FIA Akui Sempat Selidiki Kecelakaan Leclerc

Federasi Automobil Internasional (FIA) mengaku sempat menginvestigasi apakah insiden Charles Leclerc pada kualifikasi ketiga (Q3) murni kecelakaan atau bagian dari strategi.

FIA Akui Sempat Selidiki Kecelakaan Leclerc

Pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, mencetak pole position sementara setelah mencatat waktu lap tercepat dengan 1 menit 10,346 detik yang dibuatnya di awal-awal Q3.

Saat itu, para pembalap lain tengah melibas beberapa lap untuk mendapatkan suhu ban yang terbaik. Termasuk Max Verstappen (Red Bull Racing-Honda) yang saat itu berada di P2 setelah terpaut 0,230 detik dari Leclerc.

Namun, hanya beberapa saat sebelum sesi Q3 berakhir, ketika para pembalap siap melakukan flying lap, bagian kanan depan Ferrari SF21 milik Leclerc menyenggol barrier di bagian kedua area Swimming Pool.

Akibat senggolan tersebut, suspensi depan-kanan mobil Leclerc rusak sehingga ia menghantam pembatas trek saat keluar tikungan. Bendera merah pun dikibarkan saat Q3 tingga menyisakan sekira 10 detik.

Sesi pun tidak dilanjutkan. Alhasil, waktu lap Charles Leclerc pun membuatnya memastikan pole position diikuti Max Verstappen dan Valtteri Bottas (Mercedes-AMG Petronas F1) di posisi ketiga.

Baca Juga:

FIA pun sempat mencurigai insiden yang melibatkan Leclerc dan Ferrari ini. Sejak kasus Michael Schumacher pada 2006 – menghalangi Fernando Alonso mencatat waktu cepat di kualifikasi – dan Nico Rosberg yang merebut pole secara kontroversial pada 2014, FIA menaruh perhatian serius pada sesi kualifikasi GP Monako.

“Insiden tersebut langsung dicermati oleh race management. Hasilnya, sangat jelas terjadi kesalahan di Tikungan 15,” kata FIA Race Director Michael Masi.

“Setelah melihat data dan mendengarkan komunikasi radio, kami berkesimpulan tidak ada seorang pembalap pun yang dengan sengaja mau merusak mobilnya, padahal dia tahu konsekuensinya akan sangat berat,” ucap pria asal Australia tersebut.

Charles Leclerc pun tetap memegang pole position GP Monako. Namun, pembalap asli Monte Carlo itu akhirnya benar-benar tidak bisa berlomba setelah mengalami kerusakan pada drive shaft kiri. Hal itu diketahui seusai dirinya melakukan installation lap, Minggu (23/5/2021).   

Menurut Prinsipal Tim Scuderia Ferrari Mattia Binotto, kerusakan tersebut bukan diakibatkan dari kecelakaan yang dialami Leclerc sehari sebelumnya. Ferrari pun menjelaskan akan melakukan investigasi lebih jauh di markas mereka di Maranello, Italia.

dibagikan
komentar
Marko Ingin Red Bull Terus Tekan Mercedes

Artikel sebelumnya

Marko Ingin Red Bull Terus Tekan Mercedes

Artikel berikutnya

Alonso Bandingkan Pengalamannya di Ferrari dengan Podium Sainz

Alonso Bandingkan Pengalamannya di Ferrari dengan Podium Sainz
Muat komentar