Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Formula 1 F1 GP Bahrain

FIA Terangkan Bagaimana Sistem VAR Akan Bekerja di F1

FIA memaparkan secara rinci tentang bagaimana sistem seperti Video Assistant Referee (VAR) akan bekerja dalam F1, serta mengungkapkan bahwa itu sekarang disebut dengan Remote Operations Centre (ROC).

Lewis Hamilton, Mercedes W13, Max Verstappen, Red Bull Racing RB18

Sistem baru VAR atau ROC siap diaplikasikan Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk memberikan dukungan tambahan kepada race direction (pengawas balapan) Formula 1 menyusul kontroversi bagaimana Grand Prix Abu Dhabi 2021 berakhir.

Dalam analisisnya soal peristiwa tersebut, di mana pilot Red Bull Racing Max Verstappen mampu mengalahkan pilot Mercedes Lewis Hamilton dan memenangi balapan sekaligus menjadi juara dunia musim lalu setelah keputusan seputar Safety Car diterapkan secara keliru, FIA menyimpulkan Race Director butuh bantuan eksternal.

Ini merupakan langkah yang diambil demi meringankan tekanan yang dihadapi oleh Race Director, yang makin meningkat di sekitar peran tersebut, serta memanfaatkan teknologi untuk mengawasi semua aksi pembalap di setiap Grand Prix Formula 1.

Michael Masi, race director F1 tahun lalu, yang keputusannya menuai kontroversi di Abu Dhabi, telah dicopot. Posisinya digantikan oleh eks direktur balap DTM Niels Wittich dan Eduardo Freitas, yang menjalani peran serupa dalam ajang WEC.

Baca Juga:

Keduanya akan secara bergantian mengawasi jalannya race weekend Formula 1 tahun ini. Untuk balapan perdana musim 2022, Grand Prix Bahrain, Niels Wittich yang lebih dulu menjalankan peran sebagai Race Director.   

Menyusul pertemuan Dewan Olahraga Motor Dunia di Bahrain pada Sabtu (19/3/2022), menjelang event pembuka F1 musim ini di negara tersebut, FIA merilis laporan yang mencakup investigasi mengenai kontroversi Abu Dhabi.

Pada kesempatan yang sama, FIA memberikan pembaruan tentang bagaimana sistem ROC sedang diatur. Mereka menjelaskan fase pertama pembangunan teknologi itu di Jenewa sudah selesai, dan menambahkan bahwa pengembangan lebih lanjut dari sistem ini sedang berlangsung.

“Hal-hal prosedural dan peraturan dapat dirujuk ke ROC, yang beroperasi dalam kapasitas sebagai penasihat dan tak akan mengganggu alur kerja tim di lokasi balapan atau menyebabkan penundaan apa pun dalam mengambil keputusan,” ujar pernyataan FIA.    

Sergio Perez, Red Bull Racing RB18, Lando Norris, McLaren MCL36

Sergio Perez, Red Bull Racing RB18, Lando Norris, McLaren MCL36

Foto oleh: Red Bull Content Pool

“Meskipun pada prinsipnya mirip dengan ‘VAR’ dalam sepak bola, ROC akan bertindak sebagai sumber daya pendukung untuk tim race direction dengan data yang sebanding dengan lebih dari 10 pertandingan sepak bola simultan, termasuk lebih dari 140 sumber video dan audio.

“ROC menyediakan sumber daya tambahan bagi FIA untuk memutar ulang secara menyeluruh dan meninjau aspek kompetisi dan keputusan yang dibuat guna memperbaiki dan meningkatkan prosedur di masa depan.

“Sistem ini tidak memiliki kekuatan pengaturan dan tidak dapat digunakan untuk menilai kembali atau mengubah keputusan masa lalu.”

ROC akan menjadi sumber pelatihan dan pendidikan yang berharga bagi generasi berikutnya dari staf dan pengawas balapan. Manfaatnya nanti akan meluas ke kejuaraan lainnya dan komunitas internasional yang lebih luas dari Otoritas Olahraga Nasional FIA.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Kevin Magnussen Diyakini Beri Banyak Kejutan bersama Haas
Artikel berikutnya Hasil F1 GP Bahrain: Ferrari 1-2, Red Bull Hancur Lebur

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia