Formula 1 targetkan gelar lebih dari 21 seri pada 2019

dibagikan
komentar
Formula 1 targetkan gelar lebih dari 21 seri pada 2019
Oleh: Lawrence Barretto
3 Jun 2017 11.50

Chief Marketing F1, Sean Bratches menargetkan Formula 1 untuk menggelar lebih dari 21 balapan dalam semusim, di mulai dari 2019.

Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W08, leads Max Verstappen, Red Bull Racing RB13, Kimi Raikkonen, Fe
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08, leads Sebastian Vettel, Ferrari SF70H, Valtteri Bottas, Mercede
Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 W08, leads Sebastian Vettel, Ferrari SF70H, and Lewis Hamilton, Mer
Start action
Sebastian Vettel, Ferrari SF70H leads at the start of the race
Jean Todt, President, FIA, Guenther Steiner, Team Principal, Haas F1 Team
Gunther Steiner speaking to Sean Bratches
Jean Todt, President, FIA, Chase Carey, Chairman, Formula One

Bracthes sedang bekerja sama dengan Sporting Director F1, Ross Brawn untuk menetapkan kalender musim depan dan mengkonfirmasi akan ada 21 balapan. Perancis dan Jerman menggelar kembali balapan F1 setelah absen dalam beberapa tahun terakhir.

Dari musim berikutnya, tujuannya adalah untuk menambahkan lebih banyak balapan dengan fokus pada pembentukan kembali kejuaraan di pasar inti seperti Eropa serta meningkatkan jangkauan di Amerika Serikat, Asia dan Amerika Latin.

Ketika ditanya oleh Motorsport.com tentang rencana masa depan untuk kalender tersebut, Bratches mengatakan: “Kami ingin bekerja sama dengan tim untuk menentukan kemana arah kami melangkah.

"Tapi target kami adalah ingin melampaui 21 seri dan sedikit lebih proaktif terhadap pasar mana yang kami tuju.

"Saya mendapatkan laporan studi dampak ekonomi di pasar saat ini, untuk benar-benar memahami manfaat membawa sirkus Formula 1 ke kota, negara, dan juga kerajaan.

"Jadi saat kita mulai mengidentifikasi kalender terbaik untuk di wilayah yang optimal, kita bisa berbicara dengan pengelola kota dan lebih reaktif terhadap tawaran yang masuk."

"[Melampaui 21 balapan] membutuhkan pengorbanan, baik secara fisik, emosional dan ekonomi.

"Kami harus bekerja sama dengan mitra kami di depan tim untuk mencapai titik maksimal dan yang masuk akal bagi semua orang."

Bratches mengatakan satu solusi untuk mengurangi tekanan dalam perjalanan para kru F1 adalah mengurangi jumlah balapan yang memiliki jeda waktu seminggu.

Langkah seperti itu bisa menyebabkan musim dingin yang lebih pendek atau berkurangnya waktu liburan musim panas.

"Kami tidak ingin terlalu banyak seri beruntun," katanya. "Kami mencoba untuk menyelaraskan hal-hal ini dengan lebih baik melalui wilayah – balapan di Eropa, balapan di Amerika, balapan di Asia, tapi akan sulit dalam hal cuaca dan mengelola perjanjian

Bratches menambahkan F1 sangat ingin menghindari bentrokan dengan acara olahraga lainnya.

Presiden FIA Jean Todt bertemu dengan Brawn, CEO WEC Gerard Neveu dan bos Formula E Alejandro Agag di Monako untuk membahas kolaborasi yang lebih besar dalam perencanaan kalender di masa depan.

Brawn juga melakukan pertemuan dengan Bos Dorna, Carmelo Ezpeleta di Spanyol untuk membahas tenta bentrokan jadwal dengan MotoGP.

“Kami sangat tertarik untuk melakukan yang terbaik bagi para fans, untuk sejauh ada kesempatan untuk menghindari keadaan dimana ada acara olahraga kompetitif yang juga sedang berlangsung," katanya.

"Tahun depan ada akhir pekan di mana final Wimbledon dan final Piala Dunia berlangsung bersamaan dengan GP Inggris. Pasti akan kurang optimal untuk menggelar GP Inggris pada hari itu."

Ketika ditanya apakah ada rencana untuk mempertahankan jeda musim panas selama empat minggu, Bratches mengatakan: "Kami berusaha untuk menghormati semua orang di F1, termasuk wartawan, untuk memastikan semuanya memiliki istirahat yang cukup dengan keluarga mereka dan memiliki waktu senggang."

Artikel Formula 1 berikutnya
Williams: Kritik terhadap Stroll sangat tidak adil

Artikel sebelumnya

Williams: Kritik terhadap Stroll sangat tidak adil

Next article

Meski gagal raih poin, Force India: "Hasil Monako tidak terlalu jelek"

Meski gagal raih poin, Force India: "Hasil Monako tidak terlalu jelek"
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Penulis Lawrence Barretto
Tipe artikel Breaking news