FIA konfirmasi peraturan baru terkait manuver saat mengerem di F1

Para pembalap Formula 1 telah diberi tahu terkait peraturan baru yang melarang manuver bertahan saat melakukan pengereman.

Direktur balapan F1, Charlie Whiting, sebelumnya telah mengekspresikan keseriusannya untuk merespon isu yang muncul di sesi briefing pembalap-pembalap F1 pada hari Jumat.

Isu yang sedang ramai diperbincangkan tersebut adalah manuver Max Verstappen yang melakukan manuver bertahan secara tiba-tiba terhadap Lewis Hamilton di penghujung balapan GP Jepang, dua pekan lalu.

Melalui catatan acara yang dikirimkan ke setiap tim menjelang kualifikasi GP Amerika Serikat, Whiting telah memperjelas pandangannya yang menganggap manuver seperti yang dilakukan oleh Verstappen di Jepang, mulai dilarang sejak saat ini.

Di dalam catatan tersebut tertulis: “Pasal 27.5 dari regulasi olahraga menyatakan bahwa ‘...mobil tidak boleh dikemudikan dengan cara yang dapat membahayakan pembalap lain...’, lebih lanjut, Pasal 27.8 juga melarang segala manuver ‘...yang dapat menghambat pembalap lain, seperti... manuver tiba-tiba yang dinilai abnormal’.

“Dengan demikian, segala manuver yang dilakukan di saat momen pengereman, dan membuat pembalap di belakang harus melakukan manuver menghindar, akan dianggap sebagai manuver abnormal dan berbahaya. Segala pelanggaran terkait manuver tersebut akan dilaporkan ke steward balapan.”

Jika seorang pembalap dianggap melanggar peraturan baru tersebut, stewards dapat memberikan hukuman penalti dalam bentuk penambahan waktu atau bahkan hukuman diskualifikasi.

Jadilah bagian dari sesuatu yang besar

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tipe artikel Breaking news