Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

FIA Perketat Tes Kekakuan Sayap Belakang Mobil F1

FIA menegaskan tak ada ‘monkey business’ dengan tes fleksibilitas sayap belakang di Formula 1 tahun lalu, tetapi pengujian akan lebih ditingkatkan pada 2022.

Sergio Perez, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12, Valtteri Bottas, Mercedes W12, Charles Leclerc, Ferrari SF21, and Carlos Sainz Jr., Ferrari SF21

Kejuaraan Dunia Formula 1 (F1) sempat dihebohkan dengan tuduhan dari Mercedes bahwa Red Bull Racing menggunakan flexi wing pada sayap belakang untuk meningkatkan kecepatan di sektor trek lurus.

Red Bull menyerang balik, menyebut Mercedes juga menggunakan flexi wing pada sayap depan W12 demi membuatnya melaju lebih cepat.

Flexi wing merupakan salah satu cara yang digunakan untuk membuat sayap menjadi lebih ramping ketika terkena tekanan angin besar untuk mengurangi hambatan.

Red Bull bahkan melangkah lebih jauh dengan menunjukkan bahwa tanda yang terlihat di pelat ujung Mercedes adalah bukti dari sayap mobil mereka yang bergerak. Tetapi, pabrikan Jerman tersebut bersikeras bahwa itu tak punya pengaruh terhadap mobil.

Menanggapi kekhawatiran Red Bull tentang situasi tersebut, FIA meluncurkan misi pencarian fakta dari Grand Prix Qatar untuk menyelidiki dengan lebih baik perilaku dan karakteristik sayap belakang semua tim.

Sementara tes baru tidak memiliki nilai regulasi, jadi bukan untuk memeriksa legalitas mobil, diharapkan mereka akan memberikan jawaban tentang perlu atau tidaknya regulasi untuk diperketat di masa depan.

Berbicara tentang apa yang ditemukan FIA dalam pemeriksaan tersebut, Kepala Bagian Single Seater F1 Nikolas Tombazis menjelaskan bahwa tidak ada hal luar biasa yang terungkap.

Namun, Tombazis menyarankan badan pengatur mencari solusi untuk meningkatkan cara sayap mobil dapat diperiksa guna membantu memastikan tim tidak menemukan zona abu-abu demi membuat sayap lebih lentur.

“Di Qatar, tidak ada ‘monkey business’ yang diidentifikasi, atau semacamnya. Kami tidak menemukan sesuatu yang mengkhawatirkan,” kata Tombazis.

“Itu bukan tes yang buruk, tetapi bisa ditingkatkan. Jadi, kami berpikir bagaimana mungkin membuat beberapa perbaikan untuk 2022, secara potensial.”

Sayap belakang Red Bull Racing RB16B

Sayap belakang Red Bull Racing RB16B

Foto oleh: Giorgio Piola

Nikolas Tombazis menjelaskan bahwa salah satu masalah yang perlu diperhatikan adalah cara gaya diterapkan ke bidang utama untuk membantu mengungkap karakteristik elastisitas aerodinamika cerdas yang dapat digunakan oleh tim.

“Alasan tesnya tidak begitu bagus adalah secara teknis trailing edge dari sayap utama naik cukup tinggi,” ujarnya.

“Kalau memuatnya ke arah bawah, agak kaku, jadi kami ingin mengatur untuk memuatnya ke arah yang normal.

“Tapi kemudian itu sedikit lebih sulit karena kami tidak bisa menggunakan gravitasi. Jadi kami perlu menyempurnakannya, dan perlu sedikit lebih banyak usaha untuk mempersiapkannya. Tetapi bukan tidak mungkin.”

Baca Juga:

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Valtteri Bottas Lakukan Segalanya demi Kalahkan Lewis Hamilton
Artikel berikutnya Daniel Ricciardo Pasang Target Tinggi bersama McLaren

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia