Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Ingin 3 Race Director, FIA Buka Kans Michael Masi Kembali

Peran Michael Masi dalam struktur FIA, menyusul kontroversi Grand Prix Abu Dhabi 2021, belum tamat. Presiden organisasi Mohammed Ben Sulayem bahkan membuka peluangnya untuk kembali ke F1.

Michael Masi, Race Director

Setelah putaran final Formula 1 yang kontroversial di Abu Dhabi tahun lalu, Race Director Michael Masi menjadi sorotan. Ia membuat beberapa keputusan yang dinilai banyak pihak tak sesuai regulasi di fase akhir balapan di Sirkuit Yas Marina itu.

Keputusan Masi pada akhirnya mengantarkan pembalap Red Bull Racing Max Verstappen keluar sebagai juara dunia. Sementara kubu Mercedes murka karena itu membuat Lewis Hamilton gagal meraih gelar kedelapannya.

Kemarahan dan rasa frustrasi skuad Silver Arrows bahkan tak mereda selama beberapa bulan. Prinsipal Tim F1 Mercedes Toto Wolff mengatakan pada April lalu bahwa “Beberapa pembalap menilai cara Masi memperlakukan mereka tidak sopan.”

“Ada promotor salah satu balapan di Timur Tengah yang lega Masi pergi sebab dia punya banyak omong kosong. Dia abai terhadap umpan balik dan bahkan hingga kini tak sadar telah melakukan kesalahan. Dia hambatan bagi olahraga,” tambah Wolff.

Baca Juga:

Meski nyaris tidak ada yang dapat membayangkan Michael Masi akan kembali dapat peran utama dalam struktur F1 di masa depan, Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem melihat perspektif secara berbeda.

“Saya tak mengesampingkan Michael. Dia punya pekerjaan yang berlebih sebagai delegasi keselamatan dan direktur balapan. Ya, dia membuat kesalahan. Bukannya kami mengatakan ini adalah akhir kariernya di FIA,” ujar Ben Sulayem kepada Sportsmail.  

“Saya tak melakukan hal-hal seperti itu. Bahkan orang-orang yang tidak memberi suaranya untuk saya (saat pemilihan Presiden FIA), saya rangkul. Kami tak memikirkan individu, kami fokus pada keseluruhan operasi.

“Saya tidak begitu mengenal Michael. Keputusan (untuk memberhentikannya sebagai Race Director F1) dibuat oleh World Council. Michael hanya melakukan kesalahan manusiawi, yang bisa terjadi pada siapa saja,” ia mencoba melihat dari sisi humanis.

Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem

Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem

Foto oleh: Alexander Trienitz

Mohammed Ben Sulayem tak menutup kemungkinan bahwa publik akan melihat Michael Masi kembali ke Formula 1, bahkan ke komite balap, suatu hari nanti. Bagi FIA, ia tetap sumber daya yang berharga.

“Saya berbicara padanya beberapa hari lalu. Saya pribadi tidak punya masalah dengannya. Saya tak membenci siapa pun. Michael masih ada dan kami mungkin akan mulai memberdayakannya,” tutur Ben Sulayem.

“Saya tak pernah mengatakan harus menyingkirkannya. Sebaliknya, kami mungkin bisa pakai tenaganya. Kami terbuka untuk semuanya. Struktur kami belum sempurna. Meski ada dua Race Director baru (Niels Wittich dan Eduardo Freitas), saya tak mau mengklaim kini semuanya baik-baik saja.

“Anda tidak dapat berjalan ke supermarket dan mendapatkan pelayan ekstra. Anda Anda butuh orang-orang yang solid dan jujur, orang-orang yang toleran. Kekurangan orang di dalam FIA harus terpecahkan. Saya pribadi ingin melihat setidaknya ada tiga Direktur Balapan, mulai tahun depan.”

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Charles Leclerc Tabrakkan Mobil Ferrari Niki Lauda
Artikel berikutnya Vettel Ragu Masih di F1 saat GP Jerman Kembali

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia