Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Formula 1 F1 GP Australia

FIA Matikan Taktik Restart Max Verstappen

FIA mengonfirmasi aturan restart Safety Car Formula 1 untuk mencegah pembalap melakukan taktik gerakan berdampingan, yang digunakan Max Verstappen saat melawan Charles Leclerc di dua balapan awal tahun ini.

Safety Car the pack

Pada putaran Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi, Verstappen menggunakan taktik bersanding dengan Leclerc untuk mendapat keuntungan saat Safety Car keluar dari trek.

Pergerakan ini juga pernah dilakukan oleh Super Max itu pada seri terakhir F1 GP Abu Dhabi 2021 ketika dia berada di belakang Lewis Hamilton.

Di sana, Verstappen secara singkat mengungguli pemimpin balapan saat mereka berakselerasi dan mengerem melalui tikungan terakhir trek Yas Marina. Itu kemudian disorot Mercedes karena dinilai berupaya mengubah hasil akhir balapan.

Taktik ini kemudian coba digunakan lagi oleh Verstappen ketika Formula 1 menyambangi Sirkuit Bahrain dan Jeddah. Ia berupaya menerapkan strategi kepada Leclerc, tapi tak berhasil.

Menjelang kualifikasi GP Australia, Direktur Balap, Niels Wittich, mengeluarkan catatan acara terbaru yang menyoroti Pasal 55.14 dari Regulasi Olahraga F1.

Itu dilakukan untuk memperkuat makna peraturan bagi para pembalap dan tim, sembari ditegaskan bahwa taktik kini telah resmi dilarang oleh FIA.

“Untuk menghindari kemungkinan kecelakaan sebelum Safety Car kembali ke pit, dari titik di mana lampu pada mobil dimatikan, pengemudi harus melaju dengan kecepatan yang tidak melibatkan akselerasi atau pengereman yang tidak menentu atau manuver apa pun yang mungkin terjadi yang dapat membahayakan pengemudi lain atau menghalangi restart,” bunyi pernyataan.

Sumber Motorsport.com telah mengindikasikan, bahwa tindakan keras itu juga terkait dengan berbagai manuver yang telah diterapkan oleh pembalap pada restart setelah Safety Car, serta apa yang telah dilakukan Verstappen dalam tiga balapan terakhir.

Kendati demikian, taktik yang dilancarkan sang juara dunia bertahan hanyalah contoh profil tinggi dari apa yang tidak diinginkan FIA untuk terjadi lagi di masa mendatang.

Baca Juga:

Badan pengatur ini meminta para pembalap untuk menjaga kecepatan konstan saat berkendara di belakang pemimpin balapan setelah Safety Car ditarik masuk pit, sampai pemimpin kembali ke kecepatan balap untuk menghindari terulangnya kecelakaan besar di GP Tuscan 2020.

Pembalap masih bisa berada di sisi mobil di depannya, tapi seluruh bagian mobil mereka harus sepenuhnya berada di belakang pengemudi di depannya.

Taktik Verstappen melawan Ferrari tidak luput dari perhatian Scuderia, dengan Sainz mengungkapkan di Melbourne bahwa timnya telah menyadarinya, dalam upaya mengambil keuntungan.

Ketika ditanya oleh Motorsport.com tentang pergerakan Verstappen, Sainz menjelaskan taktik seperti itu sedikit berbeda, meski secara pribadi merasa itu bukan masalah.

“Yang pasti ini adalah persiapan khusus pembalap yang kami lalui di setiap balapan dan kami mulai memahami apa yang dilakukan pembalap lain saat restart. Kami belajar dan kami melihat ada peluang,” ujar The Smooth Operator.

“Kami melihat semua orang, tidak hanya Max. Jelas, Max dan Checo (Sergio Perez), kami melihat mereka lebih dekat tahun ini karena kami lebih terlibat dalam pertarungan.

“Kami memiliki segala macam statistik dan segala macam hal untuk dipersiapkan sebaik mungkin.”

Carlos Sainz Jr., Ferrari F1-75, Nicholas Latifi, Williams FW44

Carlos Sainz Jr., Ferrari F1-75, Nicholas Latifi, Williams FW44

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Mercedes Telusuri Akar Masalah dalam Desain W13
Artikel berikutnya Red Bull Merasa Tertantang Kalahkan Ferrari

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia