Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Formula 1 Qatar GP

FIA Peringatkan Stroll terkait Ulahnya di Garasi F1 GP Qatar

FIA memberikan peringatan resmi kepada Lance Stroll atas perilaku kasarnya di garasi saat Grand Prix Qatar 2023, setelah pembalap Aston Martin itu meminta maaf.

Lance Stroll, Aston Martin F1 Team

Stroll mendorong pelatihnya, Henry Howe, setelah melempar setirnya keluar dari kokpit menyusul tersingkirnya dia dari kualifikasi GP pada acara akhir pekan lalu.

Selasa (10/10/2023), regulator mengumumkan bahwa petugas kepatuhannya telah berdiskusi dengan Stroll sehubungan dengan beberapa insiden yang mungkin telah melanggar peraturan, kebijakan, dan prosedur FIA.

Meskipun hal ini tidak secara khusus diuraikan oleh FIA, namun dipahami bahwa mereka berfokus pada tindakan Stroll yang tertangkap kamera di lintasan Lusail pada Jumat lalu dan berpusat pada klausul 'keburukan' dalam Kode Olahraga Internasional FIA.

Seorang juru bicara FIA kemudian mengeluarkan pembaruan pada Jumat sore yang secara efektif mengakhiri masalah ini, dengan Stroll diberi peringatan terkait tindakannya di Qatar dan perilakunya di masa depan. 

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa Petugas Kepatuhan FIA telah menerima permintaan maaf dari Lance Stroll terkait tindakannya selama Grand Prix Formula 1 Qatar 2023," demikian pernyataan FIA.

"Petugas Kepatuhan telah mencatat permintaan maaf ini dan mengeluarkan peringatan tertulis, mengingatkan Lance akan tanggung jawabnya sebagai kompetitor yang terikat oleh Kode Etik FIA dan pedoman etika dan perilaku FIA lainnya yang ditetapkan oleh peraturan olahraga.

Baca Juga:

"FIA mempertahankan sikap tanpa toleransi terhadap pelanggaran dan mengutuk setiap tindakan yang dapat menyebabkan pelecehan fisik."

Tindakan Stroll tampaknya termasuk dalam entri FIA ISC Pasal 12.2.1.c, yang menyatakan bahwa seorang kompetitor akan dianggap melakukan pelanggaran jika mereka dinyatakan bersalah atas "tindakan curang atau tindakan apa pun yang merugikan kepentingan kompetisi apa pun atau kepentingan olahraga motor secara umum".

Aturan ini disorot dalam kasus Max Verstappen dari Red Bull, ketika ia mendorong pembalap Force India, Esteban Ocon, di parc ferme di Interlagos setelah keduanya bertabrakan di GP Brasil 2018.

Verstappen kemudian diperintahkan untuk melakukan pelayanan publik selama dua hari sebagai hukuman atas tindakannya di Brasil, termasuk mengunjungi balapan Formula E Marrakesh 2019 untuk mempelajari bagaimana para pengurus acara tersebut menilai perilaku pembalap.

Tim Aston Martin tidak menganggap angin lalu aksi pembalapnya di Qatar, dengan kepala tim Mike Krack mengatakan, "Anda harus berbicara tentang hal-hal ini tetapi Anda harus meletakkannya dalam kaitannya (dengan keadaan di sekitarnya)", ketika harus menjelaskan bagaimana tim akan membicarakan insiden tersebut dengan Stroll.

"Saya pikir Anda tidak bisa berbicara di tengah-tengah situasi yang panas," tambah Krack. "Anda harus menunggu, dan mungkin semua orang akan tidur pada suatu malam dan kemudian kami akan melihat dan mendiskusikannya dan kemudian dunia akan menjadi berbeda."

Lance Stroll, Aston Martin AMR23, meninggalkan pit box

Lance Stroll, Aston Martin AMR23, meninggalkan pit box

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Terlalu Banyak Pelanggaran Track Limit, Vasseur Tuntut FIA Cari Solusi
Artikel berikutnya Verstappen Paling Mewaspadai Line-up McLaren di F1 2023

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia