FIA Bakal Tinjau Lagi Hukuman Hamilton Terkait Insiden Verstappen

Federasi Otomotif Internasional (FIA) kemungkinan besar akan meninjau ulang sanksi yang diberikan kepada Lewis Hamilton, terkait insiden dengan Max Verstappen di F1 GP Inggris.

FIA Bakal Tinjau Lagi Hukuman Hamilton Terkait Insiden Verstappen

Red Bull Racing masih tak terima dengan hukuman ringan yang dijatuhkan Steward kepada pembalap Mercedes itu. Hamilton hanya mendapat penalti 10 detik karena dianggap jadi penyebab kecelakaan Verstappen di Tikungan Copse, Sirkuit Silverstone, Minggu (18/7/2021).

Pada akhirnya, sanksi tersebut tak berarti apa-apa. Setelah pembalap andalan Red Bull tersingkir akibat menabrak pembatas dengan kekuatan benturan 51G, Hamilton makin merajalela. Ia masih bisa merebut gelar juara dalam balapan di kampung halaman dengan penalti itu.

Sebaliknya, Red Bull selain kehilangan poin besar juga mengalami kerugian besar. RB16B yang dikemudikan Verstappen rusak parah dan perbaikan butuh biaya sekitar 750 ribu euro (sekitar Rp12,8 miliar). Belum lagi, tenaga dan waktu yang dikeluarkan tim. Mestinya mereka bisa fokus kepada pembuatan mobil untuk F1 2022.

Tak mau menderita sendiri, prinsipal Die Rotten Bullen, Christian Horner, lantas mengirim surat resmi kepada FIA pada Jumat pekan lalu. Ia menuntut agar hukuman Hamilton dievaluasi lagi.

FIA sudah mengonfirmasi tersebut berdasarkan Kode Olahraga Internasional (ISC), pasal 14. “Jika, dalam Kompetisi yang merupakan bagian dari Kejuaraan FIA, cup, trophy, challenge atau seri, atau seri internasional, elemen baru yang signifikan dan relevan ditemukan yang mana tidak tersedia untuk pihak mencari peninjauan kembali pada saat keputusan yang bersangkutan, steward yang telah memberi keputusan atau, jika gagal, itu dtunjuk oleh FIA, mungkin memutuskan untuk mengevaluasi kembali keputusan mereka setelah adanya petisi untuk meninjau ulang…”

Baca Juga:

Konferensi video dilakukan Kamis (29/7/2021), pukul 16.00 Waktu Eropa Tengah, sebelum GP Hungaria. Tiga perwakilan Red Bull akan menghadiri pertemuan tersebut, termasuk manajer tim. Mercedes juga diminta mengirim tim perwakilan, terdiri dari maksimal tiga orang.

Berdasarkan aturan, tim Austria itu bisa maju terus asalkan bisa memberi bukti yang relevan dan signifikan. Sementara itu, steward telah melihat video dan data telemetri sebelum memutuskan Hamilton bersalah dan memberi hukuman.

Red Bull kemungkinan memberikan bukti pernyataan Verstappen sebagai saksi yang terlibat pada kecelakaan itu. Selepas kecelakaan, dia tidak bisa memberikan pernyataan karena dibawa ke rumah sakit.

FIA mengumumkan, “Nama dan posisi yang hadir dari pihak tim harus dikirim secara tertulis sebelum Rabu, 28 Juli 2021, pukul 17.00 CEST ke secretariat steward.”

Komisi yang akan mengevaluasi ulang kasus ini berisikan Emanuele Pirro (mantan pembalap ajang ketahanan), Dennis Dean, Nish Shetty, eric Cowcill dan Loic Bacquelaine.

dibagikan
komentar
Budkowski Lega Alonso Bungkam Pihak yang Skeptis

Artikel sebelumnya

Budkowski Lega Alonso Bungkam Pihak yang Skeptis

Artikel berikutnya

Domenicali Buka Peluang Sprint Race di Lebih Banyak Grand Prix

Domenicali Buka Peluang Sprint Race di Lebih Banyak Grand Prix
Muat komentar