Formula 1 pertahankan sirip hiu untuk 2018

dibagikan
komentar
Formula 1 pertahankan sirip hiu untuk 2018
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
Diterjemahkan oleh: Aditya Siregar
16 Sep 2017 00.45

Mobil Formula 1 tetap mempertahankan penutup mesin sirip hiu tahun 2018. Meski banyak orang ingin FIA melarangnya atas alasan keindahan visual

Mercedes F1 W08 shark detail
Kimi Raikkonen, Ferrari SF70H
Red Bull Racing RB13 rear wing detail
Detail sirip hiu Mercedes AMG F1 W08
Scuderia Toro Rosso STR12 shark fin engine cover detail
Ferrari SF70-H monkey seat detail
Detail sayap belakang dan kursi monyet Ferrari SF70H
Haas F1 Team VF-17, sirip hiu

Tangisan penggemar sejak awal musim mengenai mobil-mobil generasi baru memiliki sirip hiu dan sayap-T, telah mendorong Strategy Group untuk memberlakukan regulasi baru pelarangannya pada tahun depan.

Akan tetapi, setelah Technical Regulation Meeting terbaru dilakukan awal minggu, ternyata FIA dan tim mempertimbangkan ulang regulasi terkait sirip hiu.

Salah satu isu muncul adalah berkurangnya peluang ruang berharga untuk sponsor akibat ukuran nomor mobil lebih besar.

Sejak GP Spanyol, tim-tim F1 menampilkan nomor dan nama lebih besar pada mobil agar bisa diidentifikasi lebih mudah oleh penggemar.

Sehingga dalam diskusi mencari solusi soal nomor, muncul usulan agar sirip hiu dikembalikan.

Menurut direktur teknis Force India Andy Green, ada proposal diajukan ke Strategy Group mengenai regulasi agar sirip hiu dapat dipakai sebagai identitas pembalap.

“Sirip hiu mungkin akan tetap ada,” jelasnya. “Mereka sedang mencari perubahan bahasa untuk mengembalikan sirip hiu. Karena tim akhirnya sadar akan menghilangkan potensi sponsor.”

“Akan dibawa ke pertemuan Strategy Group berikut dan kami mengantisipasi penutup mesin itu akan dipakai kembali.”

Meski sirip hiu akhirnya kembali, tim F1 dan FIA tetap memberlakukan pelarangan sayap-T.

Larangan kursi monyet

Perubahan lain pada regulasi teknis disetujui oleh tim untuk 2018 adalah larangan “kursi monyet” pada bagian belakang mobil.

Sayap mini tersebut, ditempatkan di bawah sayap belakang, berkembang semakin kompleks belakangan ini akibat upaya tim mencari downforce ekstra.

Baru-baru ini FIA mengkhawatirkan upaya tim meniup gas buang melewati kursi monyet melalui penggunaan mode mesin cerdas.

Banyak kekhawatiran akan munculnya perang baru seperti terjadi pada blown diffuser pada awal 2010-an.

Untuk mencegahnya, FIA mengintervensi dan terlibat dalam kebijakan rumit setelan pemetaan mesin. Pada akhirnya tim setuju untuk menghilangkan kursi monyet.

“Saya pikir FIA khawatir tim akan menggunakan mode mesin untuk memberkan tenaga pada sayap, sesuatu yang sebetulnya mereka larang,” tambah Green.

“Mereka ingin menjamin bahwa hal ini diselesaikan dan semua orang setuju. Muncul kesepakatan bulat dari semua tim dan kami tidak ingin mengulangi langkah sama yang membuat FIA harus memeriksa ulang mesin berkali-kali. Lebih baik dihilangkan saya. Membuat FIA lebih santai.”

Artikel Formula 1 berikutnya
Palmer tahu berita Sainz-Renault dari internet

Artikel sebelumnya

Palmer tahu berita Sainz-Renault dari internet

Next article

Ferrari ingin duetkan Giovinazzi dan Leclerc di Sauber 2018

Ferrari ingin duetkan Giovinazzi dan Leclerc di Sauber 2018
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Jonathan Noble
Tipe artikel Breaking news