FIA Kembangkan Perangkat Lunak Simulasi Kecelakaan

Federasi Otomotif Internasional (FIA) sedang mengembangkan perangkat lunak khusus untuk simulasi kecelakaan di sirkuit dan setiap tikungan. Inovasi ini diharapkan bisa meningkatkan keamanan olahraga motor.

FIA Kembangkan Perangkat Lunak Simulasi Kecelakaan

Software tersebut akan digunakan untuk acuan meletakkan pengaman, seperti tumpukan ban, TecPro Barriers atau SAFER Barriers, di titik-titik yang tepat.

Dalam pengembangannya, para engineer FIA bekerja sama dengan tim-tim balap Formula 1 maupun non F1. Beragam sensor ditempatkan di mobil yang dihubungkan dengan seragam balap, sarung tangan biometrik serta penutup telinga pembalap.

Banyak kamera khusus yang diarahkan kepada pembalap di kokpit dan bisa mengambil gambar 400 frame perdetik. Selain itu, para engineer memperhitungkan sudut benturan dan G-Force yang dialami pembalap dan mobil. Berdasarkan kalkulasi itu, mereka bisa menentukan tipe pembatas serta posisinya yang memberi keamanan terbaik.

FIA tidak hanya menggunakan data dari Formula 1. Mereka juga menganalisis insiden di ajang balap lainnya. Crash yang dialami Sophie Floersch di F3 GP Macau pada 2018, serta kecelakaan yang dialami Robert Wickens saat IndyCar 2018 di Pocono jadi perhatian.

Baca Juga:

Beberapa waktu lalu, FIA merilis hasil dari investigasi tentang insiden paling parah dalam olahraga motor sepanjang 2020, melalui majalah Auto. Informasi diperoleh dari World Accident Database (WADB) yang menyimpan segala informasi soal insiden dalam olahraga motor.

Dari sana, Kelompok Studi Insiden Serius FIA (SASG) menyelidiki kecelakaan di mana ada pembalap, navigator atau orang yang ada di sekitar lokasi kejadian yang tewas. Ketika analisis menunjukkan bahwa penyesuaian perlu dilakukan di sirkuit tertentu, lalu rencana pencegahan dibuat dan dikirim pada Komite Keamanan FIA. Lalu, Dewan Olahraga Motor Dunia mengambil keputusan.

Berdasarkan data kecelakaan 2020 FIA, yang paling parah menurut Formula 1 adalah kecelakaan Daniil Kvyat (Silverstone), Charles Leclerc (Monza), Lance Stroll (Mugello), Romain Grosjean (Bahrain) dan tabrakan berantai usai restart GP Tuscan, yang melibatkan Carlos Sainz Jr, Kevin Magnussen, Antonio Giovinazzi dan Nicholas Latifi.

Insiden yang dialami Lance Stroll di Tikungan 9 Mugello hanya direkam oleh satu kamera televisi, tapi sensor-sensor yang dipasang menunjukkan sebab dan akibatnya.

Pembalap Racing Point itu kehilangan kendali pada setir dalam kecepatan 270 km/jam dan membentur pembatas di sisi jalan dalam sudut 48 derajat dan kecepatan 97 km/jam. Itu mengalami penundaan 19G pada benturan.

Lees ook:

dibagikan
komentar
Kesamaan Leclerc dan Michael Schumacher di Mata Binotto

Artikel sebelumnya

Kesamaan Leclerc dan Michael Schumacher di Mata Binotto

Artikel berikutnya

Bos Mercedes Akui Sempat Terpapar Covid-19

Bos Mercedes Akui Sempat Terpapar Covid-19
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Romain Grosjean , Lance Stroll , Charles Leclerc
Tag fia , f1 , formula 1
Penulis Mike Mulder