Gaji dan Pendapatan Bersih Para Prinsipal Tim F1

Prinsipal tim Formula 1 adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam operasional sebuah skuad F1. Mereka adalah wajah tim di setiap akhir pekan Grand Prix. Lantas, berapa gaji yang mereka dapatkan?

Gaji dan Pendapatan Bersih Para Prinsipal Tim F1

Formula 1 kadang terlihat seperti olahraga aneh. Di satu sisi, olahraga ini menuntut uang dalam jumlah sangat besar nan fantastis. Namun di sisi lain, banyak orang yang terlibat di dalamnya justru sangat rendah hati.

Pencinta F1 tentu sudah kerap mendengar gaji dan pendapatan para pembalap F1. Tetapi, tidak banyak orang yang membicarakan berapa yang diterima seorang prinsipal tim F1, meskipun profesi dan tugasnya terbilang sangat berat.

Sebagian besar prinsipal tim menutup rapat gaji mereka. Praktis, hampir mustahil menyuguhkan jawaban akurat soal nominal yang mereka terima. Namun, sejumlah nama prinsipal tim top diyakini menerima gaji tak kurang antara 5-10 juta dolar AS per musim.

Baca Juga:

Christian Horner (Red Bull Racing)
Gaji: US$10 Juta – Pendapatan Bersih: US$50 juta  

Pria asal Inggris ini menjadi prinsipal tim F1 dengan gaji tertinggi, tidak kurang 10 juta dolar AS (sekira Rp146,6 miliar) per tahun.

Christian Horner, Red Bull Racing Team Principal

Christian Horner, Red Bull Racing Team Principal

Foto oleh: Red Bull Content Pool

Menduduki posisi ini sejak Red Bull Racing debut di F1 pada 2005, Horner saat itu menjadi prinspal tim F1 termuda karena ia mendapatkannya setelah gantung helm dari balap F3000 (kini Formula 2).

Mengutip Celebrity Net Worth, pendapatan bersih suami Geri Halliwell, mantan personel girld band Spice Girls, tersebut mencapai 50 juta dolar AS.

Toto Wolff (Mercedes)
Gaji: US$9,1 Juta – Pendapatan Bersih: US$580 juta  

Bos Mercedes-AMG Petronas F1 Team itu ditaksir menerima gaji 9,1 juta dolar AS per tahun. Kendati begitu, investasi yang dilakukan pria Austria itu di luar F1, menghasilkan pendapatan mencengangkan. Karenanya, ia menjadi prinsipal tim F1 dengan pendapatan bersih tertinggi.

Wolff menjadi satu-satunya prinsipal tim yang juga memiliki 33% saham Tim Mercedes F1. Sementara, tim-tim lain biasanya dimiliki perusahaan induk.

Sebagai investor, Wolff mendirikan Marchfifteen pada 1998 dan Marchsixteen Investments pada 2004, yang fokus pada perusahaan-perusahaan internet dan teknologi.

Toto Wolff, Team Principal dan CEO, Mercedes AMG

Toto Wolff, Team Principal dan CEO, Mercedes AMG

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Ia mengkhususkan strategi investasinya pada industri menengah yang terdaftar. Beberapa di antaranya Williams F1 dan HWA.

Ia pernah memiliki sebagian kecil saham HWA, perusahaan yang membangun produk-produk AMG Customer Sports seperti mobil-mobil GT3, GT4, mesin-mesin formula junior, dan DTM. Wolff juga memiliki saham di tim Formula E Mercedes, yang baru saja memenangi gelar pembalap lewat Stoffel Vandoorne dan akan mundur musim depan.

Wolff juga berinvestasi di BRR Rallye Racing, salah satu diler komponen mobil reli terbesar di Eropa. Ia juga salah satu pemilik sebuah perusahaan manajemen olahraga dengan mantan pembalap F1 Mika Hakkinen dilibatkan dalam manajemen para pembalap.

Wolff juga memiliki 5% saham di Williams F1, setelah tim legendaris asal Grove, Inggris, itu dibeli Dorilton Capital.

Mattia Binotto (Ferrari)
Gaji: US$3 Juta – Pendapatan Bersih: US$5-6 juta  

Mattia Binotto, Team Principal, Ferrari, di acara konferensi pers menjelang F1 GP Azerbaijan.

Mattia Binotto, Team Principal, Ferrari, di acara konferensi pers menjelang F1 GP Azerbaijan.

Foto oleh: Carl Bingham / Motorsport Images

Pria Italia kelahiran Swiss ini menjadi Prinsipal Tim Ferrari mulai 7 Januari 2019, menggantikan Maurizio Arrivabene. Mulai bergabung dengan Ferrari pada 1995 di divisi mesin, Binotto menghabiskan sebagian besar kariernya di bagian teknis.

Kepiawaiannya mendesain mesin yang kompetitif selama dua tahun menjadi Chief Technical Officer (CTO) Ferrari mengantarkan pria 51 tahun itu ke posisi tertinggi di skuad F1 The Prancing Horse.

Andreas Seidl (McLaren)
Gaji: US$2 Juta – Pendapatan Bersih: US$6,5 juta  

Insinyur asal Jerman, 46 tahun, itu sebelumnya pernah bekerja di F1 untuk BMW antara tahun 2000 dan 2009. Ia sosok di balik kembalinya BMW ke DTM pada 2012.

Setahun kemudian, Seidl bergabung ke Porsche LMP1 sebagai director of race operations, untuk kemudian menjadi prinsipal tim pada 2014. Pada 10 Januari 2019, McLaren menunjuk Andreas Seidl sebagai prinsipal tim namum baru aktif pada 1 Mei 2019.

Andreas Seidl, Team Principal, McLaren, dalam jumpa pers di antara para prinsipal  tim di F1 GP Hungaria.

Andreas Seidl, Team Principal, McLaren, dalam jumpa pers di antara para prinsipal tim di F1 GP Hungaria.

Foto oleh: FIA Pool

Empat Prinsipal Tim Bergaji Sama
Gaji: US$1 Juta – Pendapatan Bersih: antara US$1-5 juta  

Otmar Szafnauer (Alpine), Guenter Steiner (Haas), Franz Tost (AlphaTauri), dan Mike Krack (Aston Martin) sama-sama menerima gaji 1 juta dolar AS setahun.

Untuk pendapatan bersih, Szafnauer menjadi yang tertinggi, antara 1 sampai 5 juta dolar AS. Steiner memiliki net worth mencapai 4,75 juta dolar AS. Sementara, pendapatan bersih Tost dan Krack masing-masing 1,9 juta dolar AS dan 1 juta dolar AS.

Jos Capito (Williams)
Gaji: US$600.000 – Pendapatan Bersih: antara US$8-12 juta

Dipercaya memimpin sekaligus membangun kembali tim F1 Williams, setelah akuisisi yang dilakukan Dorilton Capital.

Pria Jerman ini adalah sosok di balik kesuksesan Volkswagen kembali ke Kejuaraan Dunia Reli (WRC). Bergabung pada 2012, Capito mengantar VW merebut gelar pereli dan konstruktor selama empat musim beruntun (semua lewat Sebastien Ogier).

Sempat bekerja di McLaren antara 1 September 2016 sampai 19 Desember 2016, Capito dipercaya menjadi Prinsipal Tim Williams pada 17 Desember 2020 dan mulai aktif pada Juni 2021.

Frederic Vasseur (Alfa Romeo)
Gaji: US$500.000 – Pendapatan Bersih: antara US$1 juta

Inilah prinsipal tim F1 dengan gaji terkecil. Ya, Vasseur hanya menerima 500.000 dolar AS (sekira Rp7,33 miliar) per tahun.

Pria asal Prancis ini sebetulnya sangat berpengalaman di berbagai ajang balap. Ia mendirikan tim ASM pada 1996 dan turun di seri-seri Formula junior.

Frederic Vasseur, Team Principal, Alfa Romeo Racing.

Frederic Vasseur, Team Principal, Alfa Romeo Racing.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Vasseur lalu bergabung ke ART Grand Prix pada 2004 dan kemudian memenangi Seri GP2 lewat Nico Rosberg pada 2005 dan Lewis Hamilton pada 2006.

Vasseur kemudian bergabung ke Renault Sport F1 Team, setelah sebelumnya ke Spark Racing Technology, dan menjadi prinsipal tim tersebut pada 2016. Namun, Vasseur mundur dari Renault pada akhir 2016.

Pada 12 Juli 2017, Sauber mengumumkan telah menarik Vasseur sebagai managing director dan CEO Sauber Motorsport AG, sekaligus Prinsipal Sauber F1 Team. Di Formula 1, Sauber turun dengan nama tim Alfa Romeo.

dibagikan
komentar
Steiner: Banyak yang Tak Suka Haas Pertahankan Mazepin
Artikel sebelumnya

Steiner: Banyak yang Tak Suka Haas Pertahankan Mazepin

Artikel berikutnya

Bos AlphaTauri Kecewa Tim Tidak Memenuhi Ekspektasi

Bos AlphaTauri Kecewa Tim Tidak Memenuhi Ekspektasi