Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

FOA Resmi Bawa Flavio Briatore Kembali ke F1

Setelah sebelumnya hanya sebatas rumor, Formula One Administarion (FOA) akhirnya benar-benar mengajak Flabio Briatore kembali ke F1 pada musim 2022.

Flavio Briatore and Greg Maffei, CEO, Liberty Media Corporation, on the grid

Pengumuman kembalinya mantan bos tim Benetton dan Renault tersebut ke F1 diumumkan oleh FOA, salah satu perusahaan dalam Formula One Group (FOG) yang merupakan pemegang hak komersial dan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Formula 1.

Pria asal Italia tersebut akan diminta untuk membantu F1 mengembangkan olahraga ini dari basis komersial. Sebelumnya, Briatore kerap membantu “menjual” F1 namun memang tidak resmi.

“Flavio Briatore, dengan kapasitasnya yang lama menjadi duta Formula 1, akan terus mendukung kami,” demikian pernyataan resmi FOA, Rabu (9/3/2022) siang.

“Ia akan menjaga hubungan dengan para promotor dan partner baik yang sudah ada maupun yang baru, serta mengembangkan sisi komersial dan hiburan dalam kemasan yang apik untuk memajukan F1 yang merupakan olahraga luar biasa ini.”

Dalam keterangannya di media sosial, pria yang dulu sangat dikenal sebagai playboy yang flamboyan tersebut menyatakan sangat senang akhirnya bisa kembali ke Formula 1.

“Saya senang dan merasa terhormat bisa melanjutkan pekerjaan membantu dari sisi komersial dan mengembangkan unsur entertainment di F1. Olahraga yang saya cintai ini tepah menjadi bagian penting dalam karier profesional saya,” tutur Briatore.

 

Dari Pencetak Juara Dunia hingga Skandal Crashgate

Flavio Briatore menjadi salah satu nama besar di Formula 1 antara akhir era tahun 1980-an sampai dekade awal 2000-an. Pada awal 1988, ia dipercaya untuk mulai memimpin Benetton F1 Team.

Briatore lantas berhasil merekrut Michael Schumacher setelah debut bersama Jordan pada 1991. Di bawah tangan dinginnya, Schumacher mampu merebut gelar juara dunia pembalap secara beruntun pada 1994 dan 1995. Benetton juga merebut gelar juara dunia konstruktor pada 1995.    

Setelah posisinya di Benetton digantikan David Richards, Briatore memimpin Supertec pada 1998 sampai 2000. Supertec memasok mesin Renault hasil modifikasi Mecachrome kepada tim-tim Williams, Benetton, dan British American Racing (BAR).

Setelah F1 musim 2000, Supertec kolaps dan diakuisisi Renault. Saat itu, Renault ingin kembali ke F1 sebagai tim pabrikan. Briatore pun dipercaya sebagai prinsipal tim.

Pada 2003, Briatore mempromosikan Fernando Alonso untuk menggantikan Jenson Button. Hasilnya, Alonso mampu memberikan dua gelar juara dunia pembalap F1 pada 2005 dan 2006 sekaligus dua gelar konstruktor kepada Renault pada musim yang sama.

Fernando Alonso merayakan kemenangan F1 GP Hungaria 2003 bersama Prinsipal Tim Renault Flavio Briatore.

Fernando Alonso merayakan kemenangan F1 GP Hungaria 2003 bersama Prinsipal Tim Renault Flavio Briatore.

Foto oleh: Motorsport Images

Briatore secara resmi meninggalkan F1 pada 2009, setelah FIA menghukumnya karena sengaja menciptakan kecelakaan di GP Singapura 2008 yang kemudian dikenal dengan skandal crashgate.

Briatore yang saat itu menjadi Prinsipal Tim Renault divonis bersalah – bersama kepala divisi teknis Pat Symonds – memanipulasi hasil balapan di Marina Bay, dengan meminta Nelson Piquet Jr menabrakkan diri ke dinding pembatas agar Safety Car masuk.

Masuknya Safety Car membuat Fernando Alonso – yang sempat ke McLaren pada 2007 namun hanya semusim – diuntungkan dengan situasi tersebut dan memenangi GP Singapura 2008.

Nelson Piquet Jr dipecat oleh Renault pada pertengahan 2009 dan mengungkapkan semuanya kepada FIA. Setelah penyelidikan, FIA menghukum Briatore tidak boleh terlibat F1 seumur hidup sedangkan Symonds hanya lima tahun.

Namun, hukuman untuk Briatore akhirnya dicabut pada 5 Januari 2010. Pengadilan Tingkat Pertama Prancis mengganti hukuman FIA dengan denda 15.000 euro.

Symonds lebih dulu kembali ke F1 dengan menjadi konsultan di Virgin Racing pada 2011 dan Chief Technical Offirce Williams pada 2013-2016, sebelum kemudian menjadi Chief Technical Officer F1. Kini, Flavio Briatore menyusulnya di divisi komersial F1.

Baca Juga:

  

  

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya McLaren Gunakan Livery Berbeda untuk Tes Pramusim F1 Bahrain
Artikel berikutnya Resmi: Kevin Magnussen Kembali ke Haas F1, Gantikan Nikita Mazepin

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia