Rela Investasi Besar, Ferrari Yakin Charles Leclerc Akan Jadi Juara F1

Ferrari menjagokan Charles Leclerc jadi juara dunia F1 masa depan. Alasan itu yang mendorong mereka berinvestasi besar kepada pembalap Monako tersebut.

Rela Investasi Besar, Ferrari Yakin Charles Leclerc Akan Jadi Juara F1

Leclerc merupakan anggota Akademi Pembalap Ferrari yang dianggap punya prospek besar di masa depan. Meninggalkan GP3 2016 dan Formula 2 2017 sebagai juara, ia pun dipromosikan ke level premier pada 2018 bersama Alfa Romeo.

Pada tahun perdana, kakak Arthur Leclerc itu hanya mengumpulkan 39 poin sehingga duduk di peringkat ke-13. Slot kosong Ferrari, yang ditinggalkan Kimi Raikkonen, diberikan kepadanya.

Mendapat mobil lebih baik, prestasinya otomatis terdongkrak. Leclerc mampu mencetak dua kemenangan dan delapan podium. Ia langsung bertengger di urutan keempat dengan koleksi 264 poin.

Hukuman pengembangan mesin untuk Ferrari dan pandemi Covid-19, otomatis mempengaruhi pencapaiannya. Ia merosot ke peringkat ke delapan dengan perolehan poin sepertiga dari sebelumnya.

Musim ini, rapor Leclerc sedikit membaik meski hanya naik podium sekali di GP Inggris. Ia berada di posisi keenam dan meraup 152 poin. Peningkatan kecil bisa ditoleransii jika mengingat si Kuda Jingkrak hanya memoles sedikit SF21 lantaran fokus pada pengembangan mobil 2022.

Ferrari berharap setelah mobil beres maka Leclerc bisa merangkak ke papan atas, mendekati impiannya jadi juara dunia. Kepercayaan tim tak terbatas waktu. Seandainya tahun depan tak mampu jadi juara, masih ada musim 2023.

Di sisi lain, rekan anyar Leclerc, Carlos Sainz Jr. mengejar dengan cepat meski baru pindah dari McLaren yang menggunakan mesin Renault ke Ferrari. Selisih antara dua pembalap Spanyol itu tinggal 6,5 poin.

Menariknya, di antara kedua pilot itu, Prinsipal Mattia Binotto malah memberi dukungan lebih besar kepada Leclerc.

“Kami berinvestasi besar kepadanya untuk jangka waktu panjang karena kami sangat yakin bahwa dia akan jadi juara dunia Ferrari berikutnya,” katanya kepada GP Racing.

Baca Juga:

“Pertama-tama, kami kenal dia sejak awal kariernya. Kami tahu dia merupakan pembalap berbakat dan itu yang paling penting.

“Dia sangat kencang dan sangat bagus bukan hanya satu lap saja tapi juga dalam balapan. Kemampuannya bertahan dan menyerang tanpa kehilangan pace, sungguh luar biasa.

“Saya selalu mengingat pertahannya lawan Lewis Hamilton pada Monza 2019 atau Max Silverstone di Silverstone.”

Binotto mengagumi bagaimana Leclerc dapat menjaga kepala tetap dingin dalam kondisi genting. Itu adalah modal bagus untuk jadi nomor satu.

“Charles juga sangat bagus mengatasi tekanan. Jika Anda ada di depan, dia harus punya mentalitas pemenang yang diperlukan ketika mengelola situasi, tapi juga kemampuan untuk menang. Dia punya talenta hebat,” ia mengungkapkan.

Binotto melihat ada sesuatu yang mirip antara Leclerc dengan Michael Schumacher dan Fernando Alonso, juara dunia F1 masa lalu.

“Caranya menggunakan ban sekarang berbeda daripada saat baru mulai. Dia telah memperbaiki presisi dengan mobil dan ban,” ucapnya.

“Itu yang memisahkan antara pembalap bertalenta dan yang bagus. Jika Anda berbakat, Anda bisa memaksimalkan semua dari mobil dan punya lap bagus. Kasus itu untuk Michael Schumacher dan Fernando Alonso.

“Ketika kami berpikir tentang penggemar, Charles pastinya merefleksikan spirit Gilles Villeneuve.”

Charles Leclerc, Ferrari

Charles Leclerc, Ferrari

Fotoğraf: Jerry Andre / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Jost Capito Lihat Gelagat Serius Volkswagen Terjun ke F1
Artikel sebelumnya

Jost Capito Lihat Gelagat Serius Volkswagen Terjun ke F1

Artikel berikutnya

Fernando Alonso Bakal Rindukan Kimi Raikkonen

Fernando Alonso Bakal Rindukan Kimi Raikkonen
Muat komentar