Force India tak setuju dengan rencana bantuan Mercedes pada Honda

Force India secara tegas tidak menyetujui rencana Mercedes yang akan melakukan perjanjian kerja sama dengan pabrikan mesin asal Jepang, Honda.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya oleh Motorsport.com, Mercedes sudah melakukan diskusi bersama Honda soal peluang pemberian bantuan agar pabrikan mesin asal Jepang itu bisa memecahkan masalah performa dan reliabilitas.

Namun, wakil team principal Force India, Bob Fernley, secara tegas tidak mendukung segala bentuk kemitraan antara Mercedes dengan Honda.

"Sebagai tim kustomer yang tentunya tidak hanya membayar, tapi juga memberikan kontribusi pada pengembangan mesin [Mercedes], saya sangat tidak menyetujui ide kerja sama teknologi dengan pabrikan kompetitor," ucap Fernley pada hari Jumat di Barcelona.

Belum ada perjanjian

Bos motorsport Mercedes, Toto Wolff, menolak memberikan detail diskusi mereka dengan Honda. Tapi ia menekankan bahwa pihaknya belum memiliki perjanjian.

Ketika ditanya soal bentuk kerja sama dengan Honda, Wolff berkata: "Kami tidak melakukan apa-apa dengan Honda, itu status kami saat ini.

"Selama situasi belum berubah, saya tidak mau menambah bahan rumor yang tidak hanya salah tapi juga merugikan Honda dan memperkeruh suasana tim-tim. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi."

Wolff kemudian menambahkan bahwa dirinya percaya Honda akan dapat mengatasi masalah mereka di F1.

"Honda adalah sebuah faktor penting di F1," ujarnya. "Mereka adalah perusahaan yang sukses dan besar. Jadi saya tidak pernah ragu bahwa suatu saat nanti mereka akan tampil seperti yang mereka harapkan."

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Tim Mercedes , McLaren , Force India
Tipe artikel Breaking news