Presiden FIA Jamin Kontroversi GP Abu Dhabi Takkan Terulang

Presiden FIA yang baru, Mohammed Ben Sulayem, telah berjanji kepada penggemar Formula 1 bahwa pihaknya akan melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan tidak terulangnya kontroversi Grand Prix Abu Dhabi.

Presiden FIA Jamin Kontroversi GP Abu Dhabi Takkan Terulang

Ben Sulayem resmi menjabat Presiden FIA, mengambil alih kursi yang telah ditempati oleh Jean Todt selama 12 tahun. Pria asal Uni Emirat Arab itu mengalahkan Graham Stoker dengan perolehan suara 61,6 persen.

Penobatannya bertepatan usai penentuan juara dunia F1 2021 antara Max Verstappen dan Lewis Hamilton yang berakhir kontroversial, menyusul keputusan Michael Masi perihal safety car serta prosedur restart.

Dewan Olahraga Motor Dunia FIA telah mengumumkan rencana untuk melakukan investigasi. Ben Sulayem mengatakan ingin menunggu temuan lengkap dari penyelidikan yang bakal dipresentasikan sebelum memutuskan tindakan terbaik.

Menurutnya, akan sangat salah jika membuat respons spontan tanpa sepenuhnya memahami keadaan dari apa yang terjadi.

“Kami akan melihat aturan dan kami yakin, jika situasi seperti ini terjadi di masa depan, kami akan memiliki solusi instan untuk itu. Atau bahkan kita menghindarinya,” ucap Ben Sulayem dalam konferensi pers di Paris.

“Ada begitu banyak area yang bisa kami tingkatkan. Kami tidak bisa hanya duduk dan mengatakan kami bagus. Tidak, itu tidak cukup dalam olahraga seberat, saya akan mengatakan, dan sama pentingnya (seperti F1).”

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem.

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem.

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Mohammed Ben Sulayem bakal memiliki otoritas langsung atas apakah F1 tetap dengan Race Director Michael Masi, yang masa depannya telah menjadi subyek spekulasi intens dalam beberapa hari terakhir.

Ditanya apakah memiliki kepercayaan penuh pada pria asal Australia itu, Ben Sulayem menjawab: “Mengapa kita melompat? Kita harus benar-benar menyelidiki masalah ini.

“Saya baru saja terpilih, dan saya akan melihat masalah ini besok. Saya mengadakan pertemuan dengan staf, dan saya akan melihat setiap masalah yang dapat diperbaiki.

“Tapi saya pasti tidak akan langsung mengambil kesimpulan tentang keputusan tanpa kembali ke tim saya.”

Baca Juga:

Lebih lanjut, Ben Sulayem sangat menyadari tantangan yang dihadapinya dalam menjalankan peran sebagai Presiden FIA. Apalagi setelah kredibilitas badan pengatur balap mobil ini dipertanyakan.

Ben Sulayem juga menegaskan, bakal mundur dari tanggung jawab lain di luar FIA. Hal ini demi upaya untuk berkonsentrasi dengan jabatan barunya tersebut.

“Jika Anda berbicara kepada saya tentang kredibilitas FIA, ya, kami terletak pada struktur yang baik, dan (dengan) tim yang baik,” ucapnya.

“Tapi selalu ada tempat untuk perbaikan. Kami hanya harus melihat di mana kami bisa meningkatkan.

“Satu hal adalah saya akan mengabdikan diri, dan saya tidak akan memiliki pekerjaan lain selain menjadi Presiden FIA.

“Saya mengundurkan diri dari semua tanggung jawab saya yang lain. Saya tidak akan melakukan hal lain. Dan saya tidak akan menjadi beban FIA.

“Saya akan berkonsentrasi dengan penuh semangat, dengan tim yang tepat, dan saya memiliki tim yang bagus, dan kami (bahkan) meminta tim yang lebih baik lagi. Jadi, inilah mengapa FIA kredibel.”

dibagikan
komentar
Nico Rosberg: George Russell Pilihan Berisiko bagi Mercedes
Artikel sebelumnya

Nico Rosberg: George Russell Pilihan Berisiko bagi Mercedes

Artikel berikutnya

Max Verstappen Nilai Lap Terakhir GP Abu Dhabi Terhebat

Max Verstappen Nilai Lap Terakhir GP Abu Dhabi Terhebat
Muat komentar