mengalami kerusakan parah di lomba GP Inggris akibat senggolan dengan Lewis Hamilton (Mercedes), 18 Juli lalu.

Red Bull memperkirakan ongkos perbaikan kerusakan Red Bull RB16B milik Verstappen tersebut menghabiskan tak kurang 1,8 juta dolar AS (sekira Rp 25,7 miliar).

Bukan hanya Ferrari dan Red Bull, tim lain yang mobilnya mengalami kerusakan akibat kecelakaan karena mobil tim lain, juga harus memikirkan budget cap.

Baca Juga:

Karena itu, Binotto meminta otoritas F1 dan tim-tim mencari alternatif untuk mengatasi masalah biaya tidak terduga akibat kecelakaan, serta supaya lebih fair bagi semua tim.

“Saya rasa harus ada pembicaraan antara para pemimpin tim, FIA, dan Formula 1, dalam waktu dekat,” ucap Binotto.

“Jika Anda tidak bersalah, mengalami kerusakan dalam anggaran yang dibatasi seperti sekarang, jelas memiliki konsekuensi yang lebih besar. Haruskah ada pengecualian? Saya tidak yakin itu solusinya. Saya kira hal seperti itu sangat sulit dikontrol.”

Mattia Binotto pun mengaku sudah menyiapkan proposal usulan terkait bujet yang harus dikeluarkan tim akibat kecelakaan ini.

“Yang harus dipertimbangkan saat ini, jika si pembalap membuat kesalahan, tim yang dibelanya harus membayar ongkos kerusakan dan perbaikan mobil tim lain yang menjadi korban. Hal itu akan membuat pembalap lebih bertanggung jawab,” kata Binotto.

Di Hungaria, Ferrari hanya mampu menambah 15 poin hasil finis P3 yang diperoleh Carlos Sainz Jr. Sainz sebelumnya finis di P4. Tetapi karena Sebastian Vettel (Aston Martin) didiskualifikasi dari posisi kedua, otomatis peringkat para pembalap di bawahnya naik.

Menjelang jeda paruh musim, Ferrari berhasil menempatkan Sainz di peringkat keenam klasemen dengan 83 poin sedangkan Charles Leclerc ketujuh dengan 80 poin.

Di konstruktor, Ferrari berhasil menggeser McLaren untuk peringkat ketiga kendati poin kedua tim sama, 163. Alpine yang memenangi GP Hungaria lewat Esteban Ocon dan finis P4 Fernando Alonso, naik dua tingkat ke P5.  

dibagikan
komentar
Nicholas Latifi Sebut GP Hungaria Terbaik Sepanjang Kariernya

Artikel sebelumnya

Nicholas Latifi Sebut GP Hungaria Terbaik Sepanjang Kariernya

Artikel berikutnya

Esteban Ocon Melaju dengan Konsisten

Esteban Ocon Melaju dengan Konsisten
Muat komentar